IdBlogNetwork

Kesempatan menjajal speed Indihome

menonton siaran DAAI TV (live streaming) 
Meskipun fasilitas Indihome di rumah masih menggunakan kabel tembaga (seharusnya sih fiber optik), namun saya punya niat untuk menjajal kemampuan akses internetnya.

Akhirnya tidak sengaja, kesempatan itu tiba, pada siang hari ini Rabu 17 Desember 2014. Saya diinfo oleh pihak RSIA Evasari bahwa pada jam 11 siang nanti ada acara Talk Show Dunia Sehat di DAAI TV  yang membahas mengenai batu empedu dengan nara sumber dr Ignatia Sinta Murti SpPD. Berhubung siaran DAAI TV, samar-samar tertangkap oleh antena TV rumah kami, maka saya mencari streaming-nya dan ketemu di http://www.mivo.com/#/daaitv. Nontonlah saya dengan menggunakan notebook.

Streaming DAAI TV
Bisa dilaporkan bahwa kualitas suaranya bagus, begitu pula gambar jernih/bening banget. Hanya memang untuk gambar agak tersendat-sendat (patah-patah) dikit.

Video Chat dengan Google HangOut

Video Chat menggunakan
Google HangOut

Tak disangka-sangka pada saat bersamaan, teman saya Nofa Stefanus ingin ngobrol via Google Hang Out. Jadilah secara bersamaan saya menonton streaming DAAI TV (via notebook) sambil video chatting (via Gadget) dengan Nofa.

Selamat HUT ke-119 BRI, semoga semakin tulus melayani nasabah


Surprise terjadi sewaktu penulis mengunjungi BRI KCP Cempaka Putih Raya. Senyum manis yang tulus menyambut penulis mulai dari security, customer service hingga teller-nya. Namun itu sudah biasa (hal yang dialami setiap kali penulis mengunjungi BRI KCP Cempaka Putih), yang luar biasa kali ini, mereka mengenakan seragam kebaya.
Suasana ruangannya pun dipenuhi dengan balon-balon aneka warna (cuman 2 warna ding: putih dan biru). Saat petugasnya menyodorkan box kue, penulis langsung bertanya, ada apa nih?

"Hari ini bank kami berulang tahun Pak." jelas salah satu teller dengan senyum manisnya. "Wah selamat ulang tahun ya, semoga semakin tulus melayani nasabah", jawab penulis sambil melirik X-banner untuk membaca slogan Bank BRI.

Di hari yang berbahagia ini tidak ada salahnya penulis ingin memberi masukan.

Sebagai nasabah baru BRI (kurang lebih 1 tahun), penulis sih fine-fine saja dengan sistem perbankannya, namun ada satu hal yang kiranya bisa jadi tantangan BRI, yaitu meningkatkan kualitas sistem informasi-nya. Ada beberapa kejadian yang penulis alami sendiri seperti: tidak bisa print buku karena sistem seringkali offline, penulis juga pernah bermasalah dengan internet banking dan notifikasi SMSnya.

Mudah-mudahan ke depan BRI semakin menguatkan sistem ITnya. Maju terus.

Saksikan video penulis di: https://www.youtube.com/watch?v=VyZbhVpiKBg

Payudara jangan cuman dipandang, pegang dan raba!!

ki-ka: moderator, Samantha Barbara, dr Aru Sudoyo, Ani Rahardjo
Menurut dr Aru W. Sudoyo, dari Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), banyak pasien kanker payudara yang datang ke dokter saat kondisinya sudah berat. Salah satu metode deteksi dini kanker payudara SADARI, ditengarai belum banyak yang melakukannya. Sebabnya, bukan tidak tahu, tapi lebih kepada perasaan risih memegang, meraba payudara meskipun itu payudara sendiri.

Hal ini terungkap pada acara yang diselenggarakan GE Healthcare, yang memaparkan hasil penelitian global terbaru mengenai kesadaran terhadap kanker payudara di Hotel JW Marriot Kuningan Jakarta, Rabu 3 Desember 2014.

"Hasil penelitian ini menyoroti kesempatan untuk meningkatkan kesadaran terhadap jaringan payudara yang padat (dense breast tissue) menjadi lebih baik termasuk memberdayakan perempuan agar berperan aktif dalam menjaga kesehatan payudaranya. Meskipun banyak yang sudah mengetahui betapa pentingnya pemeriksaan umum kanker payudara, survei ini menunjukkan bahwa secara global risiko jaringan payudara yang padat belum dipahami secara luas. Dan di Indonesia, tantangannya adalah bagaimana membuat informasi ini menjadi tindakan nyata", ungkap Ani Rahardjo, Marketing Leader GE Healthcare.

Turut menyampaikan testimoni pada acara ini, salah seorang survivor kanker payudara dan Ketua Lovepink Indonesia, Samantha Barbara.

Artikel terkait:
- Cara mencegah Kanker Payudara 1
- Cara mencegah Kanker Payudara 2
- Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari)

Video mengenai penulis: https://www.youtube.com/watch?v=VyZbhVpiKBg


Mencoba langganan IndiHome dari Telkom

Ini tim Marketing TELKOM yang berhasil meyakinkan saya
Sebagai seorang blogger, selalu terhubung dengan internet dan dengan kecepatan akses yang mumpuni adalah suatu kebutuhan primer. Sayangnya provider yang saya gunakan saat ini, sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan saya tersebut. Sebagai gambaran bagaimana kecepatan internet yang saya nikmati saat  ini adalah sangat susah bagi saya untuk menonton video streaming. Untuk download file, bisa putus di tengah jalan.  :(

Sudah lama saya melihat /  membaca brosur mengenai Paket IndiHome dari Telkom, tapi selama ini karena mempunyai pengalaman yang kurang baik dengan Telkom Speedy, maka dicuekin saja. Kata teman-teman sekantor saat saya menunjukkan brosur IndiHome yang saya terima, "Ingat lho IndoHome itu punya TELKOM!!" .

Namun hari ini, saya berhasil diyakinkan oleh tim Marketing IndiHome bahwa dengan kabel fiber optik yang mereka miliki , akses internetnya, pasti lancar dan tidak akan putus/down.

So, kita lihat hasilnya nanti. Saya akan cerita kembali setelah saya berhasil menggunakannya.

Berikut hasilnya:
http://www.eriktapan.com/2014/12/kesempatan-menjajal-speed-indihome.html

Paket IndiHome

Trik ngurus perpanjangan STNK tanpa biro jasa

prosesnya 10 menitan, nunggunya yg lama
Masyarakat Ibukota saat ini dimanjakan oleh pelayanan publik. Ini kisah mengenai pengurusan perpanjangan STNK tanpa menggunakan biro jasa.

Seperti biasa, setahun sekali pemilik kendaraan bermotor perlu "melapor" ke Samsat untuk perpanjangan STNK. Entah sudah keberapa kali saya mengurusnya, tapi selalu ada yang unik yang bisa dibagi ke netizen. #dasarblogger

Pengurusan hanya memakan waktu 10 menit saja Seperti kita ketahui bersama, jika ingin mengurus perpanjangan baik SIM maupun STNK, cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan mengurusnya di pusat perbelanjaan, khususnya di Mal Artha Gading Jakarta Utara. Memang mal ini terkenal dengan fasilitas layanan publik-nya, contohnya beberapa waktu yang lalu pengurusan RFID bisa di mal ini.

Kembali ke laptop / mac book. :)
Pengurusan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor pun cukup mudah. Siapkan saja berkas seperti photo kopi KTP, STNK dan BPKP. Kemudian mengisi formulir yang disediakan. Tak lama kemudian STNK perpanjangan itu pun selesai. Seperti itulah yang saya alami, Jumat 7 November 2014. Prosesnya mulai mengantri pkl. 13:00 dan selesai pada pkl 13:10. Artinya dari mengantri, memasukkan berkas, membayar dan menerima STNK baru, hanya membutuhkan sekitar 10 menit saja. Bravo kecepatan pelayanannya. Lalu kenapa saya perlu membayar parkir Rp. 16.000 seperti foto di atas?

Ini kisah panjangnya:

Sel Punca Indonesia

Tebak apa yang Anda peroleh jika mencari / googling kata “sel punca” atau “stem cell Indonesia”. Yup, Anda tidak salah, ada beberapa tawaran terapi sel punca / stem cell di Indonesia, baik itu yang berasal dari klinik yang dikelola oleh orang Indonesia maupun dari mereka yang berpraktek di luar negeri. Begitu pula jika kita membaca media massa di Indonesia, penawaran terapi (yang dianggap menjanjikan ini) datang dari berbagai institusi kesehatan di dalam maupun luar negeri.

Padahal seperti yang kita ketahui, pemerintah baru mengijinkan 11 (sebelas) Rumah Sakit (pendidikan) yang bisa melakukan pelayanan berbasis riset mengenai sel punca atau stem cell ini. Alasannya, sampai dengan saat ini, bukti ilmiah dari terapi canggih ini belum bisa memuaskan sebagian komunitas medis di dunia, sehingga penerapannya harus berhati-hati dan dalam ruang lingkup penelitian. 

Suasana Pertemuan Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pengembangan Sel Punca
“Sampai saat ini kami masih terus meneliti keampuhan sel punca ini. Contohnya saja, dalam temuan kami, ada pasien diabetes / kencing manis yang terbantu dengan terapi sel punca, ada yang tidak berespons sama sekali.” ungkap Dr. dr. Ferdiansyah SpOT, peneliti Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, saat dimintai pendapat pada acara Pembentukan Pengurus Konsorsium Pengembangan Sel Punca dan Rekayasa Jaringan di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Selasa 4 November 2014 ini.

Acara Pertemuan Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pengembangan Sel Punca ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan kesepakatan MoU 3 Menteri (Kesehatan, BUMN dan Ristek) era SBY beberapa waktu yang lalu. Menindaklanjuti MoU tersebut, pada tanggal 4 Oktober 2014 ini telah terpilih secara aklamasi Ketua Konsorsium adalah Prof. DR. Dr. H. FA Moeloek, SpOG yang dilengkapi dengan sekretariat dan bendahara serta ketua-ketua bidang seperti: Bidang Medis, Bidang Riset, Bidang Bisnis, Bidang Regulasi Produksi, Bidang Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Bidang Humas.

"Melalui konsorsium ini diharapkan pengembangan sel punca dan jaringan di Indonesia, dapat terlaksana secara komprehensif dan mencakup semua aspek, baik penelitian, penerapan, pemanfaatan, pelayanan, maupun pengawasan,” harapan Menkes Nafsiah Mboi saat penandatanganan MoU, Senin 13 Oktober 2014 yang lalu.

Semoga demikian, karena biar bagaimanapun riset dan treatment Sel Punca di Indonesia belum begitu tertinggal dibandingkan di negara-negara maju lainnya. Bagaimana pendapat Anda?

Awas Dokter Online Palsu / Abal-abal !!

Internet (dan social media tentunya) dengan segala kemudahan yang bisa diperoleh membuat masyarakat khususnya netter bisa dengan gampang mengakses informasi kesehatan bahkan berdiskusi dengan ahlinya. Sayang dengan makin berkembangnya teknologi, ada pula yang menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Bukan kesembuhan yang diperoleh penanya, malah bisa-bisa menderita penyakit yang lebih parah. 

Apa yang membedakan situs yang dikelola oleh dokter asli dengan situs yang dikelola “dokter” abal-abal?


Ulasan lengkap mengenai “Waspadai Layanan Kesehatan Online” bisa dibaca pada majalah Intisari yang terbit bulan November 2014 di halaman 146 - 152.

Waspadai Layanan Kesehatan Online. Ada jebakan "betmen" dibalik kemudahan yang diberikan.

Ini daftar Rumah Sakit Indonesia yang telah terakreditasi JCI

Wakil dari RS Dr. Sardjito & RS Awal Bros
berfoto bersama Menteri Kesehatan  & jajarannya
“Rumah sakit kita juga berkualitas kok, tidak kalah dengan luar negeri. Jadi tidak perlulah berobat ke luar negeri, karena sudah ada 18 rumah sakit yang mendapatkan Sertifikat Akreditasi Internasional. Kalau memang sudah terbiasa dan dokternya ada di sana (luar negeri), ya silahkan saja. Tapi kalau baru pikir-pikir mau berobat ke luar negeri, mengapa tidak di sini saja,” ujar Menkes RI Nafsiah Mboi, saat menyerahkan serfikat JCI kepada 1 RSU Negeri (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta) dan 4 RSU Swasta (RSU Awal Bros Bekasi, RSU Awal Bros Tangerang, RSU Awal Bros Pekanbaru, RSU Awal Bros Batam) di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, hari Kamis 16 Oktober 2014 yang lalu.

Memang benar, saat ini telah ada standard pelayanan rumah sakit yang bertaraf internasional. Ini artinya, tidak sembarangan management rumah sakit bisa meng-klaim institusinya sebagai rumah sakit berstandard internasional seperti beberapa waktu yang lalu.

Lalu rumah sakit mana saja yang berhak menyandang rumah sakit internasional tersebut?

Mengacu pada website resmi dari Joint Commission International (link di bagian Referensi), sampai dengan saat ini rumah-rumah sakit Indonesia yang telah berhasil memperoleh sertifikat dari organisasi internasional yang berpusat di Amerika Serikat tersebut adalah:

  1. Awal Bros Hospital Batam
  2. Awal Bros Hospital Bekasi
  3. Awal Bros Hospital Pekanbaru
  4. Awal Bros Hospital Tangerang
  5. Eka Hospital Tangerang
  6. Eka Hospital Pekanbaru
  7. Fatmawati General Hospital
  8. RS Premier Bintaro Tangerang
  9. RS Premier Jatinegara - PT Affinity Health Indonesia Jakarta
  10. RS Premier Surabaya - PT Affinity Health Indonesia Surabaya
  11. RSUP Sanglah Bali
  12. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  13. Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah Jakarta
  14. Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Ditkesad Jakarta
  15. Santosa Hospital Bandung Central (SHBC) Bandung
  16. Siloam Hospitals Lippo Village
  17. DR Sardjito Hospital Yogyakarta (Program RS Pendidikan)
  18. JEC@Kedoya Eye Hospital (Program Rawat Jalan) 
Bagi yang ingin mengetahui lebih detil apa itu JCI, bisa klik ini: http://bit.ly/ApaItuJCI

Sudahkah Anda mengetahui Calling Anda?

 Management Awal Bros Group selesai mengikuti
seminar Calling @Work di RSIA Evasari Jakarta
Hampir setiap hari kita melakukan aktifitas rutin. Pagi-pagi, berangkat ke kantor. Sore/malam hari, kembali ke rumah. Selalu begitu hingga bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
  • Pernahkan kita merasa bosan dengan rutinitas itu?
  • Apakah kita sering merasa gelisah dg perjalanan karir kita?
  • Mengapa karyawan saling menjatuhkan rekan2nya demi karir dan gaji?
  • Mengapa ada orang yang berlomba-lomba mencari uang sehingga tidak pernah ada waktu pribadi dan untuk keluarga?


Hal inilah yang menjadi topik bahasan seminar yang saya ikuti hari ini di RSIA Evasari Jakarta. Seminar yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Calling, more than just a dream. Meraih kesuksesan & kebahagiaan melalui panggilan". Selama kurang lebih 2 jam, dengan sangat bersemangat penulis buku tersebut, Lie Seng Cuan menjelaskan hal-hal apa saja yang bisa membawa kita para peserta seminar menemukan Calling kita masing-masing.

"Kita harus menemukan Calling/panggilan hidup kita, agar bisa bekerja dengan sepenuh hati", jelas pria yang akrab dipanggil Pak Cuan.

Dokter Umum ditingkatkan ketrampilannya dalam penanganan nyeri

dr Dessy Emril Sp.S(K) dari Banda Aceh
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dikenal (dalam bahasa awam) BPJS, memberi dampak besar tidak hanya kepada masyarakat/pasien namun juga terhadap style / gaya pelayanan institusi dan tenaga kesehatan di Indonesia. Mau tidak mau, keduanya harus berbenah diri untuk melayani pasien lebih efisien dan efektif lagi.

Semangat itulah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menyelenggarakan acara yang bertajuk "Workshop Pain Education: Pain Management in Primary Care". Acara yang diselenggarakan di FK Unika Atma Jaya 20 Juni 2014 itu menghadirkan pembicara dokter spesialis penyakit saraf seperti:
- dr. Freddy Sitorus, Sp. S(K) dari FKUI Jakarta
- dr. Yudiyanta, Sp. S(K) dari FK UGM Yogyakarta
- dr. Dessy Emril, Sp.S(K) dari FK UNSYIAH Banda Aceh
- dr. Jimmy Barus, Sp.S dari FK Unika Atma Jaya Jakarta
- dr. Putu Eka Widyadharma Sp.S dari FK UNUD Denpasar