Pengobatan Stem Cell

Pengobatan Stem Cell = Pengobatan dengan sel jaringan sendiri


Tak lama lagi - 5 sampai 10 tahun dari sekarang, begitu menurut futurolog kedokteran Indonesia, dr Boenyamin Setiawan- penderita stroke -setelah serangan- tidak harus selalu mengalami kelumpuhan, gagu, dll. Tak lama lagi -mungkin lebih dekat waktunya, menurut pengalaman Andi Ho, seorang penyanyi Hawai, setelah terapi di Thailand- penderita serangan jantung bisa beraktifitas seperti sebelum kena serangan. Tak lama lagi, seorang penyandang penyakit kencing manis, bisa bebas dari obat minum maupun suntikan.

Begitulah kira-kira bayangan penulis setelah mengikuti acara Workshop Sehari mengenai Stem Cell yang dibawakan dengan sangat baik oleh Johannes Bolze dari University of Leipzig Fraunhofer Society Germany.


Dokter muda ini melakukan percobaan kepada tikus di laboratorium. Pertama-tama diperlihatkan bagaimana kepintaran tikus meniti sebilah kayu sepanjang 1,5 m. Dengan cepat, sang tikus berjalan penuh keseimbangan dari arah kanan ke kiri (sarang buatannya). Kemudian tikus tersebut dibuat stroke, dengan menutup beberapa pembuluh darah diotaknya. Pada kelompok tikus pertama, disuntikkan stem cell jaringan otak ke dalam pembuluh darah tikus. Pada kelompok kontrol tidak dilakukan tindakan apa-apa.

(catatan: pada manusia, tindakan pengobatan akan bermanfaat jika dilakukan sekurang-kuranganya dalam periode 3 jam pertama dari serangan stroke. Hal ini jarang sekali terjadi di Indonesia).

Duapuluh delapan hari kemudian


Duapuluh delapan hari kemudian, kembali diadakan uji tikus meniti sebatang kayu (beamwalk). Ternyata tikus yang disuntik dengan stem cell, bisa berjalan mencapai sarangnya (meskipun agak tertatih-tatih), dibandingkan dengan yang tidak diapa-apakan. Yang terakhir ini, jalannya saja agak goyang dan akan jatuh kalau tidak ditahan oleh sang peneliti.
Kesimpulan yang diambil, penyuntikkan stem cel jaringan otak bisa memperbaiki suatu serangan otak (stroke). Dari foto-foto scanning otak yang dilakukan, terlihat perbedaan sangat menyolok kerusakan jaringan otak yang terjadi antara kelompok yang diberi stem cell dan yang tidak diapa-apakan.

Simposium Stem Cell terkini dan terbesar
Bagi Anda yang tertarik mengikuti penelitian dan pemaparan mengenai Stem Cell oleh para pakar di Indonesia, silakan join dengan kami dalam acara Simposium Sehari Stem Cell, Aula FKUI, 2 September 2006, klik http://www.kalbefarma.com/stemcell2006.
Siapa tahu penyakit yang Anda derita, tak lama lagi akan bisa direparasi.
Posting Komentar