Fw.: Syarat menjadi dokter yang mendunia

Mau tidak mau, suka tidak suka, Dokter Indonesia harus mendunia.
Kalau ditanya, apakah Dokter Indonesia, masih kurang mendunia?
Berikut ada diskusi di Mailinglist Dokter Indonesia yang menurut saya cukup menarik:


Niklausdj wrote:
Saya punya pertanyaan nih,
bagaimana caranya agar Indonesia dapat melahirkan dokter-dokter muda kelas dunia dalam jumlah yang banyak agar mutu pelayanan kesehatan di Indonesia ini dapat meningkat pesat.

Karena seperti yang kita tahu, saat ini Indonesia jarang sekali menjadi tujuan dunia untuk mengobati suatu penyakit. Rujukannya kebanyakan selalu di luar negeri.
Ada saran??

Jawab:
Pak Niklaus Yth,

saya kira bukan dokternya (saja) yang tidak berkelas dunia, tetapi standar pelayanan di Indonesia dan Rumah sakit umumnya yagn belum berkelas dunia, dalam product, place, price, dan promotionnya. Dokter Indonesia tidak kalah "jago"nya dengan doktern Singapore atau Malaysia, tapi orang lebih suka berobat di sana. Contohnya, ada seorang dokter senior di Sumatera, beberapa kali seminggu ybs praktek di Malaysia atau Singapore, dan pasiennya yagn orang Indonesia dan tinggal di Sumatera (tentunya yang punya uang), berobat kepada beliau di luar negeri.

Saya punya pengalaman pribadi, dulu ketika masih suka ikut mengantar pasien. Saya mengantar pasien dengan masalah ortopedi, sampai di ME hospital S'pore jam 2 malam, 15 menit kemudian dokter ortopedi senior yagn akan mengoperasi dan merawatnya datang untuk say hello, memastikan semuanya sudah dipersiapkan, dan menceritakan apa akan dilakukan. Sebaliknya, saya antar pasien ke RS di Jakarta siang hari, baru siang hari berikutnya sang dokter senior yang akan merawatnya datang, itupun tidak se "friendly" dan terbuka yang di S'pore.

Cotoh lain, saya stop over di RS S'pore malam hari sebelum ke Tokyo membawa pasien stroke. sambil menunggu di RS S'pore beberapa jam, pasien langsung ditangani petugas, termasuk fisioterapi.

Jadi, kalau mau berkelas dunia, tidak cukup hanya dengan kepandaian dan ketrampilan yang tinggi, tetapi personal approach dan touch sangat diperlukan. Tentu dilengkapi kenyamanan di rumah sakit dan sekitarnya.

Semoga menambah wawasan.
Wass,
Amin Soebandrio
Posting Komentar