Training website untuk non IT People

 

Bpk/ibu Manager / Pimpinan Perusahaan / Bisnis ysh, 

Di era digital saat ini mau tidak mau, setiap perusahaan / bisnis harus eksis di internet. Apalagi dg aturan PSBB, di mana lagi (calon) konsumen bisa menemui Anda?

Sayangnya banyak di antara kita, yang masih gaptek. 


Salah satu Komunitas yang mengkhususkan diri mencetak pengusaha2 yang Go Digital, Komunitas Bisnis Digital (KBD), menyelengarakan training website dari awal sekali, khusus bagi Anda yang gaptek dan tidak ingin terlalu serius mempelajari website. 


Yang penting tahu:

  • bagaimana proses pembuatan website
  • bagaimana pemilihan domain yg baik
  • bagaimana pemilihan hosting yang efisien & efektif
  • bagaimana agar website Anda (bisnis Anda) ada di mesin pencari Google.
  • dll., yg levelnya perlu diketahui pimpinan


Anda bisa kursus secara Online (Zoom Meeting) dan tersedia juga video-video tutorialnya. Istilahnya, bisa belajar anywhere and anytime. Hanya dengan maksimal Rp. 750.000 (ada discount khusus hingga lebih 50% asal tahu caranya).

Istimewanya, sebagai salah satu member Komunitas Digital (KBD),  Dr Erik Tapan, Dokter Internet Indonesia bersedia membimbing Anda.

Tertarik? Klik web ini untuk info selanjutnya: https://s.id/drinternet

Meskipun sudah agak longgar, namun tetap harus hati jika ingin makan di luar




Meskipun saat ini yg berwenang sudah mulai melonggarkan pembatasan aktifitas karena pandemic Covid-19, namun sebaiknya masyarakat jangan lengah. Dari info yang beredar di internet di bawah ini, terungkap bahwa salah satu hal yang bisa menimbulkan sumber penularan adalah saat makan bersama.

Catatan dr Diah Handayani Sp.P seperti yang kita bisa baca di Social Media menunjukkan kebanyakan pasien tertular Covid-19 saat sedang makan. Di mana tak seorangpun bisa melakukan aktifitas menggunakan masker.

Nah, ternyata di tengah-tengah hambatan tersebut, ada satu Rumah Makan yang menyediakan fasilitas makan di mobil dengan menggunakan meja khusus. Kemudian pelanggan akan diberi hand sanitizer sementara tempat duduk mobil di desinfektan oleh petugas yang menggunakan masker, faceshield dan kaos tangan. Makanannya pun disajikan dalam wadah tertutup.

Salut untuk layanan inovatif dari Restoran Angke tersebut


-----------

Catatan Dr. Diah Handayani, Sp.P

Saat memeriksa pasien dr. Diah Handayani menanyakan ke beberapa pasien Covid-19 yg ditangani nya.

Bertemu atau kontak dengan pasien covid-19 dimana, pak/bu?

Pasien 1 - sepertinya waktu makan2 ada yg ultah Dok, kebetulan waktu makan buka masker semua dan pas foto

Pasien 2: ga paham Dok, saya patuh pakai masker, tp sempat makan di resto makan steak, “sendirian?” Dijawab lagi: ramai2 sama teman2 lama ga ketemu..

Pasien 3: kemarin waktu rapat Dok di kantor, tapi jaga jarak kok... cuma ramai sih.. “kok bisa?? Ga pakai masker ? Tanya saya lagi, trus makan bareng Dok, krn makan semua lepas masker

Pasien 4: saya wfh 3 bulan, baru kemarin masuk rapat pimpinan, (wah boss nih) apa dalam rapat ada yg ikutan positif rekan kantornya pak? Ga tahu Dok, cuma ada yg dirawat.. minggu berikut pas kontrol..Dok termyata 4 dari 6 yg rapat positif tp cuma 2 dirawat,
Lainnya tdk.

Pasien 5: saya sempat rapat, ada makan2? Ga ada, cuma waktu nyanyi2 bbrp lepas masker dan waktu foto foto, semua disuruh lepas masker

Pasien 6: mbak ada ikutan rapat pak ? Ga sih Dok, cuma krn udah lama ga ketemu pulangnya mampir mal makan bareng... apa itu kali Dok? Soalnya pas makan aja buka masker

Pasein 7: saya ga ngerti Dok, tapi saya periksa krn teman seruangan ada yg positif di kantor, tapi saya disiplin pakai masker kok...

Pasien 8: saya di rumah aja Dok, cuma suami udah mulai wfo, trus suami positif? Lagi diperiksa Dok..

Pasien 9: mungkin ga Dok di kereta, sekaramg kereta udah padat, trus kalo ga naik kereta bisa naik motor? Or mobil? “Ga punya Dok”

Pasien 10: saya ga tahu Dok, tapi yg barengan sama saya satu unit ada 3 yg sakit.. kami sering makan bareng ke warteg, trus istirahat dulu biasa lah Dok, nongkrong sebentar, sambil merokok ya? Hehehe dokter tahu aja, makan dan merokok ga pakai masker dong ya.. trus sumbernya siapa dong? Ga jelas dok, kami ga ada yg merasa sakit, kamu kerja naik apa? Kereta Dok, abis macet klo naik angkot,”

Tetap waspada para sahabat. Disiplin melakukan 3M, InsyaAllah kita tidak tertular Covid-19

1M. Menjaga jarak
2M. Memakai masker
3M. Mencuci tangan

Selamat pagi sahabat. Salam sehat bermanfaat

Tips memilih Klinik Dialisis

HFR di Klinik Swasta

Sangat beruntung rakyat Indonesia, begitu diagnosis Gagal Ginjal Terminal, urusan Hemodialisis sudah sangat dipermudah dan nyaris tanpa biaya. Semua ditanggung BPJS.
Namun ternyata urusan cuci mencuci darah tidak sesederhana itu. Datang 2 - 3 x seminggu selama 4 - 5 jam. Dan sesudah itu beraktifitas seperti biasa.
Jika pasien memiliki fungsi ginjal yg tergolong masih "baik", kondisi fisik yang "sehat" / ideal memang sangat mungkin terwujud. Namun harus diingat kondisi yang normal ini tidak akan terjadi terus menerus jika tidak di-maintenance. Dan maintenance itu tidak bisa secara sepenuhnya diserahkan ke pihak luar (Dokter / perawat). Pasien dan keluarga sebaiknya mengambil peran aktif agar kondisi yang optimal bisa tercapai selalu.
Berikut sedikit sharing jenis-jenis klinik HD sehingga bisa membuka wawasan Anda. Klinik jenis mana yg akan dipilih kembali ke keputusan Anda yang tentunya paling tahu mana yang terbaik.

Golongan Klinik berhubungan pembiayaan BPJS
Jika  berhubungan dengan BPJS,,  Klinik HD dibagi atas beberapa golongan: mulai dari D hingga A.  Budget yang disediakan untuk setiap tipe berbeda. Makin tinggi tipenya, budget yang diberikan makin besar. Harapan BPJS, pasien-pasien normal akan dilayani klinik tipe terendah sedangkan yang bermasalah tersaring terus menerus hingga berakhir di tipe A. Nah, kita bisa nilai sendiri apakah harapan ini sudah sesuai kenyataan atau tidak. Bagi pasien yang tidak terlalu bermasalah mendapat jadwal HD di Klinik yang lebih tinggi tentu ok-ok saja? Bagaimana kalau sebalikya? 

Tanggapan Pulse Oxymetri sebagai prediktor kegawatan Covid-19

Berbagai tanggapan yang muncul sehubungan dengan artikel "Pulse oxymetri sebagai prediktor kegawatan Corvid-19",
berikut saya rangkum sbb:


1. A, Guru Besar Ahli Paru
Nilai saturasi yang ditunjukan oleh alat pulse oxymetri memang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti apakah ada anemia dan penyakit paru seperti PPOK dan kondisi lainnya. memang pada Covid 19 ini bila ada pneumonia bisa memburuk dengan cepat. Jika kita mempunyai nilai awal yaitu sebelum sakit, kemudian bila ada gejala dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara serial mungkin bisa ada informasi perburukan. Tetapi harus dilakukan penelitian untuk itu berapa sensitifnya pemeriksaan secara serial bisa menentukan ada perburukan sehingga penentuan penyakit bisa tepat. Tubuh punya mekanisme mengatasi hipoksemia yang terjadi, antara lain dengan pergeseran kurva disosiasi oksigen (kurva yang menggambarkan hubungan antara tekanan parsial oksigen dengan saturasi oksigen). Jika perubahan atau penurunan olsigen berlangsung secara lambat, sehingga mekanisme pergeseran kurva disosiasi lebih dulu terjadi, maka tentu sukar melihat penurunan kadar O2 dalam darah (terjadi karena berkurangnya ventilasi, misal pada pneumonia) tidak terlihat pada awalnya. Baru pada saat kelainan sudah luas dan kompensasi tubuh tidak bisa lagi, baru terjadi perburukan saturasi yang notabene keadaan sudah terlambat. Untuk lebih jelasnya, perlu dilakukan penelitian tentang hal itu.

Tanggapan Dr. Erik: Terima kasih Prof atas responsenya. Sehat selalu ya Prof.

2. B, Pimpinan Organisasi Seminat IDI
Dokter Paru, Internist dan Anesthesiologist yang bisa memberi komentar dengan valid. Kalau saya pribadi bis saja sebagai tool tapi serial foto thorax per 3-4hari dengan gangguan batuk, pilek, demam dan saturasi bisa membantu dan bisa dicover BPJS. Bila sudah ditegakkan diagnosisi Covid-19 maka pembiayaan ke Kemenkes. Sekarang ada sejawat yang beberapa hari membaik, sekarang saturasi menjd 92% belum bisa naik dan masih sesak. Kita berdoa agar beliau diberi kesembuhan Allah swt.

Tanggapan Dr Erik: Terima kasih dok atas infonya. Semoga dokter-dokter yang berada di Garda Terdepan saat ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. Dan semoga masyarakat mau membantu dengan #tetapdirumahsaja

Mungkinkah Saturasi 02 bisa jadi prediksi kegawatan suspek Infeksi Corvid-19?

Kita lagi berbicara di saat kritis yang tentunya jauh dari keadaan ideal. Idealnya pasien dengan gejala demam, pilek dan batuk harus segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat dan setelah dilakukan test mengarah ke suspek infeksi Corvid-19, harus cepat-cepat dirujuk ke RS pusat rujukan Corvid-19 untuk penanganan selanjutnya. Itu berbicara ideal.
Namun dari berbagai media bisa dibaca ada beberapa kasus yang terlewat sehingga sudah gawat baru diterima oleh pusat rujukan. Malah pasien pernah datang sebelumnya ke RS Pusat Rujukan dan diminta pulang karena dianggap pneumonia biasa.

Mengingat hal-hal di atas, mungkinkah Kadar Saturasi Oksigen yang alat ukurnya bisa dengan mudah digunakan bahkan di rumah sekalipun, bisa jadi prediksi pasien suspek infeksi Corvid-19?

Latar belakang pemikirannya adalah salah satu tanda khas yang membedakan infeksi karena Covid-19 dan virus/bakteri lainnya (termasuk flu, pneumonia bakteri)  adalah pneumonia (radang paru) yang cepat memburuk keadaannya. Hal ini bisa diagnosa dengan foto rontgen serial paru. Sayangnya cara ini hanya bisa dilakukan jika pasien dirawat inap.

Alat pengukur Saturasi O2 yang mudah diperoleh di apotik (mudah-mudahan tidak diserbu, setelah membaca artikel ini) bisa mengukur kadar saturasi O2 hanya dengan menjepit salah satu jari. Dan ini tidak sakit dan tidak perlu mengeluarkan darah. Dari pengukurun tersebut (yang bahkan bisa dilakukan setiap saat) kita bisa menilai apakah terjadi penurunan Saturasi 02 secara cepat (per hari) atau tidak. Logikanya jika bukan karena infeksi Corvid-19, kalau sudah diberi terapi oleh Dokter, pasti Saturasi O2nya akan meningkat membaik.

Sayangnya metode pengukuran alat ini hanya berlaku pada pasien yang kondisi sebelumnya sehat. Jika pasien anemia, perokok atau ada gangguan paru lainnya (asma, PPOK, dll.) ataupun sakit jantung kemungkinan tidak bisa menggunakan alat ini.

Saran dokter, di musim CORVID-19, belilah alat ini agar kita tahu setidaknya nilai normal Saturasi Oksigen kita.

Bagaimana pendapat Anda?

Discount Dialisis HFR di Klinik Rena Medika World Kidney Day 2020

Discount Dialisis HFR di Rena Medika

Salah satu hal yang cukup penting dalam proses laundry adalah adekuasi dialisis.
Dengan dialisis yang adekuat, diharapkan akan meminimalkan komplikasi yang mungkin timbul.

Telah diperkenalkan, mesin dialisis yang bisa melakukan HD dengan superhighflux. Sayang belum banyak pusat dialisis yang memiliki mesin ini bekerjasama dengan BPJS, sehingga pasien yang ingin menikmati dialisis HFR terpaksa harus mengeluarkan biaya sendiri.

Mumpung lagi diskon, tidak ada salahnya mereka yang mengalami keluhan:

  • anemia
  • nafsu makan menurun
  • kekurangan nutrisi
  • gatal-gatal
  • kulit menghitam
  • radang

mencoba melakukan dialisis HFR ini.

Testimoni
Berikut testimoni salah satu pasien HD yang terbantu dengan adanya dialisis HFR ini:

Seminar IKCC dalam rangka Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2020

Prof Suhardjono dlm acara World Kidney Day 2020

World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia yang tahun ini ditetapkan pada Kamis, 12 Maret 2020 diperingati Indonesia Kidney Care Club (IKCC) dengan acara Seminar Awam di RS Carolus Jakarta, Sabtu 7 Maret 2020. Dalam acara ini juga, tampil salah satu pasien ginjal, Ary Krisnawati dari Komunitas Hidup Ginjal Muda.

Pembicara pertama, Prof  Dr. dr. Suhardjono, Sp.PD, KGH, KGer menjelaskan bahwa seringkali Penyakit Ginjal Kronik (PGK) tidak bergejala hingga tahap akhir. Sedangkan nyeri pinggang bukan gejala utama penyakit ginjal kronis, guru besar FKUI ini meluruskan. Oleh saat ini, sangatlah penting melakukan Medical Check Up Ginjal agar bisa seawal mungkin mengetahui penyakit ini karena pada tahap akhir, gejala bersifat berat dan dapat mengancam nyama.

Tampil sebagai pembicara kedua, dr Bettia M. Bermawi, Sp.PK, ahli patologi klinik RS Carolus Jakarta yang menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium dalam penanganan PGK memegang peranan penting dalam tahap:
  • Skrining atau deteksi dini
  • Penegakan diagnosis (dan penentuan derajat/staging)
  • Evaluasi perjalanan penyakit dan terapi

Sebelum mengakhir acara yang penuh dengan doorprizes hingga total jutaan rupiah, diputar film kehidupan dari Ary Krisnawati sekaligus tanya jawab dengan salah satu nara sumber terajin di Komunitas Hidup Ginjal (HGM) ini.

Akhirnya selamat merayakan Hari Ginjal Sedunia 2020. Tetap sehat selalu dan jangan lupa melakukan medical check up secara rutin berdasarkan anjuran dokter.

Sekilas buku Biografi Dr Boenjamin Setiawan, Ph.D: Ilmu Kunci Pengetahuan


Membaca buku Biografi Dr Boen (panggilan populer Dokter Boenjamin Setiawan, Ph.D.), Ilmu Kunci Pengetahuan , seperti membaca buku-buku fiksi super hero. Berawal dari kisah yang biasa-biasa saja tanpa gejolak dalam Bab 1. Tegal (kota kelahiran Dr Boen) yang tentram, semakin lama semakin bergejolak, hingga sukses memiliki perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara, Kalbe Group

Lahir dari keluarga tukang krupuk yang sederhana, Dr Boen pelan tapi pasti meniti jalan hidupnya bersekolah di Canisius College Jakarta hingga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan mengambil Ph.D di UCSF Medical Center.

Sepanjang perjalanan hidupnya, jiwa Riset dan Entrepreneur Dr Boen makin terasah. Diceritakan bagaimana usaha dr Boen menciptakan produk hingga merintis berdirinya perusahaan farmasi Kalbe Farma. Semua itu tentu tak lepas dari kegagalan demi kegagalan yang tidak membuat Dr Boen patah semangat.

‌Pada bab-bab terakhir tentu tidak bisa tidak, perjalanan Kalbe Group bisa kita baca, bagaimana Kalbe jatuh dan bangun kembali serta mulai merintis sebagai perusahaan farmasi yang visioner dengan produk-produk masa depannya. Sangat cocok dibaca oleh para enterpreneur yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses.
‌Pada halaman-halaman terakhir buku 300an halaman ini terungkap bahwa sebenarnya Dr Boen tidak terlalu disiplin memeriksa kesehatan dirinya (jangan diikuti ya guys). Juga tidak terlalu disiplin mengkonsumsi obat2 yang dianjurkan dokter. Mungkin karena Dr Boen seorang ahli obat-obatan sehingga lebih tahu obat mana yang cocok dengan dirinya sendiri. Mungkin juga melakukan riset terhadap dirinya sendiri. Siapa tahu?

Akhirnya, dari berbagai buku biografi (dr Boen & Kalbe) yang penulis baca, menurut penulis buku biografi ini yang terbaik. Bahasanya mudah dimengerti dan mengalir dengan mulus. Data dan foto-foto disajikan lengkap. Selamat atas penerbitan Buku Biografi dr Boen, sehat selalu dan panjang usia.


L'Melia HandBody HD, lotion PERTAMA untuk pasien gagal ginjal

L'Melia HandBody HD
  • - Kulit gatal
  • - Kulit pecah-pecah (terutama di tumit) 
  • - Kulit kering dan kusam
  • - Kulit bruntusan

Itu tanda kulit Anda sedang menderita dehidrasi kronis. Menurut Ahli Kecantikan, dr Lalan Melia, Dipl. CIDESCO, jaringan kulit pada manusia layaknya pion dalam permainan catur. Jaringan ini adalah paling depan dalam pertahanan tubuh dan akan pertama yang dikorbankan. Saat suplai air berkurang secara terus menerus, kulitlah yang pertama dikorbankan. 
Jangan sampai kulit Anda kekurangan cairan. Segera minum yang cukup minimal 2 liter / hari. 
Bagaimana dengan mereka, pasien yang harus membatasi cairan yang masuk? 
Dokter yang berpraktik di Klinik L'Melia ini punya solusinya, yaitu L'Melia HandBody HD, formula khusus melembabkan kulit pasien-pasien yang dibatasi minumnya. 

Cara Penggunaan

Bogor Senior Hospital, Rumah Sakit Lansia pertama di Indonesia


Bogor Senior Hospital
Hari Minggu 8 September 2019 kami mendapat kesempatan berkunjung ke Bogor Senior Hospital. Rumah Sakit pertama bagi Senior Citizen di Indonesia itu satu kompleks dengan (sedang dalam pembangunan) Senior Living a.k.a Panti Jompo. Berlokasi di Tajur Bogor Jawa Barat. 

Sebenarnya apa bedanya Rumah Sakit umum dengan Rumah Sakit khusus lansia ( lebih 60 tahun)? Pendapat saya, umumnya orang jika perlu dirawat di rumah sakit ingin secepat-cepatnya keluar, berbeda dengan orang tua. Meskipun ada keinginan untuk cepat pulang ke rumah umumnya perawatannya memakan waktu lama bahkan bisa seumur hidupnya. Pengobatan pada orang tua pun melibatkan banyak obat dengan kondisi organ tubuh yang sudah tidak prima lagi. Dan yang penting aspek rehabilitasinya. Itulah sebabnya, jika ada perawatan khusus orang tua pasti lebih baik dari perawatan umum. Mungkin begitu yang ada di benak management Bogor Senior Hospital. 

Kita memulai Hospital Tour dari lantai 3 RS tersebut. Sepanjang koridor tersedia besi agar mudah dipegang pejalan kaki. Tampak kantin di lantai 1 rumah sakit tersebut. Kamar-kamar perawatan pun dibuat / didesign senyaman mungkin tentu dengan perlengkapan medis yang ready to use.  Foto dan video bisa klik (Facebook): http://bit.ly/BogorSH.

Ada juga ruang ICU, hidro therapy, ruang hemodialisa dan tak ketinggalan mobil Ambulance dan Home Care

Mantaplah pokoknya.