Minggu, Agustus 22, 2021

Sejak jaman dulu IoT masak air & buka pagar sudah bisa dengan Nokia Communicator

 

Ini cerita lama, sekitar tahun 2009. Cerita yang menunjukkan ternyata perangkat Nokia Communicator (pada jaman itu) jika tahu caranya, bisa digunakan untuk memasak air ataupun membuka pagar, dll.

Ceritanya baru saja, saya dihadiahi gadget Nokia Communicator oleh Pak Usun dari Nokia Indonesia.

Dengan bersemangat, sebagai Dokter Internet saya meng-explore apa-apa saja yang menjadi kelebihan dari perangkat tersebut dan tentu rajin menginformasikan ke para dokter maupun teman2 sekomunitas di mailing list dan blog yang saya kelola.

Saat pulang JJS bersama istri, sedang asyik-asyiknya  bercerita kecanggihan teknologi dari gadget tersebut, istri berujar, "Ah kalau cuman itu sih kecil, saya bisa masak air ataupun buka pagar dari telpon".

Sebagai seorang yang sudah mati-matian mengoprek gadget tersebut (mirip2 David Gadgetin sekarang) saya jadi bingung dan speechless. Wah ternyata pengetahuan istri saya lebih canggih dari saya.

"Gimana caranya?", tanya saya?

Diambillah Nokia Communicator tersebut, kemudian dipencet-pencet key pad nya. Lalu sambil ngomong, "Bi, Bi tolong masak air dan buka pagar ya, kami sudah mau nyampe".

Wah kirain....

Minggu, Agustus 15, 2021

Stop Kampanye Konsumsi Vitamin D dosis tinggi. Berbahaya!!

Michael Holick periset vit D tingkat dunia
Era pandemik Covid-19 saat ini semakin menyadarkan masyarakat akan manfaat berbagai vitamin yang dulu sering tidak diperhatikan. Ini bagus-bagus saja. Namun dari berbagai kampanye, saya melihat ada kampanye yang sangat riskan dan mudah menimbulkan kesalahpahaman hingga over use vitamin. Apa Itu?

Yaitu Kampanye konsumsi Suplemen Vitamin D dosis tinggi.


Memang benar banyak manfaat yang bisa diperoleh dari vitamin D, tapi bukan berarti konsumsi vitamin D dosis tinggi tanpa pengawasan ahli dan monitor kadar vitamin D tubuh akan aman-aman saja.


Berbeda dengan vitamin C, kadar vitamin D tidak mudah di-eliminer dari tubuh karena sifatnya hanya larut dalam lemak. Itulah sebabnya lebih mudah terjadi keracunan vitamin D jika pasien mengkonsumsi terus menerus vitamin D tanpa monitor kadarnya dalam darah. Apalagi jika yang dikonsumsi vitamin hingga 20.000 IU perhari.


Salah kaprah

Kenapa bisa ada anjuran konsumsi vitamin dosis tinggi kurang berbahaya? Menurut penulis ini karena kesalahkaprahan.

Salah kaprah yg pertama  yaitu standard laboratorium level vitamin D dalam darah.

Di Indonesia umumnya standard kandungan vitamin D dalam darah adalah


30 - 100 ng/mL

Di atas 100 ng/mL sdh bisa digolongkan sebagai keracunan.


Lalu kenapa ada pihak yang menganjurkan agar level vitamin D dalam darah sebaiknya di atas angka 100 agar terhindar dari infeksi Covid-19?


Karena satuan pengukuran yang digunakan berbeda. Di luar negeri mereka menggunakan satuan  nmol/L.

Level optimal vitamin D dalam tubuh adalah

75 -250 nmol/L


Salah kaprah yang kedua

Kenapa ada sediaan vitamin D dosis tinggi hingga 50.000IU di Luar negeri.?


Sediaan vitamin D dosis tinggi umumnya diberikan kepada pasien sebulan sekali. Jadi bukan dosis harian.


Lalu apakah kita sebagai pasien tidak bisa mengkonsumsi vitamin D dosis tinggi, katakanlah 20.000IU per hari?

Bisa, asalkan di bawah pengawasan dokter serta monitor kadar vitamin D yang ketat.

Dan ini tidak perlu dikampanyekan. Karena harus sesuai anjuran dokter.

Masyarakat awam kalau memang terpaksa sekali meskipun tidak dianjurkan bolehlah konsumsi suplemen vitamin D, maksimal 1.000IU satu atau dua hari sekali.


Jadi jangan coba2 konsumsi Suplemen Vitamin D Dosis tinggi tanpa pengawasan Dokter serta monitor kadar vitamin D tubuh.


Dr Erik Tapan, pernah mengenyam pendidikan Anti Aging Medicine dg A4M di Las Vegas.

Dalam anti-aging medicine dipelajari dasar biokimia (seperti saat di bangku kuliah FK, semester awal, tapi ini lebih mendalam). Juga berbagai jenis hormon2 dan aplikasinya.

Perlu suplemen D atau perlu periksa laboratorium (ada voucher discount, persediaan terbatas), kontak kami di WA: 08111-399-899

Semoga bermanfaat , tetap sehat dan lakukan vaksinasi lengkap serta menjalankan Protokol Kesehatan 5

Sabtu, Agustus 14, 2021

Zoominar IKCC bersama Dr Tunggul Situmorang SpPD, KGH, Sabtu 14 Agustus 2021

 

Dr Tunggul bersama dr Erik siaran di DAAI TV

Tadi pagi ikut Seminar Awam IKCC (Indonesian Kidney Care Club) dengan topik tentang metabolisme kalsium fosfat yang dipengaruhi hormon PTH (Parathyroid Hormone) 

Sungguh topik yang menarik karena banyak pasien dialisis / cuci darah meremehkan hal ini (meskipun tidak disadari), apalagi pemeriksaan hormon PTH bukanlah hal yang murah. Gejala awal pun hampir tidak ada. Umumnya gejala gangguan PTH dirasakan pasien setelah 5 tahun menjalani proses dialisis. Gejalanya pun  tidak langsung dan bisa terlewat pemikiran para tenaga kesehatan yang merawat. Apa Itu?  Patah tulang yang berulang.

Coba apa hubungannya patah tulang dengan PTH? Yang ada, patah tulang karena jatuh dari tempat tidur atau di kamar mandi, atau karena naik motor, dll. Jarang sampai mau repot-repot memeriksa PTH.


Dalam acara tanya jawab, ada kasus seorang pasien wanita yang sudah 11 tahun menjalani dialisis, saat ini HB tinggal 6, sudah mesti menggunakan oksigen terus menerus dan mengalami patah tulang yang berulang.


Bpk/Ibu ysh, dokter tidak bisa membayangkan betapa menderitanya pasien tersebut. Dan kasus ini banyak terjadi pada pasien-pasien dialisis yang sudah senior.


Cara Pencegahan:

Kesimpulan dari Zoominar tadi, meskipun tidak mudah dan murah, kita bisa memperkecil risiko gangguan metabolisme Kalsium Fosfor dengan:

- rutin periksa Ca, P dan iPTH

- koreksi jika  kadar fosfor tinggi dengan suplemen fosfat binder

- konsumsi Calcitriol jika perlu*


Selain untuk mengurangi komplikasi tulang, Calcitriol juga bermanfaat mencegah atau memperingan gejala infeksi Covid pada pasien-pasien Hemodialisis.


Bagi mereka yg tertarik ingin sharing dan berdiskusi hal ini, bisa kontak Dr Erik Tapan. Tapi ingat ya, sebelum ada kejadian patah tulang, BPJS tidak menanggung biaya pengobatan gangguan ini. Jadi dalam hal ini, kita tidak bisa bergantung pada BPJS.


Semoga kita semua sehat selalu sambil berharap suatu waktu BPJS bisa juga menanggung pengobatan pencegahan. 


Catatan:

*Calcitriol adalah obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Antara manfaat dan side efect-nya perlu diperhatikan.


Perlu (dengan resep dokter ginjal Anda):

- Suplemen Fosfat Binder (yg mengandung kalsium dan yang non kalsium)

- Obat Calcitriol (vitamin D3 aktif)

atau hanya

- Pemeriksaan Laboratorium (ada voucher discount, persediaan terbatas)

Segera WA ke: 08111-399-899 untuk info lebih lanjut.

Rabu, Agustus 04, 2021

Subarashi & Utsukushhii AFC sdh ada di MIMS

Kini para dokter tidak perlu ragu lagi untuk meresepkan produk-produk AFC seperti SOP Subarashi dan Utsukushhii, sudah dicantumkan di buku MIMS baik cetak maupun online. 

AFC Lifescience semakin memperkuat posisinya di dunia kesehatan dan ilmiah. Salah satunya dengan terdaftarnya produk AFC Lifescience (SOP Subarashi & Utsukushhii)  di Buku MIMS.  

MIMS atau Monthly Index of Medical Specialties, merupakan buku yang berisi daftar obat dan suplemen kesehatan yang telah diakui secara internasional dandireferensikan secara ilmiah di dunia kesehatan atau medis. 

Info selanjutnya silakan WA: 08111-399-899.




1. SOP Subarashi


Manfaat SOP Subarashi: peningkat daya tahan tubuh / imunitas.

Info selanjutnya silakan WA: 08111-399-899.





2. Utsukushhi

Manfaat Utsukushhi peningkat daya tahan tubuh / imunitas.

Info selanjutnya silakan WA: 08111-399-899.





 

Webinar Eksklusif Izidok: Electronic Medical Record bersama Dr Erik Tapan, MHA

  Webinar Ekslusif Izidok: Electronic Medical Record bersama Dr Erik Tapan, MHA Tips memilih Electronic Medical Record menurut nara sumber W...