Jumat, Agustus 05, 2022

Suplemen pengikat fosfat yang ideal

 Suplemen pengikat fosfat yang ideal

Perbandingan Kandungan Kalsium di antara binder fosfat di Indonesia

Untuk saat ini bisa dikatakan binder fosfat yang paling ideal adalah yang tidak mengandung kalsium, seperti: Renvela / Fosbin maupun Fosrenol. 

Itu sdh mutlak. Semua pasti setuju. 

Namun kenyataan di lapangan tidak semua pasien sanggup membeli suplemen tersebut, apalagi jika tidak menggunakan BPJS. 

Kalau pada kondisi seperti ini, dan saat level kalsium darah pasien rendah / normal, manakah fosfat binder yang mengandung kalsium yang paling baik. Ternyata selain mencari binder fosfat yang non kalsium, para ahli juga mengembangkan binder fosfat yang mengandung kalsium. Terus diperkecil kadar kalsiumnya tapi tidak mengabaikan malah bisa meningkatkan efektifitas pengikatan fosfatnya. Tentu ini menjadi lebih efisien.


Berikut tabelnya berdasarkan riset penulis, seperti bisa dilihat di atas.


Prinsip yang penulis pakai, makin kecil kandungan kalsium, makin baik. Kebutuhan kalsium berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) orang Indonesia adalah 1.100 mg/hari untuk orang dewasa normal. 


Pertanyaan yang muncul, kenapa sih Calcium Acetate mesti dikombinasi dengan Magnesium? Bikin repot aja. Benar tidak? 

Ini jawabannya:

Ternyata kombinasi Calcium (dalam hal ini Calsoum Acetate yang lebih baik dari Calsium Carbonate), ada maksudnya. Bukan supaya Magnesiun jadi laku, pastinya. Tapi memang sudah berdasarkan penelitian. Ternyata penambahan dosis kecil Magnesium bisa bermanfaat untuk meningkatkan efek daya ikat fosfat maupun mengurangi efek kalsifikasi pembuluh darah dan jantung. Daya ikat fosfat kombinasi CaMg ternyata bisa disamakan dengan suplemen pengikat fosfat yang non kalsium seperti Sevelamer Carbonate. Bayangkan konsumsi suplemen pengikat fosfat seharga yang menganding kalsium tapi memperoleh manfaat seperti yang non kalsium. 

Sudah banyak penelitiannya *, antara lain bisa dibaca di sini:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2957591/

(artikel lainnya, bisa di-google dg kata kunci, "calcium magnesium combination for dialysis patients".) 


*logika saja, tidak mungkin suplemen (yang baru diperkenalkan di Indonesia) ini dijual di luar negeri kalau tidak ada yang membutuhkannya. Di Indonesia baru mulai diperkenalkan. 

Yang penting sesuaikanlah dengan situasi dan kondisi masing-masing. 

Anda yang paling tahu tentunya. Pilihan terserah Anda, mau ngotot dengan suplemen berkalsium tinggi kalau belum bisa membeli yang non kalisum?


Cara membaca tabel:

Kebutuhan kalsium pada orang dewasa menurut AKG (Angka Kecukupan Gizi) adalah 1.100 mg / hari.  Konsumsi lebih dari itu berisiko menumpuk dan menyebabkan kalsifikasi. 

1. Suplemen pertama, CaCO3 yang kadar Ca Carbonate-nya 1.250mg. Itu setara dengan kadar kalsium 500 mg

2. Suplemen kedua,  (CH3COO)2 yang kadar Calsium Acetate-nya 667mg atau setara dengan 169mg kalsium

3. Suplemen ketiga, kadar Calsium Acetate-nya hanya 435mg atau setara dengan 110 mg kalsium. 

Itulah sebabnya, suplemen pertama maksimal hanya bisa diminum 2x sehari yang kurang cocok digunakan bagi pasien yang makan 3x.


DISCLAIMER

Binder Fosfat hanya diperlukan saat kadar fosfat darah pasien melebihi normal. Dan ini tergantung pola makan. Jadi tidak semua pasien ginjal perlu Binder Fosfat.


Artikel lain:

1. Pentingnya Menggunakan Suplemen Pengikat Fosfat / Binder Fosfat, https://www.eriktapan.com/2022/01/pentingnya-menggunakan-suplemen.html

2. Lenal Ace, sudah stop impor, apa penggantinya, https://www.eriktapan.com/2022/08/sudahkah-indonesia-di-ambang-krisis.html

3. Suplemen Pengikat Fosfat yang ideal, https://www.eriktapan.com/2022/08/suplemen-pengikat-fosfat-yang-ideal.html


Tidak ada komentar:

Ani, beautician yang cuci darah

Tidak banyak yang tahu, Ani* adalah pasien cuci darah. Seminggu 2x ia harus ke Rumah Sakit untuk melakukan hemodialisis atau cuci darah. Ani...