Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2006

Manfaat Dokter yang rajin akses internet

Gambar
Umumnya jika dokter diminta untuk rajin mengakses internet, maka jawaban yang sering saya terima adalah: sibuk, tidak punya waktu, banyak pasien, belum tahu manfaatnya, dstnya. Pada prinsipnya kurang bersedia. Penelitian Enrico Coiera dari Australia membuktikan
akan besarnya manfaat para dokter rajin mengakses internet. Guru Besar Universitas New South Wales Sydney Australia mengemukakan hal ini pada acara Pre Conference APAMI 2006 yang berlangsung di Taipei Taiwan, Jumat, 27 Oktober 2006.

Terlalu banyak informasi

Awalnya, seakan-akan mengamini pendapat umum, Profesor Health Informatics yang energik tersebut menjelaskan bahwa saat ini dengan teknologi informasi khususnya internet, para tenaga kesehatan dibanjiri dengan banyak informasi.
Bayangkan....., ada satu artikel baru yang ditambahkan dalam literatur kedokteran dalam setiap 26 detik. Jumlah artikel ilmiah bertambah menurut deret hitung (eksponensial).

Sebagai gambaran, tulisan mengenai satu penyakit jika diambil dalam periode 110 tah…

Informasi Anti Aging Medicine pada Intisari Oktober 2006 & Kongres PERKAPI

Gambar
Dengan semakin gencarnya informasi mengenai cara-cara hidup sehat saat ini, banyak yang bertanya-tanya mengenai Anti Aging (khususnya Anti Aging Medicine = AAM) kepada saya. Banyak juga -yang belum mengetahui benar apa itu AAM- mempunyai pandangan yang miring terhadap ilmu ini. Sewaktu saya mengemukakan hal tersebut, ada yang mengatakan, "Wah belum saatnya, masih mahal", "Anti Aging itu hanya untuk orang kaya", bahkan ada yang mengatakan "Wah ini ilmu yang melawan kodrat manusia" alias ilmu sesat.

Ungkapan-ungkapan yang sejenis itu yang membuat saya tertarik untuk 'meluruskan'nya.

Untunglah upaya 'pelurusan' ini mendapat dukungan penuh dari Majalah Intisari dan Panitia Kongres PERKAPI (Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia), suatu perhimpunan seminat di bawah PB IDI.

Berikut disampaikan informasi yang benar apa itu Anti Aging Medicine, yang bisa diperoleh rekan-rekan pada:

1. Majalah Intisari edisi Oktober 2006 halaman 104
Majalah I…

Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur

Hari ini saya mengurus surat tilang di PN Jakarta Timur. Beberapa waktu yang lalu, begitu buru-burunya saya, sehingga secara sengaja melanggar rambu lalulintas. Akibatnya kena tilang. Diberi surat tilang warna merah, meskipun saya sebenarnya sudah mengakui kesalahan.

Setelah membaca pelbagai informasi di internet, bagaimana caranya mengurus tilang. Akhirnya saya memberanikan diri mengurus sendiri ke Pengadilan Negeri yang kebetulan di Jakarta Timur.

Sebelum hari sidang, pelbagai tawaran telah masuk ke saya untuk membantu mengurusnya. Namun saya katakan "Terima kasih, saya akan coba mengurusnya sendiri".

Punya pengalaman buruk dengan Agency
Pengalaman saya sewaktu memperpanjang SIM di Polres Kemayoran membuat saya berani mencoba.Waktu itu (kasus perpanjangan SIM), saya meminta bantuan salah satu agency. Ternyata yang saya alami, pengurusannya malah lebih lama. Saya melihat, bagaimana mereka yang mengurus SIM (non calo/agency), begitu cepatnya memperoleh SIM. Sedangkan saya (vi…