IdBlogNetwork

BRI membuat kita dekat dengan Tuhan

[Sudah di follow up sama BRI, baca update-an di akhir tulisan] Sudah lebih dari sebulan, saya tidak bisa menggunakan BRI  internet banking. Hal ini dimulai saat saya ingin login ke BRI Internet Banking, ada error message yang menjelaskan bahwa proses ini diblok karena telah salah memasukkan password sebanyak 3x. Padahal seyakin-yakinnya saya tidak salah memasukkan username dan password.

Setelah dibuat cukup repot untuk selalu menggunakan transaksi via ATM BRI, hari ini saya berkesempatan mengunjungi Bank BRI untuk mengajukan komplain mengenai hal tersebut.

Dengan hangat, CS BRI melayani saya. Singkat cerita (aslinya agak panjang termasuk berkali-kali mencoba login di hadapan CS tsb.), setelah saya jelaskan bahwa saya tidak bisa transaksi online gara-gara Username dan Password dibilang salah, akhirnya CS BRI (fisik) menelpon CS BRI (online) untuk mencoba menyelesaikan  hal tersebut.
Dihadapan CS fisik, saya pun berkomunikasi dengan CS online. Seperti biasa, menyamakan data identitas (padahal apa perlunya ya?), dst. Setelah itu CS online mengatakan bahwa sesuai dengan info yang dilihat di komputernya, account saya masih aktif. Saya diminta mencoba login lagi. Namun karena HP saya lowbat dan sudah cukup frustasi dengan prosedur ini, saya pun mengiyakan, iya akan saya coba di rumah saja.

Autodebet BPJS
Karena sudah terlanjur ada di BRI, saya pun mencoba untuk memanfaatkan fasilitas autodebet BRI untuk pembayaran BPJS. Sayangnya untuk saat ini, fitur autodebet pembayaran iuran BRI sudah tidak ada lagi. Boleh dibilang, dua jam saya berada di kantor BRI, tanpa ada sesuatu yang bisa di-solve.




Mencoba di rumah
Sesampai di rumah, dengan dimulai berdoa terlebih dahulu (yang selalu saya lakukan saat transaksi online menggunakan BRI sejak dulu), saya pun mencoba mengakses BRI Online. Dan hasilnya:

Satu kali login keluar seperti ini:

Saya mencoba login account BRI isteri saya (baik saya, isteri maupun pegawai di klinik saya, semuanya menggunakan BRI), ternyata bisa/berhasil. 

Sayapun mencoba lagi login (percobaan kedua) account saya, hasilnya langsung kena blok, seperti ini:


Nah kalau sudah begini, hanya doa yang bisa membantu. Mudah-mudahan saat login suatu waktu bisa berhasil. 
Itulah sebabnya, saya katakan BRI membuat saya lebih dekat dengan Tuhan.
Bayangkan kalau saat transaksi tiba-tiba error.
Mudah-mudahan ada petugas BRI bisa menyelesaikan masalah saya ini.
(tutup dengan doa).

Tulisan saya lainnya tentang BRI: http://www.eriktapan.com/2014/12/selamat-hut-ke-119-bri-semoga-semakin.html

[UPDATE: 10-Agt-16: saya sudah ketemu Abram dari BRI dan masalah ini sudah selesai. Thanks BRI]

[UPDATE: jam 20:00 malam ini, saya ditelpon dari desk control (Pak Abi). Setelah mencoba masuk dan tidak berhasil, pak Abi menghapus data internet banking saya. Sayang untuk mengaktifkannya kembali, saya masih tetap harus ke BRI terdekat. Jadi mesti nunggu lagi. BTW, terima kasih atas perhatiannya]

Tidak ada komentar: