Mencari Emergency Lamp yang handal

Peristiwa pemadaman listrik baru-baru ini, tepatnya di rumah saya, Sabtu 3 Februari 2007, membuat saya menyadari ada yang tidak beres dengan salah satu Emergency Lamp (EL) di rumah saya. Saya punya 2 EL.

Dua-duanya sebenarnya sudah cukup lama. Yang pertama berusia sekitar 10 tahun, sedangkan yang lebih mudah baru berusia 3 tahunan. Yang lama bentuk cukup minimalis dengan lampu yang terdiri dari 2 noen kecil. Karena memang sudah lama, saya -waktu itu- merencanakan untuk mencari lagi satu EL yang lebih baru untuk ditempatkan pada kamar tidur utama. Sayangnya, model lama tersebut sudah tidak ada, sehingga saya membeli model yang agak baru, lampunya terdiri dari neon bundar. Model baru ini mempunyai LED yang akan menyala jika listrik dalam batereinya sudah penuh (fulll charge). Kelihatannya lebih canggih.

Apa yang terjadi
Saat sedang enak-enaknya tidur pada Sabtu 3 Februari tersebut, dini hari listrik padam. Sekitar pukul 5 pagi, saya melihat EL yang terakhir sudah tidak menyala sedangkan EL lama masih menyala. Itu artinya daya tahan baterei EL baru sudah tidak sekuat EL yang lama. Padahal dua-duanya mengalami perlakuan yang sama, yaitu saya colok terus menerus ke listrik sepanjang hari/bulan/tahunan.

Penasaran dengan apa yang terjadi pada EL baru, saya baca peringatannya:

CAUTION:
1. PLEASE SELECT AC SOURCE BEFORE PLUGING TO THE SOCKET.
2. RECHARGE FOR 24 HOURS BEFORE FIRST OPERATION.
3. RECHARGE THE LATERN EVERY 4 MONTHS TO RETAIN BATTERY POWER EVEN NOT IN USE.
4. KEEP LATERN AWAY FROM DIRECT SUNLIGHT AND HIGH HUMIDITY

Persoalannya sekarang, apakah daya baterei yang ada dalam EL baru sudah merosot akibat saya charge terus menerus meskipun lampu LED indikator sudah menunjukkan penuh?

Menurut saya, jika listrik kita tidak padam-padam, artinya kita harus mencabut EL tersebut. EL tersebut harus senantiasa dalam keadaan terputus hubungan dengan Listrik.
Betapa merepotkan......

Mengapa pada EL baru tersebut tidak sekalian saja dibuat tombol on-off saja, sehingga saya tidak perlu mencabut jika batereinya sudah penuh. Colokannya khan agak susah dijangkau karena berada di belakang lemari.
Atau yang paling ideal (seperti EL yang lama), colok saja terus dilistrik, kalau listrik padam, akan nyala sendiri. Tanpa peduli apakah batereinya sudah penuh atau tidak.

Mohon saran dari rekan-rekan pembaca, karena EL jenis pertama sudah tidak ada di pasaran lagi (import?), kira-kira pembaca punya saran EL yang ideal untuk saya: bisa colok terus menerus ke listrik tanpa merusak atau mengurangi daya/power ketahanan EL tersebut.
Posting Komentar