Vaksin HPV salah satu cara pencegahan Kanker Serviks


Seperti yang pernah penulis sampaikan dalam buku "Kanker, Anti Oksidan dan Terapi Komplementer", salah satu penyebab penting dari Kanker Leher Rahim adalah infeksi Human Papiloma Virus. Buku yang diterbitkan April 2005 tersebut menulis:

Seperti diketahui, Human Papiloma Virus (HPV) memegang peranan penting dalam hal terjadinya kanker leher rahim. Sekali seseorang mengidap HPV, maka seumur hidup virus tersebut akan berada pada tubuh orang tersebut.

Saat ini belum ada teknologi kedokteran, termasuk yang paling maju sekalipun, yang bisa 'mengeluarkan/membunuh' virus tersebut sampai tuntas pada tubuh seseorang. Oleh karena itu pencegahan terhadap 'masuk'nya virus ini sangatlah penting dalam hal mencegah terjadinya kanker leher rahim atau menjadi penular kanker leher rahim (termasuk juga bagi para pria). Virus ini hanya bisa berpindah pada saat melakukan hubungan seksual.
HPV ditemui pada sekitar 90 – 96 % penderita Kanker Leher Rahim.

Kabar gembira bagi para pengidap HPV, karena tidak semua HPV itu menyebabkan Kanker Leher Rahim. Dari 70 tipe HPV yang diketahui saat ini, hanya 13 tipe HPV yang erat kaitanya dengan kanker leher rahim. Tipe yang dimaksud adalah tipe 16, 18, 31, 33, 36, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68.

Virus-virus ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu meskipun tidak sepenuhnya tepat, bisa dikatakan kanker leher rahim adalah penyakit yang 'menular' via virus.


Kabar gembira kedua, baru-baru ini, penulis diundang menghadiri acara Launching Vaksin Virus HPV, Gardasil. Gardasil diposisikan sebagai vaksin yang bisa mencegah masuk dan berkembang HPV tipe: 6,11,16, dan 18.

Vaksin ini diperuntukkan bagi para wanita muda yang berusia 9 - 26 tahun. Saat mereka (para perempuan muda) secara teori belum terpapar dengan virus tersebut.

Dari presentasi dan diskusi yang dilaksanakan tanggal 21 April 2007 tersebut, terungkap beberapa point penting:
- Suntikan awal diberikan 3 kali
- Mengenai apakah perlu di-booster, penelitian yang dilakukan saat ini baru sampai 5 - 6 tahun, dan kadar antibodi yang ada pada tubuh pasien belum turun. Jadi belum perlu dilakukan booster. Ke depan akan terus dipantau kapan titer antibodi pasien akan menurun sehingga perlu booster. Mungkin saja tidak untuk selamanya.

Selamat Hari Kartini.

Untuk informasi lebih lanjut silakan akses:
http://www.cegahkankerserviks.org
Posting Komentar