Jenis-jenis obat dan pola distribusinya (bagian pertama dari 2 bagian)


Teman2 pembaca yth, 
tulisan ini berangkat dari kepedulian Redaksi Koran Ginjal kepada konsumen kesehatan / pasien dan ingin mendudukkan informasi distribusi obat pada tempat yang semestinya. 
Dengan demikian pembaca bisa mengetahui jalur distribusi obat yang sebenarnya dan risiko-risiko yang bisa terjadi serta bisa meminimalkannya, misalnya terhindar dari pembelian obat palsu ataupun kemahalan. 
Redaksi mencoba membahas jenis-jenis obat dan pola distribusinya. 
Karena panjangnya pembahasan ini, maka akan dibagi dalam beberapa bagian:
A. Pengantar
B. Jenis2 obat dan pola distribusinya
C. Tantangan distribusi obat ke depan
Info selengkapnya silakan me-LIKE Koran Ginjal di https://FB.me/KoranGinjal

A. PENGANTAR
Saat ini Redaksi sering menerima pertanyaan sehubungan dengan topik ini seperti: 
  1. Bagaimana mekanisme penjualan obat itu sebenarnya? 
  2. Koq antibiotik dijual bebas? 
  3. Beli aja online, lebih murah? Apa bedanya dengan yang dijual di Apotik? 
  4. Apakah obat murah itu palsu? 

Semoga pertanyaan-pertanyaan di atas bisa terjawab dengan membaca tulisan dari Redaksi Koran Ginjal. 
Yuk segera menjadi member Fanpage Koran Ginjal di https://fb.me/KoranGinjal dan ajukan pertanyaan teman-teman pada bagian Komentar artikel ini. Jawabannya pada artikel selanjutnya. 
Terima kasih dan ditunggu LIKE nya. 

Pentingnya gizi yang sering terlewat

Nutrisi Infus berisi Albumin / Protein
Meskipun hubungannya tidak terlalu erat tapi memperbaiki gizi pasien bisa meningkatkan selain kekebalan tubuh juga regenerasi sel-sel tubuh. Sayang belum banyak alat diagnostik yang bisa secara akurat mendeteksi kekurangan ini. Jalan satu-satunya, main cara koboi. Jika ada luka yang susah sembuh dan susah dicari penyebabnya, coba perbaiki status gizinya. Infus kalau perlu. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi. Silakan dikomentari jika berkenan. 

Seorang pasien HD pria, usia 60-an tahun, keluhan HB 6 koma sukar untuk naik meskipun sdh sering transfusi. Ybs memiliki luka berdarah di usus kecilnya yang tidak sembuh-sembuh. Makan tidak optimal, minum susu Nephrisol tanpa D (katanya diresepin KGH, kenapa bukan yg D ya?). Oleh dokter sudah diberikan berbagai obat maag. Badan lemas, sudah lama pakai kursi roda. HD 3x / minggu dengan QB tidak pernah di atas 200.

Menurut analisa kami: dalam kondisi seperti ini, kemampuan regenerasi sel-sel tubuh pasien sudah jelek / tidak optimal sehingga jika ada luka, bisa saja jadi agak sukar sembuhnya. 
Usul selain terapi yang sudah dilakukan saat ini ( obat maag, transfusi, dll.) coba diperbaiki diet pasien sehingga tubuh punya kemampuan memperbaiki diri sendiri dengan lebih baik.


Saat kadar albumin darah Anda di bawah normal atau susah naikya


Apa akibat kadar albumin darah rendah, bisa terjadi bengkak / udem hingga mengganggu pernapasan dan asites. Tapi jangan dibalik ya. Asites, udem dan gangguan pernapasan / sesak tidak selalu diakibatkan oleh kadar albumin yang rendah. Tulisan ini khusus bagi mereka yang mengalami masalah dengan albumin / protein sesuai hasil laboratorium

Dear pembaca yth,
berikut disampaikan salah satu contoh kasus dari pasien yang bermasalah dengan kadar albumin darah.

Pasien berusia sekitar 50-an, berwajah dan tubuh terlihat gemuk (BB sekarang 105kg, awalnya 109kg). Terlihat udem. Isterinya konsul via Mesangger ke dokter dengan keluhan (diringkas):

- HD sudah lebih dari 2 bulan
- perutnya tetap membuncit
- saat ini mengeluh sesak napas
- sudah infus hingga 7 btl albumin 100ml @25mg / infus: sekali hingga 2x / minggu

Beberapa hari yl diperiksa dokter dengan stetoskop,
- parunya masih bersih (tidak ada cairan)
- hasil lab, albumin darah: 2.02, tidak pernah melebihi standard bawah normal > 3.00
- ada riwayat sindroma nefrotik
- setiap HD, jumlah kenaikan BB antara 2kg - 3kg, ditarik 3,5 hingga 4kg per HD

Dari data di atas, saya mencoba menganalisa (analisa yang tepat tentu memerlukan pemeriksaan langsung dan laboratorium yang lebih lengkap):

Mengenal hemodialisis atau cuci darah



Video mengenai pengenalan hemodialisis bisa diakses di: https://youtu.be/zcBbZdXz1HQ
Jika berkenan mohon di-LIKE video tersebut.

Proses dialisis melibatkan minimal:
  • mesin dialisis
  • dialiser (tabung)
  • selang dialiser

1. Mesin dialisis

Harganya mahal, sehingga penggunaannya secara bersamaan (bergantian) dan hanya dibedakan mesin untuk pasien infeksious dan non infeksious. Infeksi dalam hal ini hepatitis dan HIV / AIDS. Mesin yang digunakan pasien infeksius dipisah dengan mesin yang digunakan pasien non infeksius. Kalau pada Klinik / RS yang mesinnya tidak banyak, umumnya TIDAK MENERIMA pasien infeksius. Semua pasien baru, WAJIB hukumnya diperiksa status infeksinya sebelum memulai proses dialisis. Pemeriksaan ini diulang setiap 6 bulan sekali.

TB Kelenjar

Jangan takut ke dokter jika timbul benjolan.  Belum tentu kanker.  Jika karena TB Kelenjar maka bisa sembuh total jika diobati

TB atau tuberkulosis umumnya terjadi di paru-paru.  Begitu ada orang batuk2 lama apalagi di dahaknya tercampur dengan bercak darah / strip merah,  dugaan pertama sebagian masyarakat,  wah kemungkinan TB nih. 

Apakah mungkin TB menginfeksi organ / jaringan lain di luar paru?  Apa saja gejala-gejalanya dan apakah bisa mematikan (dalam bahasa medis disebut Prognosisnya jelek).


Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu pembaca memahami TB Kelenjar yaitu infeksi TB pada kelenjar Limfe.  Sebenarnya masih banyak tempat infeksi kuman tb lainnya,  tapi tulisan ini khusus tb di kelenjar aja. 

Berbeda dengan infeksi tb di paru,  jikalau orang terkena TB Kelenjar ( sebut saja demikian namanya), umumnya tidak menunjukkan gejala batuk-batuk.  Pasien hanya merasa dirinya lemas2,  suhu tubuh meningkat sedikit antara 37 - 38 derajat Celsius,  nafsu makan menurun sehingga berat badan turun drastis. Orangnya jadi kurus. 
Tanpa perhatian serius dari orang tersebut (sadar kalau perlu ke dokter) , pasien ini akan hidup seperti orang normal hanya sedikit mengurangi aktifitasnya.  Jadilah berbulan-bulan pasien ini hidup seperti biasa hingga (umumnya)  terkena infeksi yang bisa mengakibatkan masuk rumah sakit karena parahnya.  Daya tahan orang yang mengidap TB Kelenjar otomatis menurun, jadi mudah terkena infeksi. Yang pada orang normal, hanya infeksi ringan, pada pasien tb kelenjar bisa menjadi berat.

Saat masuk rumah sakit,  dokter yang berpengalaman bisa mencari benjolan-benjolan di kelenjar limfe pasien (namun adakalanya dokter hanya memberi antibiotik untuk infeksi yang terjadi saat itu dan setelah sembuh keluar RS tanpa diketahui tb kelenjarnya). Bila perlu untuk mencari benjolan2 ini ( disebut limfadenitis,  radang kelenjar getah bening)  bisa dilakukan pemeriksaan USG. 

Lalu,  apakah semudah itu?  Setelah ketemu benjolan2, pasti TB Kelenjar? 
Jangan salah,  pembesaran kelenjar Getah Bening di leher,  rahang bawah,  pundak, ketiak, selangkangan, dll., bisa juga karena kanker limfe atau Limfoma.  Gejala-gejalanya juga mirip-mirip:  tubuh lemas,  nafsu makan hilang, berat badan menurun, suhu tubuh sub febril,  nyeri2 otot,  dll. 

Di sinilah peran dan kepintaran  seorang dokter,  untuk memutuskan apakah pasien itu mau diterapi tb kelenjar atau limfoma. 

Pengobatan
Sangat beruntung (masih saja disebut beruntung),  jika diagnosis tb kelenjar bisa ditegakkan ( dari pada kanker kelenjar). Dengan pengobatan rutin OAT (Obat Anti Tuberkulosis),  penyakit TB Kelenjar bisa sembuh sempurna asalkan didukung dengan kepatuhan minum obat dan asupan gizi yang cukup. 

Kesimpulan: 
  1. Kasus2 TB saat ini cukup sering terjadi di masyarakat Indonesia
  2. Tidak seperti TB paru yang sudah sangat populer ada jenis TB lain yang tidak terlalu populer sehingga orang sakit sering menunda pengobatannya,  apalagi gejala2nya mirip keganasan.  Tahu kan apa yang terjadi saat pasien disebut kemungkinan keganasan? 
  3. Jika sering keringat malam hari meskipun tanpa batuk-batuk dan foto rontgen paru normal,  bukan berarti TIDAK kena infeksi TB
  4. Infeksi TB Kelenjar bukan penyakit yang mematikan dan bisa disembuhkan
  5. Infeksi TB kelenjar tidak menular via batuk-batuk (pasiennya kan nggak batuk) 



Tolong di-share agar masyarakat tetap mau berobat ke dokter meskipun ditemukan pembengkakan kelenjar Limfe.  Karena belum tentu kanker lho

Beta-2-microglobulin, penanda tumor yang banyak pada pasien dialisis

Mesin HFR dg 3 tabung
Teman-teman, pernah mendengar Beta-2-microglobulin atau yang dikenal dengan singkatan B2M?
Pasien-pasien kanker seperti multiple myeloma, limphoma, dll., pasti sudah familiar dengan pemeriksaan ini. B2M adalah salah satu penanda tumor/kanker. Penanda ini tidak spesifik pada tumor atau kanker tertentu, tapi sering dihubungkan dengan keberadaan (dan prognosis) suatu tumor/kanker, seperti: multiple myeloma, hodgkin dan limphoma yang ganas, dll.

Penanda ini bisa diperiksa di laboratorium klinik utama dengan biaya sekitar 750.000-an rupiah. Range normal kadar B2M di urine adalah: 0 - 0,3 ug/mL sedangkan di darah adalah 0 - 3 ug/mL. Jika ditemui kadar beta-2-microglobulin tinggi menunjukkan adanya infeksi, radang atau gangguan imun dan berpotensi munculnya kanker seperti yang telah dijelaskan di atas.

Lalu apa hubungannya dengan pasien-pasien dialisis?

#TipsDialisisGADA: Gizi


Oleh-oleh dari acara Buka Puasa bersama IKCC, 26 Mei 2018

Ibu Triyani & dr Erik (IKCC)
Prinsip mengatur makanan pasien hemodialisis, menurut Ibu Triyani Kresnawan, DCN, MKes, RD,  Ahi Gizi IKCC:
- Makanan harus cukup kalori & tinggi protein
- Cairan terkontrol
- Asupan garam & kalium terkontrol
- Asupan Phospor terkontrol
- Adekuasi HD 

Banyak yang salah kaprah (mitos) mengenai jenis-jenis makanan yang bisa dan tidak boleh dimakan/diminum bagi pasien dialisis. Yang ini nggak boleh, yang itu nggak boleh. Akibatnya pasien yang sudah menderita jadi lebih menderita dan tidak jarang harus masuk rumah sakit karena malnutrisi. Barulah di rumah sakit diinfus segala zat makanan, vitamin dan mineral yang diperlukan. Meskipun jaman now (thanks to #BPJSKesehatan), dirawat hanya memerlukan biaya yang relatif sedikit, namun keluar masuk rumah sakit bisa berakibat fatal di kemudian hari. Belum lagi komplikasi yang timbul karena proses rawat inap, transfusi, dll.

Menurut dr Erik (#IKCC), makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi hanya satu yaitu buah belimbing./ star fruit Yang lain boleh semua, ASALKAN memperhatikan 5 faktor di atas tersebut.

Berbeda dengan pasien sebelum dialisis, pasien-pasien #dialisis memerlukan protein dan kalori yang lebih tinggi bahkan lebih banyak dari orang normal sekalipun. Hanya saja perlu pembatasan, termasuk pembatasan jumlah cairan yang masuk.

Mobile JKN - terobosan baru BPJS Kesehatan

Mobile JKN - terobosan BPJS Kesehatan

Teman2 pembaca yang berbahagia,
Semoga kita sehat selalu dan senantiasa sukses.
Kembali saya ingin sharing sesuatu yang mungkin belum banyak diketahui orang, namun pastinya akan lebih memudahkan kita dalam memanfaatkan BPJS Kesehatan. Semoga demikian.
Namun sebelumnya ada hal yang saya ingin sampaikan sehubungan dengan viralnya pengumuman BPJS Kesehatan mengenai kasus-kasus kritis yang bisa ditangani oleh pihak provider (dokter, klinik atau rumah sakit) akhir-akhir ini.

Ternyata definisi kasus kritis oleh BPJS bisa saja berbeda dengan pandangan masyarakat umum seperti kisah di bawah ini: 
Seorang pasien HD yang baru saja masuk RS karena infeksi pada cimino, ternyata setelah pulang RS, didapat bahwa berat badannya sudah naik 7 kilo lebih dengan keluhan napas sesak. Merasa ini kasus cito, keluarga membawa kembali ke RS, namun menurut pihak keluarga (saya baru dapat info dari salah satu pihak saja via medsos), hal ini belum dianggap kasus emergency oleh pihak RS sehingga tidak dilakukan HD. Jadi harus menunggu jadwal HD selanjutnya.

Jak MD Forum 2018 oleh IDI Jakarta Pusat

Jak MD Forum 2018 oleh IDI Cabang Jakarta Pusat
Semakin hari tuntutan terhadap layanan kesehatan khususnya Dokter, Klinik atau Rumah Sakit semakin tinggi. Kita dituntut agar semakin profesional dalam melayani dan tidak membeda-bedakan pasien. Di lain pihak, meskipun banyak yang masih belum setuju dengan tarif dokternya namun masyarakat menuntut agar dokter, klinik dan RS mau bekerjasama dengan BPJS.

Guna mengantisipasi hal tersebut, IDI cabang Jakarta Pusat mengangkat beberapa isu tersebut dalam acara Jakarta Medical Doctor Forum atau yang lebih dikenal dengan Jak MD Forum. Acara yang diselenggarakan setiap tahun tersebut, pada tahun 2018 akan mengangkat beberapa topik, antara lain:

Beauty Talk bersama dr Lalan Melia dari Klinik Kecantikan L'Melia


Beauty Talk bersama dr Lalan


Bunda/Sista yang cantik,

Sudah mencoba berbagai obat jerawat, tapi belum berhasil?
Pengen kulit cerah dan mulus, tapi belum ketemu perawatan yang tepat?

Jika Sista/Bunda mengalami hal tersebut, jangan kuatir.
Beauty Talk bersama dr Lalan Melia dari Klinik Kecantikan L’Melia akan menjelaskan mengenai hal-hal di atas.

Dalam rangka HUT Klinik Kecantikan L’Melia, bersama KECC, menyelenggarakan 
Seminar Kecantikan Beauty Station, bertema: "Ageless Recipe from The Expert"
Minggu 15 April 2018 di Warung Pasta Rawamangun
Dapatkan doorprize senilai total Rp.1.000.000 dalam bentuk produk / treatment di Klinik Kecantikan L’Melia


Klinik Kecantikan L’Melia merawat kesehatan kulit, rambut dan tubuh Anda agar menjadi cantik. 
Ingat Perawatan Kecantikan ingat L’Melia. 
Testimoni: https://goo.gl/maps/nE92whNp3s52 (di bagian Reviews)

Dan jangan lewatkan juga make up class yang akan dibawakan oleh Caring Colours by Biokos Martha Tilaar.

Biaya registrasi Rp 50.000 dan kamu akan mendapatkan :
1. Beauty Talk with dr. Lalan Melia, Dipl.CIDESCO
2. Make up class with Caring Colours by Biokos Martha Tilaar
3. Health check from Kalbe Farma
4. Shopping voucher senilai Rp 100.000*
5. Doorprize berupa produk/perawatan senilai Rp 1.000.000 di klinik kecantikan L'Melia
6. Goodies
7. Lunch

Segera daftarkan dirimu ke Sdri. Natali, klik http://bit.ly/beautystation


See you April 15th  at Warung Pasta Rawamangun, https://goo.gl/maps/xXuQjDwbL2u