IdBlogNetwork

Mencoba langganan IndiHome dari Telkom

Ini tim Marketing TELKOM yang berhasil meyakinkan saya
Sebagai seorang blogger, selalu terhubung dengan internet dan dengan kecepatan akses yang mumpuni adalah suatu kebutuhan primer. Sayangnya provider yang saya gunakan saat ini, sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan saya tersebut. Sebagai gambaran bagaimana kecepatan internet yang saya nikmati saat  ini adalah sangat susah bagi saya untuk menonton video streaming. Untuk download file, bisa putus di tengah jalan.  :(

Sudah lama saya melihat /  membaca brosur mengenai Paket IndiHome dari Telkom, tapi selama ini karena mempunyai pengalaman yang kurang baik dengan Telkom Speedy, maka dicuekin saja. Kata teman-teman sekantor saat saya menunjukkan brosur IndiHome yang saya terima, "Ingat lho IndoHome itu punya TELKOM!!" .

Namun hari ini, saya berhasil diyakinkan oleh tim Marketing IndiHome bahwa dengan kabel fiber optik yang mereka miliki , akses internetnya, pasti lancar dan tidak akan putus/down.

So, kita lihat hasilnya nanti. Saya akan cerita kembali setelah saya berhasil menggunakannya.


Paket IndiHome

Trik ngurus perpanjangan STNK tanpa biro jasa

prosesnya 10 menitan, nunggunya yg lama
Masyarakat Ibukota saat ini dimanjakan oleh pelayanan publik. Ini kisah mengenai pengurusan perpanjangan STNK tanpa menggunakan biro jasa.

Seperti biasa, setahun sekali pemilik kendaraan bermotor perlu "melapor" ke Samsat untuk perpanjangan STNK. Entah sudah keberapa kali saya mengurusnya, tapi selalu ada yang unik yang bisa dibagi ke netizen. #dasarblogger

Pengurusan hanya memakan waktu 10 menit saja Seperti kita ketahui bersama, jika ingin mengurus perpanjangan baik SIM maupun STNK, cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan mengurusnya di pusat perbelanjaan, khususnya di Mal Artha Gading Jakarta Utara. Memang mal ini terkenal dengan fasilitas layanan publik-nya, contohnya beberapa waktu yang lalu pengurusan RFID bisa di mal ini.

Kembali ke laptop / mac book. :)
Pengurusan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor pun cukup mudah. Siapkan saja berkas seperti photo kopi KTP, STNK dan BPKP. Kemudian mengisi formulir yang disediakan. Tak lama kemudian STNK perpanjangan itu pun selesai. Seperti itulah yang saya alami, Jumat 7 November 2014. Prosesnya mulai mengantri pkl. 13:00 dan selesai pada pkl 13:10. Artinya dari mengantri, memasukkan berkas, membayar dan menerima STNK baru, hanya membutuhkan sekitar 10 menit saja. Bravo kecepatan pelayanannya. Lalu kenapa saya perlu membayar parkir Rp. 16.000 seperti foto di atas?

Ini kisah panjangnya:

Sel Punca Indonesia

Tebak apa yang Anda peroleh jika mencari / googling kata “sel punca” atau “stem cell Indonesia”. Yup, Anda tidak salah, ada beberapa tawaran terapi sel punca / stem cell di Indonesia, baik itu yang berasal dari klinik yang dikelola oleh orang Indonesia maupun dari mereka yang berpraktek di luar negeri. Begitu pula jika kita membaca media massa di Indonesia, penawaran terapi (yang dianggap menjanjikan ini) datang dari berbagai institusi kesehatan di dalam maupun luar negeri.

Padahal seperti yang kita ketahui, pemerintah baru mengijinkan 11 (sebelas) Rumah Sakit (pendidikan) yang bisa melakukan pelayanan berbasis riset mengenai sel punca atau stem cell ini. Alasannya, sampai dengan saat ini, bukti ilmiah dari terapi canggih ini belum bisa memuaskan sebagian komunitas medis di dunia, sehingga penerapannya harus berhati-hati dan dalam ruang lingkup penelitian. 

Suasana Pertemuan Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pengembangan Sel Punca
“Sampai saat ini kami masih terus meneliti keampuhan sel punca ini. Contohnya saja, dalam temuan kami, ada pasien diabetes / kencing manis yang terbantu dengan terapi sel punca, ada yang tidak berespons sama sekali.” ungkap Dr. dr. Ferdiansyah SpOT, peneliti Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, saat dimintai pendapat pada acara Pembentukan Pengurus Konsorsium Pengembangan Sel Punca dan Rekayasa Jaringan di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Selasa 4 November 2014 ini.

Acara Pertemuan Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pengembangan Sel Punca ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan kesepakatan MoU 3 Menteri (Kesehatan, BUMN dan Ristek) era SBY beberapa waktu yang lalu. Menindaklanjuti MoU tersebut, pada tanggal 4 Oktober 2014 ini telah terpilih secara aklamasi Ketua Konsorsium adalah Prof. DR. Dr. H. FA Moeloek, SpOG yang dilengkapi dengan sekretariat dan bendahara serta ketua-ketua bidang seperti: Bidang Medis, Bidang Riset, Bidang Bisnis, Bidang Regulasi Produksi, Bidang Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Bidang Humas.

"Melalui konsorsium ini diharapkan pengembangan sel punca dan jaringan di Indonesia, dapat terlaksana secara komprehensif dan mencakup semua aspek, baik penelitian, penerapan, pemanfaatan, pelayanan, maupun pengawasan,” harapan Menkes Nafsiah Mboi saat penandatanganan MoU, Senin 13 Oktober 2014 yang lalu.

Semoga demikian, karena biar bagaimanapun riset dan treatment Sel Punca di Indonesia belum begitu tertinggal dibandingkan di negara-negara maju lainnya. Bagaimana pendapat Anda?

Awas Dokter Online Palsu / Abal-abal !!

Internet (dan social media tentunya) dengan segala kemudahan yang bisa diperoleh membuat masyarakat khususnya netter bisa dengan gampang mengakses informasi kesehatan bahkan berdiskusi dengan ahlinya. Sayang dengan makin berkembangnya teknologi, ada pula yang menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Bukan kesembuhan yang diperoleh penanya, malah bisa-bisa menderita penyakit yang lebih parah. 

Apa yang membedakan situs yang dikelola oleh dokter asli dengan situs yang dikelola “dokter” abal-abal?


Ulasan lengkap mengenai “Waspadai Layanan Kesehatan Online” bisa dibaca pada majalah Intisari yang terbit bulan November 2014 di halaman 146 - 152.

Waspadai Layanan Kesehatan Online. Ada jebakan "betmen" dibalik kemudahan yang diberikan.

Ini daftar Rumah Sakit Indonesia yang telah terakreditasi JCI

Wakil dari RS Dr. Sardjito & RS Awal Bros
berfoto bersama Menteri Kesehatan  & jajarannya
“Rumah sakit kita juga berkualitas kok, tidak kalah dengan luar negeri. Jadi tidak perlulah berobat ke luar negeri, karena sudah ada 18 rumah sakit yang mendapatkan Sertifikat Akreditasi Internasional. Kalau memang sudah terbiasa dan dokternya ada di sana (luar negeri), ya silahkan saja. Tapi kalau baru pikir-pikir mau berobat ke luar negeri, mengapa tidak di sini saja,” ujar Menkes RI Nafsiah Mboi, saat menyerahkan serfikat JCI kepada 1 RSU Negeri (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta) dan 4 RSU Swasta (RSU Awal Bros Bekasi, RSU Awal Bros Tangerang, RSU Awal Bros Pekanbaru, RSU Awal Bros Batam) di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, hari Kamis 16 Oktober 2014 yang lalu.

Memang benar, saat ini telah ada standard pelayanan rumah sakit yang bertaraf internasional. Ini artinya, tidak sembarangan management rumah sakit bisa meng-klaim institusinya sebagai rumah sakit berstandard internasional seperti beberapa waktu yang lalu.

Lalu rumah sakit mana saja yang berhak menyandang rumah sakit internasional tersebut?

Mengacu pada website resmi dari Joint Commission International (link di bagian Referensi), sampai dengan saat ini rumah-rumah sakit Indonesia yang telah berhasil memperoleh sertifikat dari organisasi internasional yang berpusat di Amerika Serikat tersebut adalah:

  1. Awal Bros Hospital Batam
  2. Awal Bros Hospital Bekasi
  3. Awal Bros Hospital Pekanbaru
  4. Awal Bros Hospital Tangerang
  5. Eka Hospital Tangerang
  6. Eka Hospital Pekanbaru
  7. Fatmawati General Hospital
  8. RS Premier Bintaro Tangerang
  9. RS Premier Jatinegara - PT Affinity Health Indonesia Jakarta
  10. RS Premier Surabaya - PT Affinity Health Indonesia Surabaya
  11. RSUP Sanglah Bali
  12. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  13. Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah Jakarta
  14. Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Ditkesad Jakarta
  15. Santosa Hospital Bandung Central (SHBC) Bandung
  16. Siloam Hospitals Lippo Village
  17. DR Sardjito Hospital Yogyakarta (Program RS Pendidikan)
  18. JEC@Kedoya Eye Hospital (Program Rawat Jalan) 
Bagi yang ingin mengetahui lebih detil apa itu JCI, bisa klik ini: http://bit.ly/ApaItuJCI

Sudahkah Anda mengetahui Calling Anda?

 Management Awal Bros Group selesai mengikuti
seminar Calling @Work di RSIA Evasari Jakarta
Hampir setiap hari kita melakukan aktifitas rutin. Pagi-pagi, berangkat ke kantor. Sore/malam hari, kembali ke rumah. Selalu begitu hingga bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
  • Pernahkan kita merasa bosan dengan rutinitas itu?
  • Apakah kita sering merasa gelisah dg perjalanan karir kita?
  • Mengapa karyawan saling menjatuhkan rekan2nya demi karir dan gaji?
  • Mengapa ada orang yang berlomba-lomba mencari uang sehingga tidak pernah ada waktu pribadi dan untuk keluarga?


Hal inilah yang menjadi topik bahasan seminar yang saya ikuti hari ini di RSIA Evasari Jakarta. Seminar yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Calling, more than just a dream. Meraih kesuksesan & kebahagiaan melalui panggilan". Selama kurang lebih 2 jam, dengan sangat bersemangat penulis buku tersebut, Lie Seng Cuan menjelaskan hal-hal apa saja yang bisa membawa kita para peserta seminar menemukan Calling kita masing-masing.

"Kita harus menemukan Calling/panggilan hidup kita, agar bisa bekerja dengan sepenuh hati", jelas pria yang akrab dipanggil Pak Cuan.

Dokter Umum ditingkatkan ketrampilannya dalam penanganan nyeri

dr Dessy Emril Sp.S(K) dari Banda Aceh
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dikenal (dalam bahasa awam) BPJS, memberi dampak besar tidak hanya kepada masyarakat/pasien namun juga terhadap style / gaya pelayanan institusi dan tenaga kesehatan di Indonesia. Mau tidak mau, keduanya harus berbenah diri untuk melayani pasien lebih efisien dan efektif lagi.

Semangat itulah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menyelenggarakan acara yang bertajuk "Workshop Pain Education: Pain Management in Primary Care". Acara yang diselenggarakan di FK Unika Atma Jaya 20 Juni 2014 itu menghadirkan pembicara dokter spesialis penyakit saraf seperti:
- dr. Freddy Sitorus, Sp. S(K) dari FKUI Jakarta
- dr. Yudiyanta, Sp. S(K) dari FK UGM Yogyakarta
- dr. Dessy Emril, Sp.S(K) dari FK UNSYIAH Banda Aceh
- dr. Jimmy Barus, Sp.S dari FK Unika Atma Jaya Jakarta
- dr. Putu Eka Widyadharma Sp.S dari FK UNUD Denpasar

Pertemuan ke-28 KOWAS di Museum Rekor Indonesia Mall of Indonesia Kelapa Gading Jakarta Utara

Jaya Suprana - pendiri MURI
Kali ini para senioren anggota Komunitas Warga Senior (KOWAS) berkesempatan mengikuti pertemuan ke-28 yang berlangsung di Museum Rekor Indonesia a.k.a MURI lantai dasar Mall of Indonesia (MOI) Jakarta Utara.

Acara dimulai dengan menonton film mengenai usaha Pak Jaya Suprana yang tidak kenal lelah mulai mendirikan dan mengelola hingga saat ini Museum Rekor Indonesia. Selesai pemutaran film yang berlangsung sekitar 15 menit, Kowaser langsung memasuki ruangan / aula di mana Pak Jaya sering melakukan pertunjukkannya. Peserta disambut dengan hangat oleh Pak Jaya sendiri yang didampingi oleh Direktur MURI, Ibu Aylawati Sarwono.

Setelah ucapan selamat datang dari Pak Jaya dan sekaligus perkenalan dari Ketua KOWAS, Bpk Indra Gunawan, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir dengan lancarnya.

Sepeda Sungkup: Kemana-mana tapi tidak kemana-mana

Sepeda Sungkup inovasi Halmstad University Sweden
Bosan di rumah, belum ada yang bisa dikerjakan? Yuk kita keliling dunia dengan sepeda. Ha... mana mungkin, pasti sebagian besar dari kita akan menganggap ajakan ini hanya sekedar main-main belaka. Atau kalau pun serius, terbayang betapa banyak beban yang harus kita sertakan dalam bersepeda, misalnya: lampu, kasur, selimut, makanan dan minuman, kompor + bahan bakarnya, kompas, passport, dst.

Tapi...... lupakan kerepotan itu semua. :)

Suatu inovasi yang dibuat oleh Halmstad University Sweden memungkinkan kita ke mana-mana tanpa kemana-mana. Bentuknya seperti sepeda statis, namun dilengkapi dengan semacam peta satelit view (mirip google map / google street view). Jadi sambil mengayuh sepeda statis tersebut, kita bisa dengan santai (atau cepat juga bisa, tapi jika ingin merasakan hembusan angin, perlu ditambahkan kipas angin, sebuah usulan untuk pembuatnya ) menikmati pemandangan yang tersaji via sungkup di depan kita. Menarik bukan?

Pengurusan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading

Mengurus SIM tanpa calo
Setiap 5 tahun, para pengendara harus memperpanjang Surat Ijin Mengemudi a.k.a. SIM. Terima kasih kepada Instansi Pengelolanya (POLDA Metro Jaya), saat ini urusan perpanjangan SIM jadi lebih mudah dan bebas dari penawaran/rayuan para calo. Setidaknya hal itu yang dialami saya saat mengurus perpanjangan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading, Jakarta Utara, beberapa hari yang lalu.

Datang sekitar pkl. 9:30, saya langsung dilayani dengan ramah oleh petugas. Berkas yang perlu diberikan hanya foto kopi KTP  dan SIM Asli. Bagi yang belum sempat meng-fotokopi berkas tersebut, bisa dibantu oleh petugasnya.

Tak lama kemudian (pengalaman saya, sekitar pkl 11:45), saya dipanggil untuk wawancara/ pemeriksaan/ pemotretan. Dan dalam waktu sekitar 2,5 jam saja,  SIM perpanjangan sudah selesai. Total biaya yang dikeluarkan Rp. 150.000 (termasuk asuransi, dll. detilnya bisa dilihat pada tabel di bawah). Lumayan, mengurus SIM di mall, tidak perlu panas-panasan, jauh dari calo dan TIDAK NAMPAK ANTRIAN (bravo untuk POLDA Metro Jaya).

Proses Pendaftaran tanpa antrian