Bekerja dengan efisien dan efektif menghadapi kegagalan

Dalam bekerja, tentu kita menginginkan pekerjaan yang efisien dan efektif. Sayang hal ini tidak mudah tercapai. Khususnya dalam menghadapi kegagalan, ada dua prinsip yang kelihatannya bertolak belakang, yaitu:


  1. Jika melakukan satu hal dan belum berhasil, lakukan hal itu terus menerus. Siapa tahu keberhasilan ada di tindakan berikutnya.
  2. Jika hal yang kita lakukan belum berhasil, coba cara lain. Tidak mungkin hal yang tidak berhasil bisa menjadi berhasil dengan cara yang sama.


Saat topik ini saya posting sebagai pertanyaan di FB saya, banyak yang merespons, namun pada kesimpulannya:

Baik pilihan 1 maupun 2, sama-sama bisa digunakan sesuai situasi dan kondisi. Jika kita yakin bahwa cara yang kita lakukan sudah benar, tidak ada salahnya kita lakukan terus. Namun pastikan keyakinan tersebut kita peroleh dari orang yang sudah berhasil melakukannya.

Pesan saya, jika ingin efisien dan efektif, jangan coba-coba dengan harapan akan berhasil. Kita ikuti saja apa yang sudah berhasil dilakukan orang lain.

Bagaimana dengan pengalaman Anda, ada pendapat lain, silakan di share di bagian comment.

Terima kasih.

BRI membuat kita dekat dengan Tuhan

[Sudah di follow up sama BRI, baca update-an di akhir tulisan] Sudah lebih dari sebulan, saya tidak bisa menggunakan BRI  internet banking. Hal ini dimulai saat saya ingin login ke BRI Internet Banking, ada error message yang menjelaskan bahwa proses ini diblok karena telah salah memasukkan password sebanyak 3x. Padahal seyakin-yakinnya saya tidak salah memasukkan username dan password.

Setelah dibuat cukup repot untuk selalu menggunakan transaksi via ATM BRI, hari ini saya berkesempatan mengunjungi Bank BRI untuk mengajukan komplain mengenai hal tersebut.

Dengan hangat, CS BRI melayani saya. Singkat cerita (aslinya agak panjang termasuk berkali-kali mencoba login di hadapan CS tsb.), setelah saya jelaskan bahwa saya tidak bisa transaksi online gara-gara Username dan Password dibilang salah, akhirnya CS BRI (fisik) menelpon CS BRI (online) untuk mencoba menyelesaikan  hal tersebut.
Dihadapan CS fisik, saya pun berkomunikasi dengan CS online. Seperti biasa, menyamakan data identitas (padahal apa perlunya ya?), dst. Setelah itu CS online mengatakan bahwa sesuai dengan info yang dilihat di komputernya, account saya masih aktif. Saya diminta mencoba login lagi. Namun karena HP saya lowbat dan sudah cukup frustasi dengan prosedur ini, saya pun mengiyakan, iya akan saya coba di rumah saja.

Autodebet BPJS
Karena sudah terlanjur ada di BRI, saya pun mencoba untuk memanfaatkan fasilitas autodebet BRI untuk pembayaran BPJS. Sayangnya untuk saat ini, fitur autodebet pembayaran iuran BRI sudah tidak ada lagi. Boleh dibilang, dua jam saya berada di kantor BRI, tanpa ada sesuatu yang bisa di-solve.