IdBlogNetwork

Sudahkah Anda mengetahui Calling Anda?

 Management Awal Bros Group selesai mengikuti
seminar Calling @Work di RSIA Evasari Jakarta
Hampir setiap hari kita melakukan aktifitas rutin. Pagi-pagi, berangkat ke kantor. Sore/malam hari, kembali ke rumah. Selalu begitu hingga bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
  • Pernahkan kita merasa bosan dengan rutinitas itu?
  • Apakah kita sering merasa gelisah dg perjalanan karir kita?
  • Mengapa karyawan saling menjatuhkan rekan2nya demi karir dan gaji?
  • Mengapa ada orang yang berlomba-lomba mencari uang sehingga tidak pernah ada waktu pribadi dan untuk keluarga?


Hal inilah yang menjadi topik bahasan seminar yang saya ikuti hari ini di RSIA Evasari Jakarta. Seminar yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Calling, more than just a dream. Meraih kesuksesan & kebahagiaan melalui panggilan". Selama kurang lebih 2 jam, dengan sangat bersemangat penulis buku tersebut, Lie Seng Cuan menjelaskan hal-hal apa saja yang bisa membawa kita para peserta seminar menemukan Calling kita masing-masing.

"Kita harus menemukan Calling/panggilan hidup kita, agar bisa bekerja dengan sepenuh hati", jelas pria yang akrab dipanggil Pak Cuan.

Dokter Umum ditingkatkan ketrampilannya dalam penanganan nyeri

dr Dessy Emril Sp.S(K) dari Banda Aceh
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dikenal (dalam bahasa awam) BPJS, memberi dampak besar tidak hanya kepada masyarakat/pasien namun juga terhadap style / gaya pelayanan institusi dan tenaga kesehatan di Indonesia. Mau tidak mau, keduanya harus berbenah diri untuk melayani pasien lebih efisien dan efektif lagi.

Semangat itulah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menyelenggarakan acara yang bertajuk "Workshop Pain Education: Pain Management in Primary Care". Acara yang diselenggarakan di FK Unika Atma Jaya 20 Juni 2014 itu menghadirkan pembicara dokter spesialis penyakit saraf seperti:
- dr. Freddy Sitorus, Sp. S(K) dari FKUI Jakarta
- dr. Yudiyanta, Sp. S(K) dari FK UGM Yogyakarta
- dr. Dessy Emril, Sp.S(K) dari FK UNSYIAH Banda Aceh
- dr. Jimmy Barus, Sp.S dari FK Unika Atma Jaya Jakarta
- dr. Putu Eka Widyadharma Sp.S dari FK UNUD Denpasar

Pertemuan ke-28 KOWAS di Museum Rekor Indonesia Mall of Indonesia Kelapa Gading Jakarta Utara

Jaya Suprana - pendiri MURI
Kali ini para senioren anggota Komunitas Warga Senior (KOWAS) berkesempatan mengikuti pertemuan ke-28 yang berlangsung di Museum Rekor Indonesia a.k.a MURI lantai dasar Mall of Indonesia (MOI) Jakarta Utara.

Acara dimulai dengan menonton film mengenai usaha Pak Jaya Suprana yang tidak kenal lelah mulai mendirikan dan mengelola hingga saat ini Museum Rekor Indonesia. Selesai pemutaran film yang berlangsung sekitar 15 menit, Kowaser langsung memasuki ruangan / aula di mana Pak Jaya sering melakukan pertunjukkannya. Peserta disambut dengan hangat oleh Pak Jaya sendiri yang didampingi oleh Direktur MURI, Ibu Aylawati Sarwono.

Setelah ucapan selamat datang dari Pak Jaya dan sekaligus perkenalan dari Ketua KOWAS, Bpk Indra Gunawan, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir dengan lancarnya.

Sepeda Sungkup: Kemana-mana tapi tidak kemana-mana

Sepeda Sungkup inovasi Halmstad University Sweden
Bosan di rumah, belum ada yang bisa dikerjakan? Yuk kita keliling dunia dengan sepeda. Ha... mana mungkin, pasti sebagian besar dari kita akan menganggap ajakan ini hanya sekedar main-main belaka. Atau kalau pun serius, terbayang betapa banyak beban yang harus kita sertakan dalam bersepeda, misalnya: lampu, kasur, selimut, makanan dan minuman, kompor + bahan bakarnya, kompas, passport, dst.

Tapi...... lupakan kerepotan itu semua. :)

Suatu inovasi yang dibuat oleh Halmstad University Sweden memungkinkan kita ke mana-mana tanpa kemana-mana. Bentuknya seperti sepeda statis, namun dilengkapi dengan semacam peta satelit view (mirip google map / google street view). Jadi sambil mengayuh sepeda statis tersebut, kita bisa dengan santai (atau cepat juga bisa, tapi jika ingin merasakan hembusan angin, perlu ditambahkan kipas angin, sebuah usulan untuk pembuatnya ) menikmati pemandangan yang tersaji via sungkup di depan kita. Menarik bukan?

Pengurusan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading

Mengurus SIM tanpa calo
Setiap 5 tahun, para pengendara harus memperpanjang Surat Ijin Mengemudi a.k.a. SIM. Terima kasih kepada Instansi Pengelolanya (POLDA Metro Jaya), saat ini urusan perpanjangan SIM jadi lebih mudah dan bebas dari penawaran/rayuan para calo. Setidaknya hal itu yang dialami saya saat mengurus perpanjangan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading, Jakarta Utara, beberapa hari yang lalu.

Datang sekitar pkl. 9:30, saya langsung dilayani dengan ramah oleh petugas. Berkas yang perlu diberikan hanya foto kopi KTP  dan SIM Asli. Bagi yang belum sempat meng-fotokopi berkas tersebut, bisa dibantu oleh petugasnya.

Tak lama kemudian (pengalaman saya, sekitar pkl 11:45), saya dipanggil untuk wawancara/ pemeriksaan/ pemotretan. Dan dalam waktu sekitar 2,5 jam saja,  SIM perpanjangan sudah selesai. Total biaya yang dikeluarkan Rp. 150.000 (termasuk asuransi, dll. detilnya bisa dilihat pada tabel di bawah). Lumayan, mengurus SIM di mall, tidak perlu panas-panasan, jauh dari calo dan TIDAK NAMPAK ANTRIAN (bravo untuk POLDA Metro Jaya).

Proses Pendaftaran tanpa antrian

AIPJ mendorong Tilang diselesaikan via Pengadilan Negeri

Teman2 dari PSHK, AIPJ termasuk Craig Ewers, Team Leader  AIPJ.
Penelitian yang dilakukan oleh M. Nur Sholikin dari Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) / Indonesian Center for Low & Policy Studies pada tahun 2014 ini ternyata membuktikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) bisa diacungi jempol. Bayangkan dengan pengurusan ratusan ribu kasus tilang per hari (?) (tahun 2014), banyak masyarakat yang bisa merasakan kemudahan pengurusannya seperti yang bisa di baca di blog2, antara lain di blog saya ini (tahun 2006), Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur .

Untuk itulah pada Selasa 29 April 2014,  saya diundang oleh Austalia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) untuk menceritakan pengalaman yang saya alami sekitar 8 tahun yang lalu dalam satu acara yang diberi tajuk "Konferensi Kemitraan AIPJ".

Selain saya, tampil juga pelaku2 pencari keadilan lainnya dalam kasus: warisan, pernikahan, perceraian, mediasi perceraian, dll. yang menurut saya kasusmya berat-berat dan penuh perjuangan. Jadi nggak enak hati, mesti presentasi di forum yang begitu terhormat. :(  Saya memberanikan diri untuk presentasi karena berharap ke depan situasi peradilan akan semakin membaik seperti yang diceritakan narsum lainnya dalam forum ini. Sayang tidak ada media yang meliput.

Jalannya acara

Indonesia Family Health Care Expo 2014, 2 - 6 April di Jakarta Convention Center

Ada info menarik nih. Minggu depan mulai Rabu, 2 April 2014 hingga Minggu 6 April 2014 akan diselenggarakan Family Health Care Expo bertempat di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Untuk masuk melihat pameran dan beberapa acara yang berlangsung di panggung utama tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Acara-acaranya yaitu: Knowledge Sharing: Menjadi Penerobos, Festival Penulis, Festival Pembaca, Launching Buku, Book Chalenge,Lomba “Ayo Menyanyi”, Miiko Corner, Area si Kecil, Spelling Bee, News Anchor, Kompetisi “Sang Juara”, Cosplay, Dance & Acoustic Band Competition, Stand Up Comedy, Layar Tancep, Seminar & Talk Show Kesehatan, Photo Booth.



Khusus untuk Seminar & Talk Show Kesehatan, beberapa topik menarik antara lain:


  1. Seminar Rahasia Tetap Bugar dan Produktif di Usia Emas
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 09:00 - 12:00 WIB
    • Narsum: Martha Tilaar, Alex Tilaar, dr Handrawan Nadesul
    • Biaya Pendaftaran: Rp. 200.000,-
  2. Talkshow Pasien Pintar, Dokter Bijak
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 09:00 - 11:00 WIB
    • Narsum: Prof DR. Dr.Daldijono, KGEH, Dr. Krismini Dwi Irianti, MARS
    • Lokasi di Panggung (GRATIS)
  3. Talkshow Minum Banyak Air Menjaga GInjal Tetap Sehat: Mitos atau Fakta?
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 13:00 - 16:00 WIB
    • Prof DR. Dr Suhardjono, SpPD-KGH: Mengenal Ginjal dan Fungsinya bagi Tubuh serta Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal 
    • Dr. JC Prihadi, SpU: Batu Ginjal dan Pengaruhnya bagi Kesehatan Ginjal
    • Biaya Pendaftaran: Rp. 100.000
Daftar acara Seminar dan Talkshow Kesehatan selengkapnya, klik ini.

Perlukah Proses Belanja dipelajari? Bgmn dg Sistem Kesehatan Nasional?

Pagi ini sewaktu mengunjungi supermarket langganan, suasana sangat ramai. Tidak biasanya. Ada apa gerangan? Ternyata sekumpulan anak yang sedang belajar berbelanja. Tentu namanya anak-anak, yang menemani pun tidak kalah banyak jumlahnya.

Proses belajar belanja dimulai dari baris ber baris / antri. Kemudian satu per satu dipanggil untuk diberi keranjang.

“Jangan lupa ya, keranjang harus dipegang dengan tangan kiri”, begitu sang instruktur memberi nasehat.

Wah rupanya belanja itu ada tekniknya. Hebat!!

Pasti banyak ilmu2 lainnya yang diajarkan pada saat itu. Sayangnya saya harus berbelanja juga, jadi tidak sempat mengikuti kursus tersebut secara penuh. :)

Subroto: Kelompok Senior hendaklah selalu memberi semangat optimisme

Prof. Dr. Ir Subroto (91 thn) pada acara KOWAS
Di usianya yang hampir mencapai 91 tahun, Prof Dr. Ir. Subroto masih aktif membagi ilmu anti aging-nya. Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UI tersebut pada prinsipnya umur manusia itu ada 3, yaitu: umur kronologis (sesuai KTP), umur biologis (sesuai umur sel hasil pemeriksaan laboratorium) dan umur psikologis. Yang dimaksud umur psikologis adalah umur yang kita rasakan sendiri karena seberapa tua/muda kita, tergantung perasaan kita dalam bahasa sehari-hari disebut I’m as old as I think.

Penjelasan ini disampaikan Subroto pada acara pertemuan ke-27 Komunitas Warga Senior (KOWAS) yang berlangsung di Kalbis Institute Pulo Mas Jakarta Timur. Subroto bilang di era informasi saat ini, warga senior bisa berpartisipasi untuk selalu memberikan semangat optimisme bagi generasi muda. Hendaklah kelompok warga senior menjadi kelompok yang peduli, bukan kelompok yang dipedulikan.

Beberapa tips agar bisa hidup sehat di usia lanjut seperti yang dipaparkan Subroto yang masih kuat berdiri 30 menit berbicara tanpa text adalah:

Pertemuan ke-27 KOWAS: Living Long,Living Good

Berbicara mengenai Anti Aging, tentu masih kontroversial. Namun mendengar / mengetahui ada orang yang berusia lanjut, sebut saja 80 hingga 100 tahun ke atas, adalah fakta. Tentu sangat menarik menelusuri pengalaman hidup dan tips-tipsnya dari mereka yang berusia di atas 100 tahun atau sering disebut dengan Centenarian.

Salah satu Centenerian adalah Dr. Shigeaki Hinohara. Dokter fenomenal dari Jepang itu meski saat ini berusia hampir 103 tahun namun masih terus berkarya dengan menulis buku. Tidak itu saja, Dr Hinohara aktif membagi ilmunya. Terhitung dalam setahun ia bisa memberi ceramah pencerahan sekitar 150 kali. Saat ini ia juga aktif membina sekitar 5 organisasi atau yayasan diantaranya St.Luke's International Hospital, tempat dia berpraktek sebagai dokter selama 80 tahun. 

Prinsip hidup di usia lanjut, telah ditulis dalam buku yang menjadi best seller yaitu:
"Living Long,Living Good" (terjual lebih dari 1,2 juta eksemplar) yang jika disingkat dalam  1 kalimat menjadi "Menjadi Tua Bukan Berarti Berjalan Turun, Melainkan Bergerak Menghampiri Puncak Bukit” 

Bagaimana di Indonesia?
KOWAS atau Komunitas Warga Senior dalam rangka pertemuan ke-27 akan menyelenggarakan Seminar Awam membahas tips dan trik usia panjang dari Dr. Shigeaki Hinohara tersebut. Tidak tanggung-tanggung, pembicaranya adalah mereka yang tergolong Octogenarian atau berusia antara 80 - 89 tahun, seperti:
- Prof. Dr.Subroto (91 tahun),  
- Prof. Dr.Emil Salim (83 tahun), 
- Dr. Boenjamin Setiawan (80 tahun)

Acaranya akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal                :Sabtu, 22 Maret 2014 
Waktu                           :9.30 - 13.30 WIB 
Tempat                        : Ruang Auditorium lt 6, Kalbis Institute, 
                                     Jl Pulomas Selatan Kav 22 Jakarta Timur 13210 
Pemandu diskusi        :Indra Gunawan M., MBA