Alternatif pendidikan dokter fresh graduate, Anti Aging Medicine



Mau
tidak mau, sebagian besar dokter saat 'fresh graduate' (bisa dikatakan demikian) akan berusaha untuk mencari ilmu tambahan. Sayangnya tidak semua dokter baru lulus ataupun yang telah selesai menempuh masa kerja bakti di daerah bisa beruntung memperoleh kesempatan menempuh pendidikan spesialis. Meskipun pemerintah selalu mengatakan bahwa kebutuhan dokter spesialis masih banyak di Indonesia, namun sehubungan dengan tempat mencetak spesialis masih relatif kurang, jadilah produksinya tidak bisa mengejar.

Oleh karenanya mempelajari anti aging medicine merupakan bidang yang menarik minat "dokter-dokter muda". Apalagi proses belajarnya sangatlah flexible dan bisa dipelajari oleh siapa saja.

"Banyak dokter mempunyai kesungguhan untuk mempelajari Anti-Aging Medicine (AAM) sebagai kurikulum menyeluruh secara akademis. Mereka ingin menjadi profesional sejati, tidak hanya mempelajari sebagai salah satu pelajaran kejuruan (vocational). Di sisi yang lain, sayangnya, banyak dokter yang tidak memahami konsep-konsep ilmiah dari Anti-Aging Medicene. Mereka belum mengerti bahwa sebagai bagian dari ilmu kedokteran, preparat-preparat dalam Anti-Aging Medicine juga harus bisa dibuktikan secara evidence based standar ilmu kedokteran". Demikian dipaparkan oleh Prof Wimpie Pangkahila, saat membuka The 8th Asia Pacific Conference & EXPO on Anti-Aging & Regenerative Medicine di Hotel Borobudur Jakarta, 22 - 24 Oktober 2009.



(dalam foto dari kiri ke kanan, tampak Prof Robert Goldman, Prof Wimpie Pangkahila dan saya)


Acara yang diselenggarakan bersama dengan The 5th A4M Indonesia Conference on Anti-Aging & Regenerative Biotechnology menghadirkan pakar-pakar Anti Aging dunia, regional dan lokal seperti: Robert Goldman (Chairman of the Board, The American Academy of Anti-Aging Medicine / A4M), Michael Klentze (Secretary General European Society of Anti-Aging & Regenerative Medicine / ESAAM), Claus Muss, Xanya Sofra-Weiss, Anjan Kumar Das, Koosnady Saputra, Tanjung Subrata, Abraham Arimuko, Agus Budi Santoso dan Ferry Sandra.

Pesan saya, jika para dokter tertarik mempelajari Anti Aging Medicine, telitilah terlebih dahulu materi/kurikulum yang diajarkan dan selidikilah asal-usul pendidikan tersebut.

Semoga berhasil.
Posting Komentar