Manfaat Dokter yang rajin akses internet

Umumnya jika dokter diminta untuk rajin mengakses internet, maka jawaban yang sering saya terima adalah: sibuk, tidak punya waktu, banyak pasien, belum tahu manfaatnya, dstnya. Pada prinsipnya kurang bersedia. Penelitian Enrico Coiera dari Australia membuktikan
akan besarnya manfaat para dokter rajin mengakses internet. Guru Besar Universitas New South Wales Sydney Australia mengemukakan hal ini pada acara Pre Conference APAMI 2006 yang berlangsung di Taipei Taiwan, Jumat, 27 Oktober 2006.

Terlalu banyak informasi

Awalnya, seakan-akan mengamini pendapat umum, Profesor Health Informatics yang energik tersebut menjelaskan bahwa saat ini dengan teknologi informasi khususnya internet, para tenaga kesehatan dibanjiri dengan banyak informasi.
Bayangkan....., ada satu artikel baru yang ditambahkan dalam literatur kedokteran dalam setiap 26 detik. Jumlah artikel ilmiah bertambah menurut deret hitung (eksponensial).

Sebagai gambaran, tulisan mengenai satu penyakit jika diambil dalam periode 110 tahun:

  • 30% dibuat dalam 50 tahun pertama dan
  • 40% dibuat dalam 10 tahun terakhir
Pasien makin sering bertanya
Era banjir informasi ini juga membawa kemudahan bagi pasien. Pasien makin tahu tidak hanya hal-hal yang berhubungan dengan penyakitnya, namun juga hak dan kewajibannya sewaktu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan (dokter).
Jika beberapa waktu yang lampau, pasien menyerahkan sepenuhnya penanganan penyakit atau keluhan ke tangan dokter tanpa banyak bertanya, sekarang ini, minimal ada 6 pertanyaan pada setiap konsultasi, demikian jelas Prof Coiera.
Pertanyaan yang tidak selalu mudah untuk dijawab. Internet merupakan salah satu media menggali informasi guna menjawab pertanyaan pasien-pasien, yakinnya.

Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Penelitian yang dilakukannya di Australia terhadap 55.000 responden sejak tahun 2001 hingga 2003 menghasilkan kesimpulan bahwa:


  • Kebiasaan mencari bukti via online meningkatkan kecepatan dan akurasi saat menjawab pertanyaan klinis yang diajukan pasien
  • Kebiasaan ini harus diterapkan secara rutin pada setiap institusi pelayanan kesehatan


Ternyata tidak sia-sia untuk selalu mengakses internet.

Bagaimana pendapat Anda?


Pre Konferensi APAMI 2006
Pre Konferensi APAMI 2006 ini membahas beberapa topik penting dalam bidang Informatika Kedokteran, seperti:

  1. Harnessing the Bibliome Enrico Coiera oleh Enrico Coiera
  2. The Value of Healthcar Information Technology in Clinical Practise oleh Blackford Middleton
  3. Dedicated Programs in Health and Medical Informatics Approaches, Examples dan Graduates' Job Perspectives oleh Reinhold Haux

Asia Pacific Association of Medical Informatics
Sedikit info mengenai APAMI atau Asia Pacific Association of Medical Informatics.
APAMI adalah suatu organisasi Medical Informatics tingkat Asia Pasifik yang mempunyai pertemuan 3 tahunan. Sampai saat ini APAMI mempunyai 13 negara anggota yang menurut abjad: Australia, Cina, Filipina, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia
Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Induk dari APAMI adalah IMIA atau International Medical Informatics Association.

Klik perbesar untuk melihat APAMI Executive Member:

Posting Komentar