Siaran di TV (internal) RS Islam Jakarta

Penulis bersama Fina, sang pembawa acara di TV RSIJ
Tidak banyak rumah sakit yang memiliki siaran TV internal, apalagi yang bisa berlangsung selama 24 jam. Kita tahu semua, pasien dan keluarga pasien di rumah sakit merupakan satu segmen yang cukup potensial. Berapa banyak orang yang menunggu di poliklinik atau dalam kamar perawatan yang tidak tahu mau melakukan aktifitas apa? Kebanyakan dari mereka akan menggunakan smartphone untuk berselancar di dunia maya. Informasi yang diperoleh pun tidak banyak yang bersentuhan dengan rumah sakit tempat dirawat.

Bayangkan, jika Rumah Sakit memiliki station TV yang selama 24 jam terus menerus menyiarkan info-info yang bermanfaat yang disiarkan ke seluruh poliklinik dan rawat inap. Channel itupun bisa menjadi salah satu channel pilihan. Mirip-mirip dengan yang sering penulis lihat di hotel. Misalnya saja ada pasien sedang menunggu diobati oleh dokter, eh dokter itu muncul di tv, membahas penyakit yang kebetulan sedang diderita pasien tersebut. Kemudian ada penjelasan, bagaimana prosedur pengobatan, apa yang bisa dan tidak boleh dilakukan selama perawatan, dll. Tentu materinya harus disesuaikan dengan materi yang perlu diketahui pasien selama perawatan hingga pulang ke rumah nantinya,

Bisa jadi profit center


Selain untuk memnberi informasi kepada pasien dan keluarga, jika channel itu dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin bisa dijadikan salah satu profit center dari rumah sakit.

Apalagi kalau siaran tersebut di-link dengan youtube, misalnya. Tambah banyak lagi yang bisa menyaksikannya.

Sekali lagi, banyak terima kasih kepada TV RS Islam Jakarta bersama Dokter Siaga yang telah mengundang saya untuk menjadi salah satu narasumber di TV internal RS Islam Jakarta. Sukses selalu.

dr Erik Tapan, MHA
Health Social Media Consultant

Tidak ada komentar: