Saat kadar albumin darah Anda di bawah normal atau susah naikya


Apa akibat kadar albumin darah rendah, bisa terjadi bengkak / udem hingga mengganggu pernapasan dan asites. Tapi jangan dibalik ya. Asites, udem dan gangguan pernapasan / sesak tidak selalu diakibatkan oleh kadar albumin yang rendah. Tulisan ini khusus bagi mereka yang mengalami masalah dengan albumin / protein sesuai hasil laboratorium

Dear pembaca yth,
berikut disampaikan salah satu contoh kasus dari pasien yang bermasalah dengan kadar albumin darah.

Pasien berusia sekitar 50-an, berwajah dan tubuh terlihat gemuk (BB sekarang 105kg, awalnya 109kg). Terlihat udem. Isterinya konsul via Mesangger ke dokter dengan keluhan (diringkas):

- HD sudah lebih dari 2 bulan
- perutnya tetap membuncit
- saat ini mengeluh sesak napas
- sudah infus hingga 7 btl albumin 100ml @25mg / infus: sekali hingga 2x / minggu

Beberapa hari yl diperiksa dokter dengan stetoskop,
- parunya masih bersih (tidak ada cairan)
- hasil lab, albumin darah: 2.02, tidak pernah melebihi standard bawah normal > 3.00
- ada riwayat sindroma nefrotik
- setiap HD, jumlah kenaikan BB antara 2kg - 3kg, ditarik 3,5 hingga 4kg per HD

Dari data di atas, saya mencoba menganalisa (analisa yang tepat tentu memerlukan pemeriksaan langsung dan laboratorium yang lebih lengkap):



- pasien masih belum mencapai berat badan kering
- pasien masih bermasalah dengan kadar albumin darah
- saat ini pasien sudah mulai mengalami gangguan pernafasan, kemungkinan sudah ada cairan yang masuk ke paru-parunya hingga ke perut.

Pentingnya berat badan kering tercapai
Berat badan kering adalah berat badan yang sebenarnya bagi pasien hemodialisis. Tidak ada patokan pasti cara mengukur berat badan kering, tapi asalkan pasien sudah merasa nyaman dan tidak merasa sesak setiap naik 3 - 5 % berat badan, berarti berat badan kering sudah tercapai. Selain itu jika saat hemodialisis dan ditarik cairan sudah berlebih, umumnya pasien akan mengelami kram hingga tekanan darah menurun. Artinya berat badan kering sudah terlewat waktu itu, segera stop jumlah cairan dan ditarik dan informasikan hal ini ke perawat hemodialisis.

Pada kasus di atas, dokter menduga pasien belum mencapai berat badan kering karena: masih sesak, muka/wajah masih bengkak, perut juga masih bengkak.

Yang kedua yang tidak kalah penting yang harus dikoreksi adalah kadar albumin darah. Setiap proses HD, ada saja mineral, vitamin dan albumin yang terbuang (dan ini semakin sering HD, semakin banyak yang terbuang), apalagi pasien (pernah) mengalami sindroma nefrotik. Mungkin saja, albumin di urine masih positif.

Untuk itu harus segera kejar-kejaran dengan tambahan/masukan/intake Albumin. Yang paling ideal ada infus albumin dengan kadar 25gram / kali infus. Sayang banyak yang keberatan dengan harga infus albumin yang seharga Rp. 1.500.000 hingga Rp. 2.500.000 / btl jika dilakukan secara rutin hingga kadar albumin normal tercapai. Lagipula infus perlu dilakukan di Rumah Sakit.

Untuk itu saran dokter, selain konsumsi putih telur rutin, gunakan juga Albumin oral yang nilainya tinggi, seperti 5 gram / sachet. Konsumsi minimal 3 x 1 sachet. Isi albumin sachet ini adalah ekstrak ikan gabus, kurkuma (penambah nafsu makan) dan buah jeruk. Karena diproses dengan mesin yang hightech, rasa amis ikan sudah tidak ada lagi diganti dengan rasa jeruk yang menyenangkan.

Tertarik lebih lanjut dengan albumin sachet yang sudah memiliki registrasi BPOM tersebut, silakan kontak https://WA.me/6281574503066

PERHATIAN, sediaan suplemen ini diKHUSUSkan bagi mereka yang secara laboratorium mengalami kekurangan protein / albumin. Bagi yang ingin memaintenance kadar albumin saja, bisa konsumsi suplemen ikan gabus lainnya.


#Albuminsachet sangat cocok untuk kondisi: #hipoalbumin , #pascaoperasi , #lukabakar

Tidak ada komentar: