Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2007

E-health, memudahkan pasien

Gambar
Berbagai topik menarik dijalankan pada tiga track paralel konferensi tersebut. Penulis sempat mencatat beberapa topik menarik, seperti:

(keterangan gambar: Dr Hans van der Slikke, President Society for Internet and Medicine, penyelenggara Mednet)

1. Rekam Medis Elektronik
Topik ini dibawakan oleh Dr Volker Wetekam, CEO of Siemens Medical Solution Health Service Jerman. Menurutnya, suatu saat nanti, e-Health bisa meningkatkan kolaborasi antar penyedia jasa pelayanan kesehatan. Rekam Medis Elektronik merupakan dasar yang penting untuk mencapai situasi tersebut. Internet, ramalnya, bisa memacu perkembangan industri kesehatan secara global dalam 5 - 6 tahun ke depan. Saat ini industri kesehatan umumnya masih bersifat lokal ataupun regional, namun ke depan dengan didukung internet sangat mudah untuk mencapai industri yang global.
Dalam bahasa sehari-hari, jika kita sakit atau ingin memeriksakan diri di rumah sakit mana saja, tidak perlu repot lagi membawa-bawa catatan medik kita atau melakuka…

Bila Saatnya Tiba, Konsultasi Kesehatan via Internet

Sebut saja namanya Maya. Remaja ini sangat gelisah melihat keadaan Bapaknya yang tidak kunjung sembuh dari sakitnya. Ingin berobat ke dokter, tetapi Bapaknya tidak mau. Akhirnya, Maya mulai mencoba mengakses internet untuk mencari info mengenai penyakit Bapaknya sekaligus bertanya pada salah satu milis kesehatan di Internet. Untunglah dengan pelbagai saran dari dokter internet maupun sesama penderita, pelan-pelan Maya berhasil meyakinkan Bapak dan keluarganya untuk segera menangani penyakit tersebut.

Kejadian yang agak berbeda dihadapi oleh Wulan, mahasiswi salah satu universitas terkenal. Sebagai penganut paham sex bebas, Wulan (bukan nama sebenarnya), sangat risau dengan kondisi organ v-nya. Mau bertanya langsung ke dokter, malu rasanya. Iya kalau benar itu penyakit kelamin, kalau bukan khan bisa terbongkar rahasia kehidupan sexualnya selama ini. Jalan satu-satunya, yha... ke warnet dan melakukan konsultasi dengan dokter internet.

Kisah ini bisa diperpanjang lagi, misalnya Andre, kary…

Hari 7: Kesempatan menumpang pesawat Singapore Airline

Gambar
Dalam perjalanan ke Jakarta, pesawat yang kami tumpangi transit di Singapore. Berhenti sebentar untuk kemudian akan melanjutkan terbang ke Jakarta.
Begitu turun dari pesawat tersebut (sekitar pukul 4 sore waktu Singapura), kami diminta masuk ke gate no 22 di bandara Changi Singapura. Buru-buru kami keluar dari pesawat melalui belalai dan masuk ke gate yang ditunjuk. Banyak dari kami para penumpang sudah tak sabar menunggu tiba di Jakarta mengingat sudah sekitar 15 jam kami berada di udara.

Sebelum memasuki gate, barang bawaan kami diperiksa dengan teliti. Notebook harus dikeluarkan dari tas. Tidak boleh membawa cairan yang melebihi 100 cc (kalau pun mau membawa harus dibungkus dalam kantong plastik transparan).
Jika melewati pintu pemeriksaan (detektor) dan keluar bunyi dari mesin, maka sekujur tubuh kami akan diperiksa dengan teliti.

Penulis meng-akalin dengan memasukkan semua benda yang diperkirakan akan mengeluarkan bunyi: kunci, koin, handphone, dll. ke dalam tas, sehingga saat melewa…

Hari 5: Tertangkap aktifitas menulis di konferensi

Gambar
Pekerjaan reportase di mana-mana sama rupanya. Di sela-sela aktifitas mengikuti konferensi, para 'kuli keyboard (d/h kuli tinta)' harus pinter-pinter meluangkan waktu untuk mengirim naskah. Demikian pula dengan penulis. Setiap saat mengirim naskah ke Indonesia dan di-upload dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). Ini tentu untuk pembaca yang berada di Indonesia dan masyarakat dokter internet yang berada di luar negeri yang belum terlalu familiar dengan Bahasa Indonesia. Aktifitas ini ditangkap oleh salah satu kantor berita Uni Eropah yang secara tak sengaja menangkap aktifitas kuli keyboard Indonesia (tengah). Btw, kalau saya tahu bahwa kita sama-sama kuli keyboard, pasti sudah saya ajak omong yha. :-)

(gambar diambil dari: http://www.ehealthnews.eu/content/view/774/37/, keterangan gambar: eHealthNews.EU Adminsitrator/Editor has a couple of minutes to publish a new article)


Hari ini, hari terakhir konferensi. Sejak awal kelihatan topik yang disajikan merupakan anti klimaks da…

Hari 3: Acara Konferensi Mednet 2007 dimulai

Gambar
Tepat pukul 9:20 waktu setempat (atau pukul 14:20 WIB), Konferensi Mednet dibuka secara resmi. Berbeda dengan situasi di Indonesia, dimana Ketua Panitia Pelaksana melaporkan acara, kemudian pembukaan oleh pejabat yang lebih tinggi, di Mednet 2007, pembukaan dilakukan oleh Presiden Mednet Dr Hans van der Slikke, ahli Kebidanan dan Kandungan dari Negeri Belanda dan kemudian laporan dari Ketua Panitia dr Christian Elsner dari Jerman.

Topik yang akan dibawakan dalam konferensi ini bervariasi sesuai dengan tema yang diusung yaitu: "Mednet 2007: eHealth Entrepreneurship & Evidence".

Sekitar 240 peminat dari 40 negara akan diberikan informasi mengenai:
Business Concepts and Systemic Economic EffectsEconomic Effects of Single ApplicationsTelemedicineClinical Workflow SupporteTrialsWeb-based Consultation, Health Terminals & Virtual Clinic OnlineQuality of InformationeHealth Architecture and Health Records OnlineHealth Records Online and Patient EmpowermenteHealth Interoperabilit…

Hari 2: Berjumpa teman lama yang belum pernah ketemu langsung

Gambar
Mengunjungi BioCity, tempat acara dilaksanakan penulis lakukan pagi hari. Sesampainya di tempat pelaksanaan acara, ternyata sudah ada satu orang yang tiba duluan sebelum penulis yaitu Mr. Esat dari Turki, yang akhirnya jadi sahabat akrab penulis sehari-hari. Orangnya baik (waktu itu sih belum kenal) dan sangat suka menolong. Beliau adalah Konsultan Sistem Informasi Kesehatan dan IT.

Mengenai materi workshop / konferensi tidak akan dibahas detail di blog ini. Bisa membaca di media online atau media cetak yang biasa memuat tulisan penulis.

Setelah bertemu dengan Ketua Panitia dan Panitia Pelaksana, penulis diberi perangkat konferensi dan diminta untuk bersabar karena workshop baru akan dimulai sesudah makan siang. Buat penulis nggak masalah. Lebih baik berada di tempat pelaksanaan acara dibandingkan di hotel yang tidak punya akses wifi/internet.

Dengan internet, e-mail-e-mail bisa direply dan banyak kerjaan yang bisa dilakukan antara lain mengupdate blog ini.

Penulis memang membawa laptop …

Hari I: Diakalin hotel tempat menginap

Gambar
Hari pertama mendarat di Leipzig sudah diliputi kekecewaan. Jauh-jauh hari sudah membook hotel, namun saat mendaftar kembali, mereka tidak mau tahu. Biaya breakfast yang tadinya digratiskan harus ditambah bayarannya. Hitung-hitung sih tidak begitu besar dan pantas untuk ukuran di Leipzig (ini saya tahu hari-hari terakhir, namun pada hari pertama, sempat ngotot-ngototan).
Tiba sekitar jam satu siang. Berarti di Jakarta sudah pukul 1 + 5 atau pkl. 6 sore. Lucunya saat stop over (transit) dari Frankfurt (dalam foto) menuju Leipzig, kita mempergunakan pesawat jet kecil. Kapasitas maksimal 80 orang. Terisi penuh semua. Perjalanan sekitar 45 menit. Jalannya di atas awan, begitu mau mendarat barulah pesawat tersebut menembus lapisan awan. Sekitar 10 menit, kami penumpang pesawat tidak bisa melihat apa-apa kecuali putih semua di luar pesawat (jadi ingat lagunya Peter Pan, Di Balik Awan). Begitu keluar lapisan awan ternyata sudah berada di atas run way bandara. Tak lama kemudian, tibalah kita d…

HARI 0: Mencoba akses internet telpon

Gambar
Saat menulis e-mail ini saya berada di Bandara dalam rangka perjalanan menuju Leipzig - Jerman. Saya akan menghadiri Konferensi Dokter Internet Internasional.

Wah apa lagi itu? Tentu muncul pertanyaan diantara pembaca.
Memang benar, kita para dokter internet (dan juga mereka yang senang mencari info kesehatan/berkonsultasi) tidak perlu risau. Di dunia saat ini sudah ada perkumpulan Dokter Internet. Tentu kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk memperkenalkan kemajuan para dokter internet indonesia. Supaya seluruh dunia tahu (khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia internet kedokteran) bahwa di Indonesia sudah ada kegiatan di bidang Dokter Internet.

Banyak yang menumpang Luthfansa
Dalam pikiran saya, pasti penumpang Lutfhfansa akan sedikit. Siapa juga dingin-dingin begini akan ke Jerman, khususnya Frankfurt. Ternyata tebakan saya meleset jauh.

Penumpangnya membludak. Sungguh sangat-sangat membludak. Saya datang dari pukul 3 sore (kalau di jadwal pesawat berangkat pkl. 18:55 W…