Keren!! Webinar Kedokteran mengenai Jantung oleh PERKI

Sertifikat Kehadiran acara Webinar PERKI & ACC
Kemajuan teknologi tak bisa dielakkan lagi. Saat ini dunia semakin kecil. Apa yang terjadi di Jakarta bisa dinikmati oleh sebagian besar orang di luar pulau Jawa juga. Demikian kesimpulan saat saya mengikuti acara Webinar yang mengangkat tema “Atherosklerotic Cardiovascular Diseases Prevention” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Kardiologi Indonesia (PERKI) bekerjasama dengan American College of Cardiology (ACC) dan didukung oleh PT Pfizer Indonesia.

Stephen L. Kopecky dari Mayo Clinic dan Julieta Gabiola dari Stanford University menjadi pembicara tamu disamping Harmani Kalim dan Bambang Widyantoro. Info dari panitia, acara ini diikuti lebih dari 1.000 dokter. Ada yang berkumpul di Hotel Mulia Senayan Jakarta maupun di cabang-cabang PERKI di pelosok tanah air, ada pula yang mengakses dari komputer masing-masing di rumah / kantor / tempat praktek.

Interaksi (diskusi kasus) antara nara sumber dan peserta dilakukan via website. Diakhir acara, peserta yang ingin memperoleh sertifikat dari PERKI dan ACC bisa mengisi kuisioner secara online.

Menyaksikan secara langsung acara ini dari Jakarta, sungguh baik sekirannya semakin banyak organisasi profesi kedokteran di Indonesia melakukan hal ini. Murah meriah dan bisa diikuti oleh siapa saja (dokter) dari seluruh Indonesia.


Live CHAT Gangguan Ginjal setiap Selasa di HaloDOC

Live Chat Gangguan Ginjal di HaloDoc
Pembaca yang sehat selalu
Yang saat ini lagi cemas, apakah saya menderita sakit ginjal? Susah kencing, kencing berbusa, sakit pinggang, dll.? 
Atau yang sudah didiagnosis dokter sudah mulai mengalami gangguan ginjal, ada penyakit gula, darah tinggi, sering marah-marah? 
Terbuka kesempatan untuk diskusi live chat secara pribadi dengan dr Erik. 
Caranya download aplikasi HaloDoc di Google Play atau Apple Store, dan cari "dr Erik Tapan".
Jangan lupa setiap Hari Selasa, mulai pkl. 17:00 s/d 19:00 WIB.


Syarat dan Ketentuan Berlaku Konsultasi Kesehatan via Aplikasi:

  1. Konsultasi yang diberikan via aplikasi tidak bisa menggantikan nasehat dokter yang bertemu dan memeriksa llangsung
  2. Konsultasi lebih menekankan aspek preventif dan edukasi yang luput/perlu diulang saat bertemu dengan dokter langsung.
  3. Tidak melayani konsultasi pasien-pasien emergensi, perdarahan, stroke, serangan jantung, dll.
  4. Jika lebih dari 3 hari tidak ada perubahan, segera mencari bantuan tenaga medis terdekat
  5. Tidak berhubungan dengan tindakan ilegal yang berlaku sesuai UU ITE

Layanan konsultasi kesehatan via aplikasi HaloDoc di Google Play / Apple Store

Anda bingung membaca hasil Lab?  Atau ingin ke dokter spesialis tapi belum tahu spesialis apa? Atau butuh second opinion dokter lain

Konsultasikan dengan kami menggunakan aplikasi HaloDoc yang tersedia di Google Play maupun Apple Store.

Cara download aplikasi HaloDoc:
Setelah men-download aplikasi tersebut  lakukan konfirmasi,  nanti Anda tinggal memasukkan kode nomor yang dikirim via SMS ke gadget Anda.

Setelah berhasil login,  klik alamat ini untuk chatting dengan kami,  http://bit.ly/konsuldrErik  ("E"nya huruf kapital). Jika kebetulan kami tidak sedang online,  bisa tekan tombol " Notify when available ".

Semoga bermanfaat.
Salam sehat selalu.

Syarat dan Ketentuan Berlaku Konsultasi Kesehatan via Aplikasi

WAG Kesehatan tidak bisa disamakan dengan WAG Otomotif, kenapa?



Teknologi informasi saat ini sudah jauh berkembang. Tidak hanya bertanya pada Google, namun dengan adanya WA Group (WAG), sesama peminat bisa saling berbagi informasi. Sampai di sini ok-ok saja. Dalam satu forum seminar, mereka yang berpengalaman diharapkan bisa membagi pengalamannya kepada para member baru / newbie
Contohnya pada WAG Otomotif, jika ada mobil member baru bermasalah, lempar saja ke forum. Pasti dengan senang hati ada yang memberi solusi. 
Dengan demikian, si newbie tinggal memilih jawaban yang paling bisa dilakukan, misalnya mengganti spare part tertentu kendaraannya. 
Bagaimana dengan WAG Kesehatan? 

Gatal pada pasien gagal ginjal hemodialisis

Gatal pada pasien dialisis
Meskipun tidak semua,  tapi ada pasien-pasien hemodialisis yang mengalami gatal-gatal yang sukar sembuh. Ternyata penyebab gatal pada pasien dialisis tidak hanya satu aja,  sehingga penanganannya perlu berbeda-beda sesuai penyebab.  Itulah sebabnya,  banyak juga pasien dialisis sukar sembuh gatalnya karena hanya berpatokan pada penanganan gejalanya ( obat alergi / gatal) atau pada salah satu sebab saja. Berikut beberapa penyebab dan solusi penanganannya.

1. Kadar ureum yang tinggi
2. Kadar fosfat yang tinggi
3. Kulit kering

Hati-hati memilih Dokter


Ada pasien mengeluh sakit kepala dan flu. Pergilah ia langsung ke dokter spesialis saraf. Hasilnya, selain obat flu, ada juga obat-obatan untuk gangguan saraf. 
Ada pasien mengeluh nyeri di sekitar ulu hati, langsunglah ia ke dokter spesialis pencernaan. Diangkatlah batu empedunya, tapi sayang meskipun sudah dioperasi, pasien masih tetap mengeluh sakitnya tidak berkurang. Akhirnya diketahui ada penyakit lain yang menyebabkan nyeri tersebut. 

Dan masih banyak cerita lainnya yang terjadi karena pasien terlalu cepat menentukan berobat ke dokter spesialis (atau super spesialis). Tentu ini dilakukan pasien dengan harapan penyakitnya bisa tertangani lebih baik. Tidak ada salahnya memang, apalagi jika memiliki kemampuan finansial untuk melakukan hal tersebut. 

Pembangunan Web Kalbe kalbe.co.id 2002 - 2008 hingga 20.000 unik visitor dan 6/10 Google Page Rank







Tidak mudah membangun suatu portal kesehatan.  Mendapat kesempatan bekerja di PT Kalbe Farma Tbk, sejak tahun 2002, saya berusaha meningkatkan angka kunjungan https://www.kalbe.co.id.

Bersama tim Medical dan IT PT Kalbe Farma Tbk, akhirnya pada tahun 2009, tercapai Unik Visitor web Kalbe pada kisaran 20.000 / hari dengan Google Page Rank sekitar 6 / 10. Setara dengan web bisnis.com, detik.com dan tempointeraktif.com serta kompas.com

Tentu jumlah karyawan www.kalbe.co.id sangat jauh dibandingkan dengan web / portal-portal yang mengkhususkan pada berita di atas.

BTW, web / portal Kalbe.co.id adalah web 2.0, masih sedikit interaksi, belum digabung dengan Social Media maupun Video.
Terus terang yang hebat di www.kalbe.co.id waktu itu adalah aplikasi web-nya. Ringan dan sangat memudahkan para pengakses dan pengisi content.

#web
#webkalbe
#kalbe.co.id
#uniqvisitor
#googlepagerank
#KalbeFarma


Berikut tampilan prestasi web Kalbe Februari 2009 (10 tahun yl). Thanks banyak kepada tim medical dan IT Kalbe Farma.

Cara mudah produktif bagi pasien Gagal Ginjal

Skema Dropship

Teman-teman pasien Gagal Ginjal yang sehat selalu, apakabar hari ini?
Mungkin ada di antara beberapa teman yang sempat down karena penyakit ginjal dan terpaksa harus berhenti (atau diberhentikan) dari tempat kerja.

Ayo, bangkit kembali. Kondisi teman-teman bisa lebih baik dari saat ini. Bekerja rutin di kantor hanyalah sebagian dari hidup teman-teman. Masih banyak aktifitas lain yang bahkan bisa menghasilkan di masa-masa seperti saat ini.

Siapa bilang orang / pasien Gagal Ginjal tidak bisa produktif?

Pernah mendengar profesi yang saat ini lagi naik daun? Dropshipper atau orang yang melakukan aktifitas Dropship.

Apa itu Dropship? Dropshipper adalah menjual barang  orang lain, tanpa kita harus membeli barang tersebut terlebih dahulu. Jadi urusan stok, pengiriman bukan jadi urusan kita melainkan jadi urusan sang supplier.
Lalu apa tugas Anda?

Anda hanya mengenalkan produk yang akan dijual dan menetapkan harga jual.
Misalnya produk A seharga Rp. 100.000 dari supplier, Anda tetapkan dijual seharga Rp. 110.000.
Anda promosikan bahwa Anda punya produk A senilai Rp. 110.000.
Kalau ada yang berminat, minta ybs untuk transfer uang Rp. 110.000 tersebut. Lalu Anda bilang ke suppliernya bahwa ada yang beli produk A. Tolong dikirim ke teman saya (pembeli / buyer). Saya adalah dropshipper.

Si Supplier, sudah mengerti. Dia akan mengirim produk A ke teman Anda, dengan mencantumkan nama Anda sebagai pengirim. Berapa nilai barang Anda, tidak akan dicantumkan. Jadi teman Anda akan menerima barang tersebut, atas nama Anda.
Mudah bukan?

Jual telur asin enak

Teman2,  ada yang senang dengan #telurasin?  Beli telur asin ini (yang terkenal enak, #telurasinenak ),  Anda bisa sekaligus beramal. Siapa sangka telur asin produksi rumahan ini,  dibuat oleh pasien yang sudah menjalani terapi Hemodialisis / Cuci Darah selama 5 tahun lebih.  Suatu bukti bahwa pasien gagal ginjal bisa produktif.  Apalagi jikalau dibantu oleh Anda teman2.  Segera hubungi mba Emi Yusnita, https://WA.me/6287877564433  .

Saya mengenal mba Emi yang rajin menawarkan telur asinnya di Komunitas Hidup Ginjal Muda. Sayangnya telur asin tidak terlalu baik jika dikonsumsi rutin oleh pasien-pasien yang tergabung di dalamnya.

Untuk itu, saya memberanikan diri menulis di blog ini, sehingga telur asin Mba' Emi bisa dicicipi masyarakat luas. Semoga Anda yang masih sehat wal afiat mau membantu sahabat kita ini. Berapapun jumlah belanjaan Anda, pasti sangat berguna bagi mba Emi dan keluarganya.

Ingat telur asin,  ingat Mba Emi Yusnita.

Untuk mengecek kevaliditas info ini,  terutama no HP mba Emi,  klik berita aslinya di https://www.eriktapan.com/2019/04/jual-telur-asin-enak.html

Sertifikat Layak Kawin dari Pemprov DKI Jakarta



Per Januari  2018, calon pengantin di DKI Jakarta perlu mengurus Sertifikat Layak Kawin sebelum ke KUA. Persyaratan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur  Provinsi DKI Jakarta no. 185 tahun 2017 tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan  bagi Calon Pengantin. Demikian oleh-oleh saat pertemuan para provider kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cempaka  Putih, Rabu, 10 April 2019.


Jenis-jenis obat dan pola distribusinya (bagian pertama dari 2 bagian)


Teman2 pembaca yth, 
tulisan ini berangkat dari kepedulian Redaksi Koran Ginjal kepada konsumen kesehatan / pasien dan ingin mendudukkan informasi distribusi obat pada tempat yang semestinya. 
Dengan demikian pembaca bisa mengetahui jalur distribusi obat yang sebenarnya dan risiko-risiko yang bisa terjadi serta bisa meminimalkannya, misalnya terhindar dari pembelian obat palsu ataupun kemahalan. 
Redaksi mencoba membahas jenis-jenis obat dan pola distribusinya. 
Karena panjangnya pembahasan ini, maka akan dibagi dalam beberapa bagian:
A. Pengantar
B. Jenis2 obat dan pola distribusinya
C. Tantangan distribusi obat ke depan
Info selengkapnya silakan me-LIKE Koran Ginjal di https://FB.me/KoranGinjal

A. PENGANTAR
Saat ini Redaksi sering menerima pertanyaan sehubungan dengan topik ini seperti: 
  1. Bagaimana mekanisme penjualan obat itu sebenarnya? 
  2. Koq antibiotik dijual bebas? 
  3. Beli aja online, lebih murah? Apa bedanya dengan yang dijual di Apotik? 
  4. Apakah obat murah itu palsu? 

Semoga pertanyaan-pertanyaan di atas bisa terjawab dengan membaca tulisan dari Redaksi Koran Ginjal. 
Yuk segera menjadi member Fanpage Koran Ginjal di https://fb.me/KoranGinjal dan ajukan pertanyaan teman-teman pada bagian Komentar artikel ini. Jawabannya pada artikel selanjutnya. 
Terima kasih dan ditunggu LIKE nya. 

Pentingnya gizi yang sering terlewat

Nutrisi Infus berisi Albumin / Protein
Meskipun hubungannya tidak terlalu erat tapi memperbaiki gizi pasien bisa meningkatkan selain kekebalan tubuh juga regenerasi sel-sel tubuh. Sayang belum banyak alat diagnostik yang bisa secara akurat mendeteksi kekurangan ini. Jalan satu-satunya, main cara koboi. Jika ada luka yang susah sembuh dan susah dicari penyebabnya, coba perbaiki status gizinya. Infus kalau perlu. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi. Silakan dikomentari jika berkenan. 

Seorang pasien HD pria, usia 60-an tahun, keluhan HB 6 koma sukar untuk naik meskipun sdh sering transfusi. Ybs memiliki luka berdarah di usus kecilnya yang tidak sembuh-sembuh. Makan tidak optimal, minum susu Nephrisol tanpa D (katanya diresepin KGH, kenapa bukan yg D ya?). Oleh dokter sudah diberikan berbagai obat maag. Badan lemas, sudah lama pakai kursi roda. HD 3x / minggu dengan QB tidak pernah di atas 200.

Menurut analisa kami: dalam kondisi seperti ini, kemampuan regenerasi sel-sel tubuh pasien sudah jelek / tidak optimal sehingga jika ada luka, bisa saja jadi agak sukar sembuhnya. 
Usul selain terapi yang sudah dilakukan saat ini ( obat maag, transfusi, dll.) coba diperbaiki diet pasien sehingga tubuh punya kemampuan memperbaiki diri sendiri dengan lebih baik.


Saat kadar albumin darah Anda di bawah normal atau susah naikya


Apa akibat kadar albumin darah rendah, bisa terjadi bengkak / udem hingga mengganggu pernapasan dan asites. Tapi jangan dibalik ya. Asites, udem dan gangguan pernapasan / sesak tidak selalu diakibatkan oleh kadar albumin yang rendah. Tulisan ini khusus bagi mereka yang mengalami masalah dengan albumin / protein sesuai hasil laboratorium

Dear pembaca yth,
berikut disampaikan salah satu contoh kasus dari pasien yang bermasalah dengan kadar albumin darah.

Pasien berusia sekitar 50-an, berwajah dan tubuh terlihat gemuk (BB sekarang 105kg, awalnya 109kg). Terlihat udem. Isterinya konsul via Mesangger ke dokter dengan keluhan (diringkas):

- HD sudah lebih dari 2 bulan
- perutnya tetap membuncit
- saat ini mengeluh sesak napas
- sudah infus hingga 7 btl albumin 100ml @25mg / infus: sekali hingga 2x / minggu

Beberapa hari yl diperiksa dokter dengan stetoskop,
- parunya masih bersih (tidak ada cairan)
- hasil lab, albumin darah: 2.02, tidak pernah melebihi standard bawah normal > 3.00
- ada riwayat sindroma nefrotik
- setiap HD, jumlah kenaikan BB antara 2kg - 3kg, ditarik 3,5 hingga 4kg per HD

Dari data di atas, saya mencoba menganalisa (analisa yang tepat tentu memerlukan pemeriksaan langsung dan laboratorium yang lebih lengkap):

Mengenal hemodialisis atau cuci darah



Video mengenai pengenalan hemodialisis bisa diakses di: https://youtu.be/zcBbZdXz1HQ
Jika berkenan mohon di-LIKE video tersebut.

Proses dialisis melibatkan minimal:
  • mesin dialisis
  • dialiser (tabung)
  • selang dialiser

1. Mesin dialisis

Harganya mahal, sehingga penggunaannya secara bersamaan (bergantian) dan hanya dibedakan mesin untuk pasien infeksious dan non infeksious. Infeksi dalam hal ini hepatitis dan HIV / AIDS. Mesin yang digunakan pasien infeksius dipisah dengan mesin yang digunakan pasien non infeksius. Kalau pada Klinik / RS yang mesinnya tidak banyak, umumnya TIDAK MENERIMA pasien infeksius. Semua pasien baru, WAJIB hukumnya diperiksa status infeksinya sebelum memulai proses dialisis. Pemeriksaan ini diulang setiap 6 bulan sekali.