Mengurus Surat Kompetensi di KDDKI


Umumnya kalau berurusan dengan pihak yang hanya satu-satunya, kesulitan sudah terbayang di hadapan kita. Seakan-akan pameo "kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah", menjadi spirit kerja mereka.
Mau apalagi? Kalau banyak pihak, memang kita bisa memilih, tetapi kalau hanya dengan mereka kita mesti berurusan? Cukup mengusap-usap dada saja.

Oleh sebab itu, hal yang pertama ada di pikiran saya -sewaktu diminta mendampingi rekan saya- betapa ruwet dan menyebalkan nantinya, jika akan mengurus surat kompetensi, khususnya kompetensi Dokter Umum.

Bayangkan, kita hanya bisa mengurus di satu tempat, yaitu -waktu itu saya belum tahu di mana- di Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Surat Kompetensi ini, diperlukan teman sejawat saya, guna pembuatan STR (Surat Tanda Registrasi) dari KKI (Konsil Kedokteran Indonesia).


Berbeda 180 derajat
Ternyata, pembaca yang tercinta, bayangan saya itu terbalik 180 derajat. Saat menelpon mereka untuk menanyakan apa-apa saja yang diperlukan, dijawab dengan penuh keramahan. Begitu pula saat memasukkan berkas, senyum ada di mana-mana di ruangan Sekretariat Kolegium Dokter Umum dan Dokter Keluarga Indonesia (KDDKI). Pesan petugasnya, tolong dicek tanggal sekian, kalau sudah jadi atau belum. Waktunya kalau nggak salah sekitar 2 mingguan.
Pas pada tanggal yang ditentukan, belum sempat di-cek, teman saya itu sudah terima SMS yang menyatakan bahwa surat Kompetensinya sudah selesai.
Akhirnya berangkatlah saya bersama teman saya tersebut untuk mengambil Surat Kompetensi Dokter Umum tersebut.

Wah....wah..... sudah beda sekarang yha?

Bravo, begitu donk. Salut untuk KDDKI dan PB IDI.
Sekarang teman saya akan mencoba mengurus surat di KKI dan Dinas Kes. Apakah akan mengalami hal yang sama pula? Mari kita tunggu jawabannya!!!
Tenang saja...... kamera foto terus saya bawa....
Dalam foto terlihat betapa baik dan ramah pelayanan yang diberikan.

Kalau ada pembaca yang punya pengalaman mengurus sesuatu, silakan tulis di kolom komentar blog ini.
Posting Komentar