Rabu, Desember 16, 2020

Zoominar KOWAS: Preventif Covid-19 bagi Lansia

Jika memang sudah waktunya, sebaiknya golongan lansia Indonesia tidak takut untuk di-vaksinasi COVID-19, demikian resume hasil Zoominar KOWAS yang dipaparkan moderator acara, Dr Erik Tapan pada Seminar Awam Komunitas Warga Senior (KOWAS). Selasa, 15 Desember 2020

Apalagi Galatia Chandra, inspirator dan eksekutif farma telah menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari 6 jenis vaksin yang (akan) beredar di Indonesia, dalam topik presentasinya yg berjudul "Adakah Total Solusi Covid-19".

Pembicara lainnya, Dr Johan Indra Lukito menjelaskan bahwa yang harus diperhatikan pada era pandemi saat ini adalah timbulnya risiko penyakit metabolik karena kurang bergerak dan banyaknya ngemil. Untuk Itu, tetap terus berolahraga, kontrol laboratorium, hindari stress yang berlebihan, tidur cukup harus diperhatikan selain melakukan protokol menjaga kesehatan seperti Menggunakan Masker, Menjaga Jarak dan selalu Mencuci Tangan.

Acara diskhiri dengan pengumuman pemenang door prizes bagi para peserta yang aktif bertanya.

Sampai ketemu di acara KOWAS berikutnya. 

Yuukk join dg KOWAS....




Selasa, Desember 15, 2020

Seminar KOWAS: Preventif COVID-19 pada Senior CItizen

  • Yang masih bingung dengan preventif Covid-19
  • Yang punya keluarga termasuk kategori Senior Citizens

Yang positif makin banyak, tapi sayang golongan Lansia (> 65 thn) tidak bisa divaksin segera. Terus mesti bagaimana?

Komunitas Warga Senior (KOWAS) menyelenggarakan Zoominar khusus bagi mereka yang mengalami dilema ini.


Daftar segera, tempat terbatas ke:

Sdri. Jenifer https://WA.me/6285862096975


Kami sangat berterima kasih jika ingin menanyakan mengenai pendaftaran Zoominar ini langsung ke Sdri. Jenifer


Selasa, 15 Desember 2020, pkl: 14:00 - 16:30 WIB

ZOOM — FREE


  1. Kiat Lansia selamat dari Covid-19, bersama Dr Johan Indra Lukito
  2. Adakah Total Solusi Covid-19, bersama Galatio Chandra, Inspirator & Eksekutif Farmasi


Moderator: Dr Erik Tapan, MHA (KOWAS) 



Sabtu, Desember 12, 2020

Mengapa seseorang sebaiknya secepat mungkin di-vaksin COVID-19?

 

Sebelum Dokter membahas lebih lanjut, ijinkanlah Dokter menjelaskan 2 (dua) istilah penting yang perlu kita ketahui bersama, yaitu: (1) daya infeksius dan (2) berat-ringan penyakit.

Selama ini hubungan istilah 1 dan 2 ini searah. Artinya jika ada penyakit yang ringan dan semakin memberat, maka daya infeksius pasien tersebut mulai dari kecil hingga membesar. Seterusnya jika pasien kembali menyembuh, maka semakin ringan penyakitnya, daya infeksius semakin mengecil. Secara umum infeksi virus seperti itu.

Tetapi berbeda dengan infeksi COVID-19, daya infeksius tidak selalu mengikuti berat ringan penyakit. Bahkan yang tidak bergejala sama sekali pun, pasiennya bisa infeksius (menginfeksi orang lain).


Hubungan dengan Vaksin

Lalu, apa manfaat vaksin? Vaksin Covid-19, sepengetahuan dokter hanya mengukur berat ringan penyakit. Semakin ringan penyakitnya (meskipun sudah terinfeksi), dianggap vaksin itu manjur. Baca ini: https://www.eriktapan.com/2020/12/sebaiknya-vaksin-covid-19-diberikan.html


Lalu pelaksanaannya?

Dari teori di atas (jika benar informasi yang Dokter dapatkan), maka bisa terjadi:

  1. Semakin banyak orang yang di-vaksin, kemungkinan penyebaran virus Covid-19 akan semakin luas, bukan karena vaksin-nya tetapi karena merasa tidak perlu lagi melaksanakan protokol kesehatan 3M
  2. Bisa jadi, masyarakat yang belum di-vaksin akan terkena infeksi dari kelompok orang yang telah di-vaksin, meskipun kelompok orang tersebut tidak menderita sakit (karena telah divaksin)


Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini, maka saran dokter:

  1. Lakukan vaksinasi pada kelompok yang telah menjalankan  program 3M (Mencucu tangan, menjaga jarak, menggunakan masker) secara baik
  2. Secapat mungkin kita melakukan vaksinasi
  3. Meskipun telah di-vaksin, tetap jalankan protokol kesehatan 3M


Teori di atas memang perlu diteliti lebih lanjut. Dokter serahkan kepada yang lebih ahli. 

Semoga wabah ini cepat berlalu.

Jumat, Desember 11, 2020

Sebaiknya Vaksin Covid-19 diberikan pada kelompok yang 3M-nya sudah jalan

 

Sebaiknya vaksinasi Covid-19 diberikan ke komunitas yang sudah menjalankan protokol kesehatan (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) secara baik. Demikian dijelaskan oleh Bpk. Ahmad Utomo Ph.D, Ahli Biomolekuler dan Konsultan Independen pada Zoom Meeting DAGA#12, Jumat 11 Desember 2020 dengan Tema “Pemanfaatan Media Sosial untuk Menyosialisasikan Vaksinasi 2021”.


Dengan topik “Komunikasi publik ilmiah lewat Youtube dan Media Sosial", Ahmad  sang Youtuber Scientific, menjelaskan bahwa selama ini efektifitas vaksin hanya mengambil parameter orang sakit, sehingga keefektifan vaksin sekarang ini belum diketahui untuk mengurangi daya infeksi virus. Seperti kita ketahui, grafik infeksius COVID-19 berbeda dengan infeksius SARS misalnya, yaitu, sudah berkurang daya infeksinya dengan berkurangnya gejala penyakit. Pada pasien COVID-19, bisa saja tanpa gejala tapi infeksius (bisa menginfeksi orang lain).

Untuk itulah selain memilih komunitas yang akan di-vaksin, sebaiknya mereka yang sudah divaksin tetap menjalankan 3M tersebut, tutup Ahmad.

Didik Mulato pelopor laundry modern Cerdas Laundry

Penulis termasuk orang yang beruntung bisa merayakan hari ulang tahun masa kecil di rumah. Kegembiraan penulis saat teman-teman berkunjung d...