Pengobatan Herbal untuk Kanker Serviks, apa ada yang salah?

Saat sedang berolahraga, saya sempat sekilas melihat acara Herbal di salah satu station televisi. Kalau nggak salah acara yang dimulai pada pukul 9 pagi ini dipandu oleh artis cantik, Arzeti Bilbina.

Topik yang dibahas adalah Kanker Leher Rahim. Acara dimulai dengan tayangan mengenai situasi berapa banyak wanita menderita kanker leher rahim. Ada gambar-gambar/film 3D yang cukup baik mengenai organ kewanitaan tersebut. Lalu masuklah narasi betapa sedihnya saat ini para wanita Indonesia yang selalu datang berobat jika kankernya sudah stadium lanjut.

Ditunjukkan pula bagaimana ramainya suatu pelayanan kesehatan melayani pelbagai macam orang (terakhir saya menduga itu adalah gambar yang diambil dari tempat praktek sang nara sumber yang adalah seorang herbalist).

Saya sendiri bukanlah orang yang anti memanfaatkan tanam-tanaman untuk menjaga kesehatan. Malah sebelum memanfaatkan bahan-bahan kimiawi, saya lebih senang memanfaatkan tanaman untuk keadaan seperti saat cape', diare bahkan untuk menjaga level lemak darah, dll.

Tapi apakah bijaksana melakukan terapi herbal pada penyakit seperti kanker?



Dalam salah satu pemaparannya, sang herbalist tersebut mengatakan, bahwa herbal itu sangat aman, jika konsumsinya tidak cocok atau berlebihan, maka tidak ada bahayanya. Satu-satunya kerugian dideritanya hanyalah pemborosan karena tidak bermanfaat, kalau tidak salah seperti itu pesan yang disampaikan.
Meskipun saya kurang sependapat, namun namanya orang berpromosi, ya tentu boleh-boleh saja.

Selanjutnya ditampilkan seorang dokter wanita dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI).
Wauw keren, gumam saya. Tumben acara beginian ada dokternya (biasa dokter jadi pemandu acaranya, hik...hik..hik.., becanda). Pasti dokter tersebut meskipun tidak akan mengkontra terang-terangan, namun minimal bisa memberikan informasi yang berbeda (dari sudut pandang bidang kedokteran tentu), agar bagi siapa saja yang melihat acara tersebut bisa memperoleh informasi yang seimbang. YKI gitu lho!!

Ternyata harapan saya meleset. Sang dokter sama sekali tidak menyinggung mengenai pengobatan. Yang dibahas hanyalah: apa itu kanker serviks (akhirnya membuat bingung Arzeti dengan mulut atau leher rahim), apa perbedaan tumor dan kanker, dst...dst..

Apakah ini berarti secara tidak langsung YKI mendukung pengobatan herbal untuk kanker serviks?

-------------------------------------------------------------
Ingin CANTIK tapi tetap SEHAT? Klik ini: http://bit.ly/LMelia 
-------------------------------------------------------------

Mungkin banyak yang belum tahu apa "bahaya" menggunakan "herbal" untuk mengobati penyakit kanker. Herbal yang saya maksud di sini tentu (sesuai dengan yang saya lihat di acara tersebut) berasal dari tanam-tanaman yang diolah sedemikian rupa dengan takaran seadanya (ukurannya hanya berupa satu tangkai daun, dst..dst). Apalagi mengharapkan riset terhadap metode pengobatan sejenis itu.

Bahayanya memang (mungkin) tidak akan mematikan langsung pasien yang menderita TETAPI menunda pengobatan yang semestinya bisa dilakukan. Hasilnya pasien akan kembali ke tenaga medis dengan keadaan yang lebih parah dan lebih sukar lagi disembuhkan.

Semoga ke depan, baik pengelola TV, apakah Yayasan Kanker Indonesia, mau lebih peduli lagi untuk memberi informasi yang baik dan benar berdasarkan keilmuan dan tanggung jawab masing-masing.

Atau mungkin saya yang salah yha? Mungkin saja, begitu ampuhnya herbal tersebut sehingga YKI mau mengakomodasi menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker serviks. Mudah-mudahan benar dugaan saya.
Posting Komentar