IdBlogNetwork

Tips cari tahu dokter berizin atau tidak

Aplikasi cek dokter
Membaca berita akhir-akhir ini mengenai "dokter” asing yang berpraktek di Indonesia, muncul berbagai pertanyaan di masyarakat yang salah satunya adalah, bagaimana cara kita mengetahui dokter itu berizin atau tidak? Begini caranya:


Tidak mudah memperoleh ijin Praktik
Peraturan mengurus ijin praktek dokter ataupun klinik menurut pengalaman saya sudah cukup memadai. Jika seseorang ingin mengurus ijin, banyak hal yang perlu dipersiapkan, antara lain: surat rekomendasi dari IDI, kemudian ada survei dari Suku Dinas, barulah jika semua sesuai dengan persyaratan, ijin akan diberikan. Untuk mendapatkan rekomendasi IDI, seorang dokter harus bisa menunjukkan ijazah dokter (copy yang terlegalisir) dan surat lulus dari kolegium serta sertifikat dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), dan persyaratan umum lainnya.

Sayangnya kita sering melihat ada plang/papan nama “klinik” yang menurut saya koq bisa lulus, seperti Klinik Sunat, Klinik Wasir, Klinik Totok Syaraf, Klinik Suhu XXX, Klinik Bekam dan Klinik-klinik lainnya. Mengikuti pakem tersebut, tidak heran bisa keluar nama-nama Klinik seperti: Klinik Chiropractic, Klinik Riset, dll., yang besar kemungkinan pengurusan ijin klinik tersebut tidak melalui prosedur yang disyaratkan. 

Untuk mencegah kebingungan masyarakat sebenarnya pemerintah telah membuat suatu istilah bagi tempat Pengobatan Tradisional  yaitu Batra = Balai Pengobatan Tradisional. Sayangnya istilah Batra ini belum mencakup pengobatan alternatif yang bukan pengobatan tradisional. Jadilah layanan kesehatan alternatif non-tradisional sering menggunakan istilah Klinik. Lagipula istilah Klinik dianggap lebih menjual daripada Batra.

Kembali ke isu semula, bagaimana masyarakat bisa mengetahui dokter yang bertugas di Klinik tersebut memiliki legalitas? Yang paling mudah tentu menanyakan ke dokter ybs / pengurus Klinik, tapi seberapa banyak yang berani? Cara lainnya, adalah dengan melihat di papan nama dokter. Setiap dokter yang berpraktek harus memiliki no Surat Ijin Praktek (SIP), carilah papan nama dokter tersebut, tercantum tidak no SIPnya.



Menggunakan Internet
Jika kita memiliki akses internet dan Notebook/PC, sebenarnya ada hal yang cukup mudah, yaitu dengan mengunjungi website resmi dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), klik ini: http://www.kki.go.id/cekdokter/form , kemudian masukkan nama dokter dan Kode Verifikasi (akan muncul secara otomatis/acak). Kita bisa melihat nama dokter yang kita cari (kalau memang terdaftar) dan jika ingin lebih detil, bisa mengklik nama dokter tersebut. Cukup mudah bukan? Sayangnya jika diakses dari gadget, fungsi menampilkan detil info mengenai dokter tidak muncul.

Usulan untuk pihak terkait:
  1. Beberapa tahun yang lalu, para pengelola klinik sering memperoleh undangan pertemuan dengan Dinas Kesehatan. Alangkah baiknya hal ini dilakukan kembali, agar bisa saling kenal dan bisa saling sharing. Di era kabinet kerja saat ini, adalah sangat baik jika pemerintah bisa mendukung pengelola Klinik sehingga bisa membangun Klinik secara baik dan benar, yang artinya membuka lapangan kerja. Layanan kesehatan non medis bisa juga dibina dan diberitahu mengenai penamaan yang benar. 
  2. Sebagai salah satu lembaga kredibel, alangkah baiknya KKI memperbaiki website-nya sehingga bisa lebih responsive (artinya akan berubah sesuai dengan jenis browser/gadget), terutama di bagian pengecekan nama dokter. Mungkin saja sudah ada website yang lebih canggih yang menyediakan info ini, tapi khan lebih kredibel website KKI.
  3. Untuk masyarakat diharapkan dengan adanya kasus ini, mudah-mudahan bisa lebih menghargai dokter / klinik Indonesia, yang berpraktek sesuai dengan aturan/etika kedokteran, yang  mengurus ijin dg benar, tanpa promosi berlebihan, apalagi menjanjikan penyembuhan 100%. Termasuk di dalamnya discount besar (padahal harga sudah dinaikkan terlebih dahulu), harga paket yang tidak masuk akal, dll. Mungkin saja ada kekurangan tenaga kesehatan Indonesia, namun dibandingkan tenaga kesehatan asing, kita mengurus ijinnya sesuai dengan prosedur lho.
  4. Bagi pasien berusahalah untuk selalu mencari second / third opinion sebelum memulai suatu treatment.

Mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat.


dr. Erik Tapan, MHA
Praktisi Kedokteran Informatika
Pengurus Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia (PIKIN)

Link Terkait:

1 komentar:

Pinto Sjafri mengatakan...

Jangan lupa dok, ngga hanya susah untuk pendaftarannya saja, tapi juga susah untuk maintenance STR, karena banyak syarat yang harus di penuhi untuk perpanjangan STR. Ini yang mungkin jarang di ketahui oleh masyarakat umum. Tidak hanya uang tapi juga waktu yang harus di sediakan para dokter Indonesia untuk menjaga STR nya tetap hidup.

Karena ada beberapa sejawat saya yang ahkirnya tidak perpanjang STR-nya dengan berbagai alasan.

Salah satunya karena persyaratan STR yang di berikan.