Sabtu, Januari 02, 2021

Didik Mulato pelopor laundry modern Cerdas Laundry

Didik Mulato
Penulis termasuk orang yang beruntung bisa merayakan hari ulang tahun masa kecil di rumah. Kegembiraan penulis saat teman-teman berkunjung di sore hari. Semua persiapan pun sudah dilakukan, termasuk Ibu penulis yang memasak air serta menyediakan berderet-derat gelas plastik.
Sayang dengan semakin modernnya kehidupan, proses memasak air pun sudah menghilang diganti dengan air kemasan gelas plastik.

Itulah yang ada di benak pebisnis dari kota Solo, Didik Mulato. Yang bersangkutan mempunyai mimpi, orang-orang modern sudah tidak perlu melakukan proses menyuci sekaligus menyetrika pakaian sehari-hari. Semua itu akan diganti dengan proses menggunakan aplikasi Cerdas Laundry.

Masukkan tempat tinggal Anda pada aplikasi tersebut dan lakukan pembayaran via virtual account (cashless), besoknya baju kotor Anda akan segera dijemput untuk dikembalikan dengan jangka waktu 2 hari, dalam keadaan bersih, wangi dan terlipat rapi. Anda tidak perlu repot-repot lagi mencari lokasi laundry. Biarkan aplikasi yang memilih lokasi terdekat. Selain itu, Anda pun bisa memonitor kondisi pakaian Anda via aplikasi, apakah sudah sampai di workshop / outlet Cerdas Laundry, sudah masuk dalam mesin cuci, sudah disetrika, dll. Semua bisa di monitor menggunakan aplikasi.

Seribu cabang Cerdas Laundry
Untuk mendukung cita-cita pebisnis penggagas Komunitas Bisnis Digital (KBD) Pak DM tersebut, rencananya adalah dalam waktu dekat akan membangun 1.000 outlet Cerdas Laundry. Direncanakan dalam kwartal pertama tahun 2021 akan hadir di seluruh Indonesia. Menurut penulis hal ini bukanlah suatu yang tidak bisa terlaksana, mengingat di akhir tahun 2020 saja, sudah masuk sekitar 500 outlet yang mencoba mengajukan diri  untuk bekerjasama. Padahal baru di-launch di Desember 2020 dengan outlet pertamanya di kota Solo.

Akan segera beroperasi 20-an outlet Cerdas Laundry
Daftar CL yang akan beroperasi di seluruh Indonesia
Mengikuti outlet pertamanya di kota Solo yang telah sukses menjaring konsumen (nonton video testimoninya di sini, https://youtu.be/wj88zew14EE  ), berikut daftar outlet Cerdas Laundry yang akan segera beroperasi di bulan Januari 2021. Tercatat ada sekitar 20 outlet dari berbagai kota di Indonesia.

Ingin update outlet Cerdas Laundry se-Jabodetabek?
Jika Anda ingin terinformasikan pembukaan outlet Cerdas Laundry se-Jabodetabek, silakan mengisi formulir di sini, https://cerdas.live/?id=7503 . Setiap ada pembukaan outlet Cerdas Laundry yang baru, Anda akan terinfo via WA (pastikan proses pendaftaran terkonfirmasi / aktif dengan menerima Welcome WA sesaat setelah mendaftar), outlet Cerdas Laundry yang telah dibuka se-Jabodetabek, serta proses pendaftarannya.

Bagaimana jika ingin berhenti?
Ingin berhenti, mudah… Tidak usah membayar seperti membayar pulsa saja. Besoknya cucian Anda tidak akan diambil lagi. Tetapi kalau hanya pindah lokasi tempat tinggal, tidak perlu berhenti, silakan daftar di lokasi yang baru dan cucian Anda akan langsung diambil oleh outlet Cerdas Laundry terdekat dengan lokasi baru Anda. Tentu selama Anda sudah masih berlangganan.

Ingin gabung dengan Komunitas Bisnis Digital (KBD)
Bagaimana jika Anda tertarik tidak hanya menjadi konsumen laundry tapi sekaligus ingin bergabung menjadi investor / Marketing di Komunitas Bisnis Digital? Pak DM mensyaratkan Anda untuk mengikuti Seminar Online Gratis yang dilakukan setiap Hari Minggu oleh Pak DM sendiri dengan cara mendaftar (GRATIS) terlebih dahulu di https://s.id/seminarfreesaatini

Mari kita dukung usaha dari Komunitas Bisnis Digital (KBD) ini yang tetap optimis di tengah-tengah era pandemik saat ini. Mengandalkan Teknologi Informasi tentunya.

Informasi ini ditulis oleh Dr Erik, Dokter Internet Indonesia yang senang dengan dunia Teknologi Informasi dan percaya IT bisa mempermudah hidup manusia khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan. https://eriktapan.com
Semoga kita semua diberi kesehatan dan kesuksesan di tahun 2021 dan seterusnya.

Referensi:


Rabu, Desember 16, 2020

Zoominar KOWAS: Preventif Covid-19 bagi Lansia

Jika memang sudah waktunya, sebaiknya golongan lansia Indonesia tidak takut untuk di-vaksinasi COVID-19, demikian resume hasil Zoominar KOWAS yang dipaparkan moderator acara, Dr Erik Tapan pada Seminar Awam Komunitas Warga Senior (KOWAS). Selasa, 15 Desember 2020

Apalagi Galatia Chandra, inspirator dan eksekutif farma telah menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari 6 jenis vaksin yang (akan) beredar di Indonesia, dalam topik presentasinya yg berjudul "Adakah Total Solusi Covid-19".

Pembicara lainnya, Dr Johan Indra Lukito menjelaskan bahwa yang harus diperhatikan pada era pandemi saat ini adalah timbulnya risiko penyakit metabolik karena kurang bergerak dan banyaknya ngemil. Untuk Itu, tetap terus berolahraga, kontrol laboratorium, hindari stress yang berlebihan, tidur cukup harus diperhatikan selain melakukan protokol menjaga kesehatan seperti Menggunakan Masker, Menjaga Jarak dan selalu Mencuci Tangan.

Acara diskhiri dengan pengumuman pemenang door prizes bagi para peserta yang aktif bertanya.

Sampai ketemu di acara KOWAS berikutnya. 

Yuukk join dg KOWAS....




Selasa, Desember 15, 2020

Seminar KOWAS: Preventif COVID-19 pada Senior CItizen

  • Yang masih bingung dengan preventif Covid-19
  • Yang punya keluarga termasuk kategori Senior Citizens

Yang positif makin banyak, tapi sayang golongan Lansia (> 65 thn) tidak bisa divaksin segera. Terus mesti bagaimana?

Komunitas Warga Senior (KOWAS) menyelenggarakan Zoominar khusus bagi mereka yang mengalami dilema ini.


Daftar segera, tempat terbatas ke:

Sdri. Jenifer https://WA.me/6285862096975


Kami sangat berterima kasih jika ingin menanyakan mengenai pendaftaran Zoominar ini langsung ke Sdri. Jenifer


Selasa, 15 Desember 2020, pkl: 14:00 - 16:30 WIB

ZOOM — FREE


  1. Kiat Lansia selamat dari Covid-19, bersama Dr Johan Indra Lukito
  2. Adakah Total Solusi Covid-19, bersama Galatio Chandra, Inspirator & Eksekutif Farmasi


Moderator: Dr Erik Tapan, MHA (KOWAS) 



Sabtu, Desember 12, 2020

Mengapa seseorang sebaiknya secepat mungkin di-vaksin COVID-19?

 

Sebelum Dokter membahas lebih lanjut, ijinkanlah Dokter menjelaskan 2 (dua) istilah penting yang perlu kita ketahui bersama, yaitu: (1) daya infeksius dan (2) berat-ringan penyakit.

Selama ini hubungan istilah 1 dan 2 ini searah. Artinya jika ada penyakit yang ringan dan semakin memberat, maka daya infeksius pasien tersebut mulai dari kecil hingga membesar. Seterusnya jika pasien kembali menyembuh, maka semakin ringan penyakitnya, daya infeksius semakin mengecil. Secara umum infeksi virus seperti itu.

Tetapi berbeda dengan infeksi COVID-19, daya infeksius tidak selalu mengikuti berat ringan penyakit. Bahkan yang tidak bergejala sama sekali pun, pasiennya bisa infeksius (menginfeksi orang lain).


Hubungan dengan Vaksin

Lalu, apa manfaat vaksin? Vaksin Covid-19, sepengetahuan dokter hanya mengukur berat ringan penyakit. Semakin ringan penyakitnya (meskipun sudah terinfeksi), dianggap vaksin itu manjur. Baca ini: https://www.eriktapan.com/2020/12/sebaiknya-vaksin-covid-19-diberikan.html


Lalu pelaksanaannya?

Dari teori di atas (jika benar informasi yang Dokter dapatkan), maka bisa terjadi:

  1. Semakin banyak orang yang di-vaksin, kemungkinan penyebaran virus Covid-19 akan semakin luas, bukan karena vaksin-nya tetapi karena merasa tidak perlu lagi melaksanakan protokol kesehatan 3M
  2. Bisa jadi, masyarakat yang belum di-vaksin akan terkena infeksi dari kelompok orang yang telah di-vaksin, meskipun kelompok orang tersebut tidak menderita sakit (karena telah divaksin)


Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini, maka saran dokter:

  1. Lakukan vaksinasi pada kelompok yang telah menjalankan  program 3M (Mencucu tangan, menjaga jarak, menggunakan masker) secara baik
  2. Secapat mungkin kita melakukan vaksinasi
  3. Meskipun telah di-vaksin, tetap jalankan protokol kesehatan 3M


Teori di atas memang perlu diteliti lebih lanjut. Dokter serahkan kepada yang lebih ahli. 

Semoga wabah ini cepat berlalu.

Jumat, Desember 11, 2020

Sebaiknya Vaksin Covid-19 diberikan pada kelompok yang 3M-nya sudah jalan

 

Sebaiknya vaksinasi Covid-19 diberikan ke komunitas yang sudah menjalankan protokol kesehatan (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) secara baik. Demikian dijelaskan oleh Bpk. Ahmad Utomo Ph.D, Ahli Biomolekuler dan Konsultan Independen pada Zoom Meeting DAGA#12, Jumat 11 Desember 2020 dengan Tema “Pemanfaatan Media Sosial untuk Menyosialisasikan Vaksinasi 2021”.


Dengan topik “Komunikasi publik ilmiah lewat Youtube dan Media Sosial", Ahmad  sang Youtuber Scientific, menjelaskan bahwa selama ini efektifitas vaksin hanya mengambil parameter orang sakit, sehingga keefektifan vaksin sekarang ini belum diketahui untuk mengurangi daya infeksi virus. Seperti kita ketahui, grafik infeksius COVID-19 berbeda dengan infeksius SARS misalnya, yaitu, sudah berkurang daya infeksinya dengan berkurangnya gejala penyakit. Pada pasien COVID-19, bisa saja tanpa gejala tapi infeksius (bisa menginfeksi orang lain).

Untuk itulah selain memilih komunitas yang akan di-vaksin, sebaiknya mereka yang sudah divaksin tetap menjalankan 3M tersebut, tutup Ahmad.

Jumat, November 27, 2020

Zoom Meeting: Digitalisasi di Tempat Praktik era Milenial & Pandemik

TS dokter ysh, mau tidak mau di era pandemik saat ini kita harus berubah. Berubah pola pikir, berubah cara praktik, dll. Tentu dengan tidak mengenyampingkan prinsip dan sumpah kedokteran yang telah kita ketahui bersama.

Sebagai seorang dokter yang senang dengan perkembangan Teknologi Informasi, saya ingin share apa-apa saja yang bisa diterapkan di tempat praktek Dokter agar bisa terus eksis di jaman teknologi saat ini.

Ditunggu kehadiran teman sejawat pada Zoom Meeting dengan topik:


Digitalisasi Layanan Kesehatan


Hari/tanggal: Jumat, 27 November 2020, mulai pkl. 18:00 WIB

(tempat terbatas 100 seat)


Agenda: 

  • mengetahui apa-apa yang bisa dilakukan oleh Teknologi mendukung Layanan Dokter di praktek swasta, klinik maupun Rumah Sakit di era Milenial dan Pandemik saat ini.


Peserta: 

  • Tenaga Kesehatan Praktek Swasta, Klinik maupun Rumah Sakit termasuk pemilik layanan.


Klik dengan menggunakan nama account yang sesuai (bukan Oppo/Samsung/dll.) di:

https://s.id/digitalisasikesehatan


Meeting ID: 741 7623 1574

Passcode: kbd


Atas perhatian dan kesempatannya diucapkan banyak terima kasih.













Jumat, November 20, 2020

Tanda penumpukan kalsium pasien hemodialisis. Penting dibaca pasien Cuci Darah!!


Salah satu yang harus diwaspadai pasien hemodialisis atau cuci darah adalah penumpukan kalsium di pembuluh darah tubuh termasuk di pembuluh darah jantung. Demikian penjelasan dr Johny, SpPD-KGH, MKes MM., pada acara Round Table Discussion, Jumat 20 November 2020.


Orang-orang yang mengalami kalsifikasi pembuluh darah, risiko kematiannya meningkat. Dari mana tahunya? Apakah secara awam ada tanda-tanda awalnya?


Ada, jelas dr Johny yang berpraktek di RSPAD Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto) Jakarta. Tekanan nadi pasien menjadi lebar lebih dari 60mmHg. Tekanan nadi adalah hasil pengurangan tekanan atas (sistole) dengan tekanan bawah (diastole). Secara standard selisih Sistole dan Diastole adalah 120 - 80 = 40mmHg. Tetapi jika sudah di atas 60mmHg sebaiknya berkonsultasi dengan dokter segera untuk diperiksa lebih lanjut.


Hubungan Calsium, Phosphat dan PTH

Pada pasien-pasien Dialisis, terjadi ketidakseimbangan metabolisme Calcium, Phosphor dan PTH karena itu untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, sebaiknya pasien mengontrol kadar 3 zat ini secara periodik, minimal 3 - 6 bulan sekali. Standard kadar Phosphor (phosphor an organic) adalah 3,5 - 5,5 mg/d, sedangkan Calcium 8,4 - 9,5mg. Untuk PTH adalah 150 - 300 mg/mL. 


Lalu bagaimana dengan suplemen pengikat fosfor yang mengandung kalsium, apakah baik untuk dikonsumsi?

Yang paling ideal lanjut dr Johny, carilah suplemen pengikat fosfor yang non calsium jika:

- nilai fosfor darah lebih dari 5,5mg/dL dan

- nilai calcium darah lebih dari 9,5mg


Adakah cara-cara menghindari kelebihan fosfat dok?

  1. Jauhi makanan yang berbumbu dan makanan / minuman awetan: supermie, snack, dll.
  2. Fosfat dari bahan makanan tumbuhan lebih sedikit dari di ikan maupun di daging
  3. Pengeluaran fosfat sukar dikeluarkan lewat hemodialisis biasa (meskipun durasi ditambah), sebaiknya sekali-kali lakukan hemodialisis dengan highflux atau pun HFR, baca RS / Klinik tempat HD Highflux / HFR di: https://s.id/listhfr



Sahabat pejuang Ginjal yang berbahagia

- Fosfat yang paling bagus 3,5 - 5 di darah. terlalu tinggi tidak baik, terlalu rendah juga tidak baik

- Kalsium score / kalsium di arteri coronary makin tinggi makin tidak baik.


KABAR GEMBIRA bagi member KORAN GINJAL

Ada paket pemeriksaan metabolisme tulang, Koran Ginjal bekerjasama dengan Laboratorium ternama di Indonesia, dapatkan pemeriksaan Fosfor Anorganik, Calcium Darah dan PTH dengan harga discount. Voucher discount bisa diperoleh dengan mengirim WA ke: https://WA.me/6285157701658?text=Voucher%20Lab%20tulang . Discount hanya berlaku selama bulan November 2020.



Cara Daftar menjadi member KORAN GINJAL, klik https://s.id/koranginjal























Didik Mulato pelopor laundry modern Cerdas Laundry

Penulis termasuk orang yang beruntung bisa merayakan hari ulang tahun masa kecil di rumah. Kegembiraan penulis saat teman-teman berkunjung d...