Minggu, Februari 20, 2022

Hati-hati belanja obat online. Berisiko keracunan!!

 Webinar Dinamika Bisnis Apotik di tengah Disrupsi Digital

Sungguh beruntung, penulis bisa mengikuti acara webinar ini. Judulnya Dinamika Bisnis Apotik di tengah Disrupsi Digital yang diselenggarakan oleh Medikal Nutrience, Sabtu 19 Februari 2022.

Tentu hal ini bisa menambah pengetahuan penulis sebagai pemain pemula di dunia jual beli online, khususnya di bidang obot-obatan termasuk suplemen.

Kita tahu semua bahwa jika berbicara obat-obatan itu, regulasinya sangat ketat (saat masih belum disrupsi). Tapi begitu makin banyak yang jualan online, semua orang jadi bisa menjual apa saja,

Padahal aturan sebenarnya sudah ada.

Bisa dibaca: https://www.eriktapan.com/2019/02/jenis-jenis-obat-dan-pola-distribusinya.html


Ada beberapa kesimpulan yang penulis peroleh dari acara kemarin itu, antara lain:

  1. Saat ini para Marketplaces (Lazada, Shopee, Tokopedia, dll.) lagi berbenah diri. Mengikuti anjuran pemerintah, mereka mulia membatasi penjualan obat resep. Hanya mengijinkan seller / penjual yang memiliki ijin untuk menjual obat-obatan. Masyarakat bisa membantu pemerintah dengan melaporkan jika menemui toko online yang menjual produk tidak sesuai aturan.
  2. Jika ada toko yang menjual diharga yang tidak masuk akal, Principal / Produsen produk tersebut bisa melaporkan keberatannya ke pihak marketplaces.


Mudah-mudahan dengan makin tertib penjualan obat-obatan (termasuk suplemen), ke depan masyarakat bisa menikmati berbelanja dengan aman tanpa takut barang palsu dan KW lagi. 

Pesan penulis, hati-hati berbelanja di tempat yang menjual produk secara tidak wajar. Jangan tergiur karena hanya selisih beberapa rupiah, obat yang kita beli ternyata palsu / kw.


Ada contoh kasus yang sudah dianggap hal yang lumrah saat ini. Dokter memberi resep obat (minum/suntik). Pasien mencari harga termurah di Marketplaces tanpa memperhatikan kelegalan penjualnya. Saat balik ke Dokter, dicek ternyata efek dari obat yang diberikan tidak nampak. Dokter pun menyesuaikan dosis obat. Ada risiko pasien konsumsi obat yang over dosis akibat belanja dengan cara ini. 


Info ini diakses melalui blog Dr. Erik Tapan yang aktif melakukan Mendokterkan Internet dan Menginternetkan Dokter (sejak tahun 1996), videonya: https://bit.ly/CVErik 
Silakan Like, Subscribe dan Share jika dirasakan bermanfaat. Terima kasih.


Tulisan lainnya, bisa dibaca:


  1. Skincare untuk pasien kanker, pertama & satu-satunya di Indonesia, https://www.eriktapan.com/2022/02/4-february-2022-lmelia-memperkenalkan.html
  2. Apa itu Skincare, https://kliniklmelia.com/2022/02/02/apa-itu-skincare/
  3. Tips memilih bingkisan saat menjenguk pasien, https://www.eriktapan.com/2022/02/tips-memilih-bingkisan-saat-menjenguk.html









Tidak ada komentar:

Webinar KOWAS: Cegah Penyakit Ginjal pada Senior, Sabtu, 23 April 2022

  Anda yang berusia 55 tahun ke atas, berhati-hatilah. Karena menurut penelitian, sebagian besar pasien ginjal berusia di atas 55 tahun.  Ma...