IdBlogNetwork

Hati-hati dengan penawaran dari 147 TELKOM

Surat bukti penutupan WIFI.ID
Memang kita akui bahwa PT Telkom Indonesia banyak mengeluarkan produk-produk yang inovatif. Dahulu, saya membayar telpon rumah sekitar Rp. 70.000 / bulan. Itu pun sebagian besar karena biaya langganan. Sekarang ini, pembayaran telpon rumah saya sekitar 300 - 400ribu rupiah per bulan dengan IndiHome Triple Play.
Rupanya ke-inovatif-an PT Telkom Indonesia, kurang diikuti dengan Customer Service-nya. Contohnya, sejak lebih dari 6 bulan yang lalu, saya tertarik dan ikut program langganan Wifi.id sebesar Rp. 10.000 / bulan yang ditawarkan via 147. Sayangnya username dan password yang diberikan via email tidak tercantum (attachment-nya tidak ada). Saya pun kontak via Twitter. Ini pun tidak gampang. Admin Twitter menjawab dia hanya bisa memberikan tiga digit terakhir dari password. Terus apa yang saya akan lakukan dengan 3 digit tersebut, username dan password-nya saja tidak saya terima sebelumnya. Setelah berulangkali meyakinkan sang mimin, akhirnya dia pun bersedia meng-email usernama dan password yang setelah dicoba......tidak berhasil. Singkat cerita karena sudah tidak ingin menggunakan +Wifi.id Official lagi, saya pun mencoba menelpon 147 untuk membatalkan langganan @wifi.id tersebut. Ternyata tidak ada yang bisa memberhentikan langganan ini dengan berbagai alasan. Pikiran saya, koq jadi ribet begini kalau mau berhenti langganannya ya?


Mulai saat itu, setiap 147 menelpon untuk menawarkan program baru (saya heran, sang tele marketing selalu menawarkan product baru, sedangkan product yang lama belum beres), selalu saya katakan tidak tertarik dan mohon saya di-unsubscribe program @wifi.id-nya. Responnya pun bermacam-macam. Ada yang mengatakan sudah dicabut tapi ternyata tidak terbukti. Tagihan per bulan Rp. 10.000 masih selalu muncul. Malah ada yang sampai datang ke rumah akan memeriksa router wifi saya. Tentu ditolak, karena masalahnya kan saya tidak bisa akses @wifi.id BUKAN dengan router saya. Koq susah dimengerti ya?


Akhirnya pada tanggal 17 Desember 2016 (setelah sekitar 6 bulan / lebih) saya ke Gerai Telkom di Rawamangun sebelah ACE Hardware. Saya jelaskan apa yang terjadi dan mohon kiranya (masih mencoba) diberi username dan password. Eh...rupanya bahkan di Gerai Telkom pun saya tidak bisa langsung menerima username dan password. Si CS yang namanya tercantum di foto mengatakan bahwa, produk itu harus di-subscribe dari wifi di rumah saya. Saya jelaskan sekali lagi, saya sudah terdaftar, hanya perlu username dan password yang bisa digunakan. Tolong diberikan untuk saya masukan / input LANGSUNG di depan sang CS,ke notebook yang saya bawa ini. Lagipula kenapa harus di rumah? Ini info baru buat saya. Sebelum-sebelumnya, tidak ada info ini dari pihak manapun agar username dan password @wifi.id bisa aktif perlu melakukan subscribe dari wifi rumah.
 
Ya sudah, karena sang CS tidak bisa membantu saya memberikan username dan password, saya minta ditutup saja. Bayangkan bagaimana perasaan dirayu dan dibuat ada tapi tiada. Mau putus juga nggak bisa.

Untung proses administrasi penutupannya mudah. Tinggal mengisi formulir, memberikan photocopy KTP dan membayar Rp. 6.000 sebagai biaya materai.

Demikian sedikit sharing saya, mudah-mudahan bermanfaat baik bagi netter maupun bagi PT Telkom Indonesia.

Tidak ada komentar: