Beta-2-microglobulin, penanda tumor yang banyak pada pasien dialisis

Mesin HFR dg 3 tabung
Teman-teman, pernah mendengar Beta-2-microglobulin atau yang dikenal dengan singkatan B2M?
Pasien-pasien kanker seperti multiple myeloma, limphoma, dll., pasti sudah familiar dengan pemeriksaan ini. B2M adalah salah satu penanda tumor/kanker. Penanda ini tidak spesifik pada tumor atau kanker tertentu, tapi sering dihubungkan dengan keberadaan (dan prognosis) suatu tumor/kanker, seperti: multiple myeloma, hodgkin dan limphoma yang ganas, dll.

Penanda ini bisa diperiksa di laboratorium klinik utama dengan biaya sekitar 750.000-an rupiah. Range normal kadar B2M di urine adalah: 0 - 0,3 ug/mL sedangkan di darah adalah 0 - 3 ug/mL. Jika ditemui kadar beta-2-microglobulin tinggi menunjukkan adanya infeksi, radang atau gangguan imun dan berpotensi munculnya kanker seperti yang telah dijelaskan di atas.

Lalu apa hubungannya dengan pasien-pasien dialisis?

#TipsDialisisGADA: Gizi


Oleh-oleh dari acara Buka Puasa bersama IKCC, 26 Mei 2018

Ibu Triyani & dr Erik (IKCC)
Prinsip mengatur makanan pasien hemodialisis, menurut Ibu Triyani Kresnawan, DCN, MKes, RD,  Ahi Gizi IKCC:
- Makanan harus cukup kalori & tinggi protein
- Cairan terkontrol
- Asupan garam & kalium terkontrol
- Asupan Phospor terkontrol
- Adekuasi HD 

Banyak yang salah kaprah (mitos) mengenai jenis-jenis makanan yang bisa dan tidak boleh dimakan/diminum bagi pasien dialisis. Yang ini nggak boleh, yang itu nggak boleh. Akibatnya pasien yang sudah menderita jadi lebih menderita dan tidak jarang harus masuk rumah sakit karena malnutrisi. Barulah di rumah sakit diinfus segala zat makanan, vitamin dan mineral yang diperlukan. Meskipun jaman now (thanks to #BPJSKesehatan), dirawat hanya memerlukan biaya yang relatif sedikit, namun keluar masuk rumah sakit bisa berakibat fatal di kemudian hari. Belum lagi komplikasi yang timbul karena proses rawat inap, transfusi, dll.

Menurut dr Erik (#IKCC), makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi hanya satu yaitu buah belimbing./ star fruit Yang lain boleh semua, ASALKAN memperhatikan 5 faktor di atas tersebut.

Berbeda dengan pasien sebelum dialisis, pasien-pasien #dialisis memerlukan protein dan kalori yang lebih tinggi bahkan lebih banyak dari orang normal sekalipun. Hanya saja perlu pembatasan, termasuk pembatasan jumlah cairan yang masuk.

Mobile JKN - terobosan baru BPJS Kesehatan

Mobile JKN - terobosan BPJS Kesehatan

Teman2 pembaca yang berbahagia,
Semoga kita sehat selalu dan senantiasa sukses.
Kembali saya ingin sharing sesuatu yang mungkin belum banyak diketahui orang, namun pastinya akan lebih memudahkan kita dalam memanfaatkan BPJS Kesehatan. Semoga demikian.
Namun sebelumnya ada hal yang saya ingin sampaikan sehubungan dengan viralnya pengumuman BPJS Kesehatan mengenai kasus-kasus kritis yang bisa ditangani oleh pihak provider (dokter, klinik atau rumah sakit) akhir-akhir ini.

Ternyata definisi kasus kritis oleh BPJS bisa saja berbeda dengan pandangan masyarakat umum seperti kisah di bawah ini: 
Seorang pasien HD yang baru saja masuk RS karena infeksi pada cimino, ternyata setelah pulang RS, didapat bahwa berat badannya sudah naik 7 kilo lebih dengan keluhan napas sesak. Merasa ini kasus cito, keluarga membawa kembali ke RS, namun menurut pihak keluarga (saya baru dapat info dari salah satu pihak saja via medsos), hal ini belum dianggap kasus emergency oleh pihak RS sehingga tidak dilakukan HD. Jadi harus menunggu jadwal HD selanjutnya.

Jak MD Forum 2018 oleh IDI Jakarta Pusat

Jak MD Forum 2018 oleh IDI Cabang Jakarta Pusat
Semakin hari tuntutan terhadap layanan kesehatan khususnya Dokter, Klinik atau Rumah Sakit semakin tinggi. Kita dituntut agar semakin profesional dalam melayani dan tidak membeda-bedakan pasien. Di lain pihak, meskipun banyak yang masih belum setuju dengan tarif dokternya namun masyarakat menuntut agar dokter, klinik dan RS mau bekerjasama dengan BPJS.

Guna mengantisipasi hal tersebut, IDI cabang Jakarta Pusat mengangkat beberapa isu tersebut dalam acara Jakarta Medical Doctor Forum atau yang lebih dikenal dengan Jak MD Forum. Acara yang diselenggarakan setiap tahun tersebut, pada tahun 2018 akan mengangkat beberapa topik, antara lain:

Beauty Talk bersama dr Lalan Melia dari Klinik Kecantikan L'Melia


Beauty Talk bersama dr Lalan


Bunda/Sista yang cantik,

Sudah mencoba berbagai obat jerawat, tapi belum berhasil?
Pengen kulit cerah dan mulus, tapi belum ketemu perawatan yang tepat?

Jika Sista/Bunda mengalami hal tersebut, jangan kuatir.
Beauty Talk bersama dr Lalan Melia dari Klinik Kecantikan L’Melia akan menjelaskan mengenai hal-hal di atas.

Dalam rangka HUT Klinik Kecantikan L’Melia, bersama KECC, menyelenggarakan 
Seminar Kecantikan Beauty Station, bertema: "Ageless Recipe from The Expert"
Minggu 15 April 2018 di Warung Pasta Rawamangun
Dapatkan doorprize senilai total Rp.1.000.000 dalam bentuk produk / treatment di Klinik Kecantikan L’Melia


Klinik Kecantikan L’Melia merawat kesehatan kulit, rambut dan tubuh Anda agar menjadi cantik. 
Ingat Perawatan Kecantikan ingat L’Melia. 
Testimoni: https://goo.gl/maps/nE92whNp3s52 (di bagian Reviews)

Dan jangan lewatkan juga make up class yang akan dibawakan oleh Caring Colours by Biokos Martha Tilaar.

Biaya registrasi Rp 50.000 dan kamu akan mendapatkan :
1. Beauty Talk with dr. Lalan Melia, Dipl.CIDESCO
2. Make up class with Caring Colours by Biokos Martha Tilaar
3. Health check from Kalbe Farma
4. Shopping voucher senilai Rp 100.000*
5. Doorprize berupa produk/perawatan senilai Rp 1.000.000 di klinik kecantikan L'Melia
6. Goodies
7. Lunch

Segera daftarkan dirimu ke Sdri. Natali, klik http://bit.ly/beautystation


See you April 15th  at Warung Pasta Rawamangun, https://goo.gl/maps/xXuQjDwbL2u

Pensiun pun perlu modal, simak caranya!!


Pada hari ke-2, telapak kaki melepuh,
namun terus berjalan melawan kesakitan.

Pensiun dan hanya mengerjakan apa yang kita inginkan menjadi idaman semua orang. Tidak ada lagi dateline, tidak ada lagi kekuatiran dikejar-kejar atasan. Yang ada hanyalah menjalankan hobi seperti yang dikerjakan Pak Djoko. Di  usia menjelang 70 tahun, Pak Djoko dan teman-temannya berjalan sejauh 250km selama 14 hari. 
Pada hari ke dua, telapak kakinya melepuh/blister, namun terus berjalan melawan kesakitan. Ikuti penuturannya, bagaimana menjaga kekuatan fisik dan mental selama perjalanan menuju Santiago de Compostela.

Perlu modal juga
Namun, pensiun dan mengerjakan hobi kita tidak mudah dilakukan jika tidak ada persiapan. Baik persiapan fisik (terus menjaga kesehatan), psikis maupun dana. Mengenai bagaimana mengelola dana agar cukup saat pensiun nanti, akan di-sharing oleh Pak Kris dari Wealth Management OCBC NISP.

Acara ini cocok bagi mereka yang bercita-cita mengisi masa pensiun dengan aktifitas yang menyenangkan. Makin jauh dari usia pensiun, makin besar manfaat.


Daftarkan diri Anda pada acara yang akan diselenggarakan:
Sabtu, 24 Maret 2018
Pk 09.00-13.00 (makan siang)
OCBC NISP Premiere, lt. 2
Jl. Boulevard Blok XC 5-6 no. C
Kelapa Gading - Jakarta Utara
(021) 29600500 

Sudah pake BPJS, kenapa mesti bayar lagi?


Begitu pertanyaan yang sering saya terima. Untuk lebih jelasnya berikut kisah imajinasi untuk menggambarkan hal tersebut. Masih banyak kisah-kisah riil lainnya dengan kondisi yang mirip-mirip, terpaksa harus mengeluarkan uang meskipun sudah membayar BPJS.

Bpk. Amir pasien HD yang datang ke Unit Hemodiasis dengan diantar mobil pribadi. Seminggu 3x, Pak Amir melakukan dialisis. Berkat BPJS Kesehatan, biaya dialisis termasuk obat dan suntik jika diperlukan, semua ditanggung oleh BPJS. Sayang karena tensi yang selalu tinggi, sehingga suntik hormon eritropoetin (sering disingkat epo) tidak bisa dilakukan selesai proses HD. Akhirnya epo tersebut dibawa pulang dan tidak pernah disuntik. Sudah diduga, suatu saat Pak Amir terpaksa dirawat karena HB rendah. Diberi transfusi dan infus.

Perlu diketahui, pasien dialisis umumnya harus disuntik epo agar HB tetap stabil (di atas 10). Bagaimana jika tensi yang tinggi sehingga tidak bisa disuntik saat selesai dialisis? Sebaiknya suntik epo dilakukan diluar waktu HD. Jawaban Pak Amir, malas antri di puskesmas. Padahal, kalau mau kan bisa disuntik oleh seorang dokter umum praktek swasta di klinik-klinik di sekitar rumah Pak Amir. Keengganan melakukan hal tersebut, karena harus mengeluarkan biaya. Sudah BPJS koq mesti bayar lagi.

World Kidney Day 2018


Hari ini, Kamis 8 Maret 2018 adalah Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day). Berbeda dengan hari peringatan lainnya, tanggal Hari GInjal Sedunia bisa dibilang unik. WKD selalu diperingati pada Hari Kamis kedua bulan Maret. Jadi setiap tahun bisa saja tanggalnya berbeda.

Menariknya tema yang diangkat pada Hari Ginjal Sedunia 2018 ini adalah mengenai Ginjal dan Kesehatan Wanita.

Berikut kisah yang ringan dan lucu dari World Kidney Day 2018. Jangan terlalu serius bacanya ya.

Ada yang berbeda kalau saya melihat foto-foto pasien yang sedang HD antara wanita dan pria. Wanita terlihat lebih segar dan tampak tidak sakit. Setelah saya amati lebih detil, ternyata penyebabnya adalah pasien-pasien wanita jika berfoto, mereka dandan terlebih dahulu.

Bagi kaum wanita, apapun kondisinya, tampil cantik adalah penting, mungkin ini pelajaran yang bisa dipetik. Benar tidak menurut Anda?

Selamat memperingati Hari Ginjal Sedunia

Siaran di TV (internal) RS Islam Jakarta

Penulis bersama Fina, sang pembawa acara di TV RSIJ
Tidak banyak rumah sakit yang memiliki siaran TV internal, apalagi yang bisa berlangsung selama 24 jam. Kita tahu semua, pasien dan keluarga pasien di rumah sakit merupakan satu segmen yang cukup potensial. Berapa banyak orang yang menunggu di poliklinik atau dalam kamar perawatan yang tidak tahu mau melakukan aktifitas apa? Kebanyakan dari mereka akan menggunakan smartphone untuk berselancar di dunia maya. Informasi yang diperoleh pun tidak banyak yang bersentuhan dengan rumah sakit tempat dirawat.

Bayangkan, jika Rumah Sakit memiliki station TV yang selama 24 jam terus menerus menyiarkan info-info yang bermanfaat yang disiarkan ke seluruh poliklinik dan rawat inap. Channel itupun bisa menjadi salah satu channel pilihan. Mirip-mirip dengan yang sering penulis lihat di hotel. Misalnya saja ada pasien sedang menunggu diobati oleh dokter, eh dokter itu muncul di tv, membahas penyakit yang kebetulan sedang diderita pasien tersebut. Kemudian ada penjelasan, bagaimana prosedur pengobatan, apa yang bisa dan tidak boleh dilakukan selama perawatan, dll. Tentu materinya harus disesuaikan dengan materi yang perlu diketahui pasien selama perawatan hingga pulang ke rumah nantinya,

Bisa jadi profit center

Yang pertama di Indonesia, Kosmetik untuk orang tua


Kosmetik untuk orang tua bisa diperoleh di Toko Online
Kemajuan industri kosmetik telah menyentuh segala usia. Kita sudah familiar dengan shampoo untuk bayi, begitu pula ada shampoo untuk wanita dan pria. Ini semua dimaksudkan agar masing-masing orang bisa menggunakan shampoo yang cocok dengan sifat dan jenis kulitnya.

Sebagai Klinik yang sangat memperhatikan kesehatan klien-kliennya / personalisasi (artinya selama ini, kosmetik yang dijual di Klinik Kecantikan L'Melia disesuaikan dengan kondisi dan jenis kuiit klien-kliennya), Klinik Kecantikan L'Melia memperkenalkan seri kosmetik untuk orang tua (senior citizen).

Masalah kulit pada orang tua
Kita semua tahu, pada orang tua sering timbul masalah kulit dan rambut seperti:
  • kulit kering
  • gatal yang sukar disembuhkan
  • kulit kusam
  • kulit bersisik
  • kulit mudah berdarah / sobek 
  • ketombe-an yang sukar sembuh

Produk kosmetik untuk orang tua hadir karena penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kondisi kulit pada orang dewasa dibandingkan dengan mereka yang berusia di atas 55 tahun. Umumnya jika jarang melakukan perawatan  / menjaga kesehatan tubuh, pada mereka yang berusia di atas 55 tahun mudah timbul gejala: kulit kering, gatal, kusam dan bersisik. Selain itu elastisitas kulit sudah mulai berkurang yang diikuti dengan timbul pigmentasi (flek) dan berbagai gangguan kulit lainnya. Sering disebut dermatitis, asal kata derma = kulit dan itis = radang) yang menimbulkan gejala seperti gatal dan kemerahan yang sukar diobati ataupun ditanggulangi dengan kosmetik pada umumnya.

Hal-hal di atas memang sepele dan jarang orang tua mengeluh karena meskipun menggangu (hingga bisa menderita), mereka sungkan untuk mengeluh. Nggak percaya, coba tanya langsung deh.