Keren, USG mungil banget

Dokter sedang USG Cimino
Teman-teman pecinta  gadget dan kesehatan, ada info baru nih.

Secara tidak sengaja saat diundang pada acara Indonesian Kidney Care Club (IKCC), saya menyaksikan bagaimana dr Ronald SpBTKV (spesialis Bedah Toraks, Kardiovaskuler) memeriksa cimino pasien-pasien hemodialisis. Seperti diketahui salah satu hal yang perlu dijaga dengan baik pada pasien-pasien yang menjalani hemodialisis adalah akses keluar dan masuk darah dari mesin cuci darah yang dikenal dengan sebutan cimino.

Bayangkan dengan alat USG yang hanya sebesar alat cukur kumis, seorang dokter ahli bisa memeriksa kondisi cimino pasien. Hasilnya secara live bisa disaksikan via IPad secara wireless. Benar-benar canggih.

Selain untuk cimino, menurut dokter yang berpraktik di RS Gading Pluit tersebut, pemeriksaan USG tersebut bisa juga untuk pasien-pasien Diabetes / Kencing Manis, Varises hingga Deep Vein Thrombosis (DVT).

Keren banget.....

Dokter Internet: Dan akhirnya mimpi itu pun jadi kenyataan

Pertemuan Dokter Internet / Online, 3 Agustus 2019
Sungguh beruntung saya bisa mengikuti acara pertemuan Dokter Internet / Dokter Online,  Sabtu 3 Agustus 2019.
Keinginan saya sejak pertama kali belajar komputer sekitar tahun 1982 waktu masih di Canisius College akhirnya terwujud juga. Waktu itu saya berpikir bagaimana caranya dunia kesehatan / kedokteran bisa memanfaatkan kemajuan teknologi terutama di bidang Informasi.

Dengan  perjalanan waktu,  akhirnya kami para dokter yang bisa berbahasa Indonesia berkumpul dalam satu mailinglist yang alamatnya di dokter@itb.ac.id, berusaha menjawab bersama-sama, pertanyaan-pertanyaan awam mengenai kesehatan.

Waktu itu mungkin tidak ada satupun dokter member Mailinglist Dokter Indonesia (MLDI, demikian kami menamakan forum tsb)  yang berharap bisa menjadikan aktifitas jawab menjawab topik kesehatan sebagai sebuah profesi yang bisa menghasilkan.  Semua dokter/akupunktur nara sumber hanya menjadikan MLDI sebagai sebuah aktifitas sosial.  Meskipun demikian,  sebagai moderator saya terus berpikir, jika kegiatan ini tidak diprofesionalkan,  tidak mungkin bisa bertahan lama.

Dan memang terbukti,  seiring dengan perkembangan jaman akhirnya era mailinglist pun berlalu.  Saya sendiri karena tuntutan keluarga, bersama rekan2 lainnya, lebih meng-fokuskan diri mengembangkan portal kedokteran dari salah satu perusahaan farmasi di Indonesia. Ini lebih membuat aktifitas tanya jawab kesehatan dengan masyarakat awan agak terbengkalai.  Tentu saya lebih mengutamakan pekerjaannya saya.