Selasa, Juni 23, 2020

Tips memilih Klinik Dialisis

HFR di Klinik Swasta

Sangat beruntung rakyat Indonesia, begitu diagnosis Gagal Ginjal Terminal, urusan Hemodialisis sudah sangat dipermudah dan nyaris tanpa biaya. Semua ditanggung BPJS.
Namun ternyata urusan cuci mencuci darah tidak sesederhana itu. Datang 2 - 3 x seminggu selama 4 - 5 jam. Dan sesudah itu beraktifitas seperti biasa.
Jika pasien memiliki fungsi ginjal yg tergolong masih "baik", kondisi fisik yang "sehat" / ideal memang sangat mungkin terwujud. Namun harus diingat kondisi yang normal ini tidak akan terjadi terus menerus jika tidak di-maintenance. Dan maintenance itu tidak bisa secara sepenuhnya diserahkan ke pihak luar (Dokter / perawat). Pasien dan keluarga sebaiknya mengambil peran aktif agar kondisi yang optimal bisa tercapai selalu.
Berikut sedikit sharing jenis-jenis klinik HD sehingga bisa membuka wawasan Anda. Klinik jenis mana yg akan dipilih kembali ke keputusan Anda yang tentunya paling tahu mana yang terbaik.

Golongan Klinik berhubungan pembiayaan BPJS
Jika  berhubungan dengan BPJS,,  Klinik HD dibagi atas beberapa golongan: mulai dari D hingga A.  Budget yang disediakan untuk setiap tipe berbeda. Makin tinggi tipenya, budget yang diberikan makin besar. Harapan BPJS, pasien-pasien normal akan dilayani klinik tipe terendah sedangkan yang bermasalah tersaring terus menerus hingga berakhir di tipe A. Nah, kita bisa nilai sendiri apakah harapan ini sudah sesuai kenyataan atau tidak. Bagi pasien yang tidak terlalu bermasalah mendapat jadwal HD di Klinik yang lebih tinggi tentu ok-ok saja? Bagaimana kalau sebalikya? 

Zoom Meeting: Digitalisasi di Tempat Praktik era Milenial & Pandemik

TS dokter ysh, mau tidak mau di era pandemik saat ini kita harus berubah. Berubah pola pikir, berubah cara praktik, dll. Tentu dengan tidak ...