Yang pertama di Indonesia, Kosmetik untuk orang tua


Kosmetik untuk orang tua bisa diperoleh di Toko Online
Kemajuan industri kosmetik telah menyentuh segala usia. Kita sudah familiar dengan shampoo untuk bayi, begitu pula ada shampoo untuk wanita dan pria. Ini semua dimaksudkan agar masing-masing orang bisa menggunakan shampoo yang cocok dengan sifat dan jenis kulitnya.

Sebagai Klinik yang sangat memperhatikan kesehatan klien-kliennya / personalisasi (artinya selama ini, kosmetik yang dijual di Klinik Kecantikan L'Melia disesuaikan dengan kondisi dan jenis kuiit klien-kliennya), Klinik Kecantikan L'Melia memperkenalkan seri kosmetik untuk orang tua (senior citizen).

Masalah kulit pada orang tua
Kita semua tahu, pada orang tua sering timbul masalah kulit dan rambut seperti:
  • kulit kering
  • gatal yang sukar disembuhkan
  • kulit kusam
  • kulit bersisik
  • kulit mudah berdarah / sobek 
  • ketombe-an yang sukar sembuh

Produk kosmetik untuk orang tua hadir karena penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kondisi kulit pada orang dewasa dibandingkan dengan mereka yang berusia di atas 55 tahun. Umumnya jika jarang melakukan perawatan  / menjaga kesehatan tubuh, pada mereka yang berusia di atas 55 tahun mudah timbul gejala: kulit kering, gatal, kusam dan bersisik. Selain itu elastisitas kulit sudah mulai berkurang yang diikuti dengan timbul pigmentasi (flek) dan berbagai gangguan kulit lainnya. Sering disebut dermatitis, asal kata derma = kulit dan itis = radang) yang menimbulkan gejala seperti gatal dan kemerahan yang sukar diobati ataupun ditanggulangi dengan kosmetik pada umumnya.

Hal-hal di atas memang sepele dan jarang orang tua mengeluh karena meskipun menggangu (hingga bisa menderita), mereka sungkan untuk mengeluh. Nggak percaya, coba tanya langsung deh.

Waspada Dokteroid di dunia maya

Melayani dengan hati
Dunia maya, seakan-akan bisa menyediakan semua jawaban. Bertanyalah ke Google atau mesin pencari lainnya, dalam sekejap, jawaban pun akan segera muncul. Begitu pula dengan dunia kesehatan, saat ini menjamur forum-forum web/account social media hingga aplikasi tanya jawab yang umumnya mengaku dikelola oleh dokter.

Sebagai seorang dokter yang telah berkecimpung di dumay sejak tahun 1996, penulis menyadari bahwa sangat mudah bagi siapa saja (termasuk bagi non dokter) untuk membuka situs / account social media dengan mencantumkan gelar dokter di depan namanya.

Hingga saat ini, belum ada satu penapisan terhadap web/forum tersebut. Di luar negeri ada satu lembaga yang bersedia mereview web kesehatan kemudian memberi semacam akreditasi yaitu berupa logo yang bisa dipasang di web siapapun yang memenuhi syarat. Alamat lembaga tesebut ada di: https://www.hon.ch.

Bagaimana di Indonesia?

Pemangku kesehatan di Indonesia bukan tidak menyadari hal ini. Baru-baru ini PB IDI mengadakan Diskusi Publik dengan tema “Ancaman Dokteroid bagi Kesehatan Masyarakat”. Yang dimaksud Dokteroid adalah: