IdBlogNetwork

Pencegahan Kemiskinan & Asuransi Sosial Orang Tua Indonesia bersama Komnas Lansia & CAS UI

Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, 8 Mei 2013 yang lalu, telah dilaksanakan Southeast Asian Countries Meeting and Workshop on "Older Person's Social Security and Poverty Prevention" oleh Komite Nasional Lanjut Usia / KOMNAS LANSIA (National Commission for Older Persons (NCOP)) yang bekerjasama dengan Pusat Studi Keorangtuaan UI / Centre for Ageing Studies Universitas Indonesia (CAS-UI) Jakarta.

 Latar belakang acara ini menurut Ketua 2 Komnas Lansia, H. Toni Hartono karena melihat perubahan demografi dari negara-negara ASEAN terutama perkembangan jumlah penduduk usia lanjut. Saat ini, secara global ada sekitar 810 juta (11%) penduduk dunia berusia 60 tahun dan lebih. Diperkirakan pada tahun 2050 akan menjadi 20% yang mana pada tahun 2047, jumlah lansia akan melewati jumlah anak-anak yang berusia 14 tahun.

Direktur CAS-UI, Prof Tri Budi W. Rahardjo menambahkan, berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, Indonesia memiliki 4,7juta penduduk berusia 65 - 69 tahun, 3,5 juta berusia 70-74 tahun dan 3,8 juta berusia 75 tahun dan lebih. Artinya ada sekitar 12 juta penduduk Indonesia bisa dikategorikan Lansia. Sayangnya, kebanyakan dari Lansia Indonesia belum memiliki asuransi hari tua / program pensiun lainnya. 

Nara Sumber lainnya 

Longevitology atau Chang Sen Xue


Pernah dengar / baca  "Longevitology" atau "Chang Sen Xue"? Istilah tersebut berarti "study of long life" yang merupakan salah satu moda penyembuhan dengan didasarkan pada penyelarasan dan penyeimbangan enersi tubuh. Ya teman-teman, pasti Anda sudah bisa menebak, ilmu ini berasal dari timur. Sewaktu saya mengikuti acara ini pada pertemuan ke-22 Komunitas Warga Senior (KOWAS), sudah bisa terbayang kesamaannya dengan ilmu-ilmu awet muda lainnya seperti Chikung, Prana maupun Reiki.

Bagaimana cara mempelajarinya?
Mudah, hanya dengan mengikuti pembukaan cakra yang dilakukan oleh Master Lin Tzu-Chen atau Master Wei Yu-Feng. Tentu hal ini dilakukan dalam suatu "workshop inisiasi" yang diadakan secara berkala.

Manfaatnya?

Keramahtamahan RS Awal Bros Hospital Group

Penulis bersama Setio Dewo di RS Awal Bros Tangerang

Sama dengan dokter (baca tulisan Dokter & X-Factor ), institusi pelayanan kesehatan Rumah Sakit pun mutlak menyajikan pelayanan yang ramah namun tetap profesional. Hal ini sangat terasa sewaktu saya mengunjungi sahabat lama, Pak Setio Dewo di RS Awal Bros Tangerang. Dari mulai tukang parkir suasana keramahtamahan itu pun sudah terasa. Begitu pula dengan petugas keamanan dan para perawatnya. Tak heran jika MarkPlus Insight bersama Marketeers menganugerahi Jaringan Rumah Sakit ini (RS Awal Bros Hospital Group) sebagai Indonesia Service to Care Champion 2013.

Dari berbagai informasi di internet disebutkan bahwa penghargaan ‘Indonesia Service to Care Champion’ merupakan acara tahunan yang diselenggarakan MarkPlus Insight untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Indonesia hingga ke level sincere care.

CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya menilai, kualitas pelayanan merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga loyalitas konsumen. Penghargaan ini hanya diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki budaya pelayanan yang solid, yang didukung oleh sumber daya manusia yang kuat, yang memperlihatkan trustworthiness, fairness, responsibility, respect, corporate citizenship dan care.

Para pemenang penghargaan ini diperoleh melalui survei kepada 4.000-an responden yang tersebar di enam kota besar di Indonesia, seperti: Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar, yang dinilai berdasarkan aspek-aspek service excellence seperti credibility, dependability, courtesy, comfort, connectivity dan care.

Jaringan RS Awal Bros
Dari website RS Awal Bros Hospital Group, jaringan RS Awal Bros sudah hadir di: Batam, Bekasi, Makassar, Pekanbaru, Tangerang, Ujung Batu dan RS Evasari Jakarta.

Tertarikkah Anda menerima keramahtamahan ini?

Dokter dan "X-Factor"-nya


Akhir-akhir ini, tayangan X-Factor di RCTI memperoleh respons yang cukup tinggi dari masyarakat. Bahkan ada yang sampai rela menonton re-run Kick Andy hanya karena tidak ingin ketinggalan menyaksikan secara langsung para artis idolanya berebut ("merampok", kata salah satu juri-nya) simpatik penonton.

Berbeda dengan tayangan kompetisi nyanyi lainnya, dalam X-Factor selain faktor ketrampilan menyanyi (yang sudah harus menjadi kemampuan minimal), para artis berusaha menampilkan hal lain (yang disebut X-Factor) yang bisa menarik para penonton untuk mengirim SMS. Tujuan tentu hanya satu, jangan sampai tersingkir.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, penulis beranggapan bahwa konsep ini sudah dipraktekkan di kalangan tenaga profesional lainnya, termasuk tenaga medis.

Bagaimana cerita?

Ahok: Ambulance Gratis Pemprov DKI


Sewaktu mendengar kampanye Ahok mengenai ambulance gratis, terus terang saya tidak terlalu yakin. Ini mah akal-akalan calon gubernur/wakil gubernur saja. Nanti juga kalau sudah terpilih, tidak akan kejadian.

Cerita berikut ini membuktikan sebaliknya.

Sent: Saturday, March 16, 2013 1:21 PM
Subject: [mbk-milis] Bagaimana Ambulance DKI? [1 Attachment]

Miliser ytk: 

Boleh percaya boleh tidak, boleh bersyukur, boleh juga tidak (tapi kebangetan) 

Aku perlu berbagi yang aku alami pagi tadi. 
Tante dari isteri aku (satu2nya),yang tinggal beberapa rumah di sebelah kami, tadi pagi terpaksa dilarikan kerumah sakit - St Carolus - karena jatuh sewaktu mau menuntun suaminya yang keluar dari toilet subuh tadi, singkatnya dua-dua gaek itu terjatuh. 

Yang saya mau ceritakan, anak si tante kami minta Ambulance via RS St Carolus. Dikirimlah Ambulance dari wilayah Jakarta Barat,dalam waktu yang relatif singkat. Istimewanya supir dan krunya semua wanita (berjilbab-lih attchm), dan...alamak...Gratissss alias bebas biaya cukup lampirkan KTP DKI... 

OoƠ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡oohh Jokowi Jokowi pantes rakyat Betawi "mendewa2kan"mu 

°·♥·♡τнäиκчöü♥·♡·° I love you 



Pelan tapi pasti apa yang menjadi harapan masyarakat DKI akan segera terwujud. Jakarta Baru.
Ingin update info-info seputar Jokowi, Basuki dan Jakarta Baru, follow account twitter @jb_watch.

Mengenai ambulans pemprov DKI dan cara memesannya

Kampanye Simpatik Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2013


Bertempat di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Indonesian Kidney Care Club (IKCC), sebuah organisasi nir laba yang didirikan oleh pasien, keluarga, dokter dan pemerhati gangguan ginjal sejak tahun 2004, melakukan kampanye simpatik berupa pembagian buku saku dan brosur mengenai Kesehatan Ginjal.

Perayaan yang selalu dilaksanakan pada hari Kamis kedua setiap bulan Maret tersebut dimulai dari mengunjungi salah satu studio televisi nasional, TV One di Wisma Nusantara. Setelah itu, kampanye simpatik pun dimulai dengan tema sesuai tema WKD 2013,  "Stop Kidney Attack".

Acara ini sempat diliput beberapa media cetak, elektronik dan televisi seperti Metro TV, Kompas, Republika, dll.





























Ingin tahu suasana saat kampanye tersebut, silakan akses di: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10200907193587866.1073741825.1406016449&type=1&l=facc67f54e

Acara sosialisasi kesehatan ginjal lainnya,

  1. Sosialisasi Awam mengenai kesehatan ginjal, http://www.eriktapan.com/2012/11/world-kidney-day-2013-sosialisasi-awam.html
  2. Talkshow di Radio DFM mengenai kesehatan ginjal, http://www.eriktapan.com/2012/12/talkshow-kesehatan-ginjal-di-radio.html




Ahok: RS Kecil Boleh Menolak Pasien


Baru saja (Jumat, 22 Feb’13, sekitar pkl. 2 pm) saya menyaksikan pernyataan wakil gubernur DKI Pak Basuki a.k.a Ahok yang mengatakan (via Metro TV), “kalau tahu bayinya akan bermasalah, RS kecil jangan menerima”.

Wah kalau ini dilakukan RS kecil, menurut saya akan membuat rame lagi. Ada pasien ibu hamil (bumil) mau melahirkan tetapi RS (kecil) menolak.

Bisa dikatakan dengan adanya musibah meninggalnya  salah satu bayi kembar (Dera) yang memerlukan NICU tersebut, semua jadi pontang panting. Pemprov bingung, RS bingung (emang enak menyediakan unit NICU yang super mahal tersebut? bukan hanya faktor biaya & maintenance, faktor SDM-nya bagaimana?), masyarakat juga bingung (masa provinsi terkaya di Indonesia, tidak memiliki NICU yang memadai?)

Perhatian pemerintah terhadap Lansia - Komnas Lansia


H. Toni Hartono Ketua II Komnas Lansia
saat membuka Sarasehan
Baru-baru ini ada berita mengenai tersedianya loket khusus bagi kaum lansia di Kantor Samsat Jakarta Timur. Begitu pula sudah lama diketahui bahwa bagi warga lansia (yang berusia lebih dari 60 tahun), KTP diberikan seumur hidup. Informasi di atas memang merupakan beberapa tindakan nyata dari perhatian pemerintah / pemprov terhadap sekitar 18.043.717 lansia di Indonesia.

Sayangnya pemberitaan mengenai lansia di Indonesia menurut Komnas Lansia kurang mendapat porsi yang memadai. Karena itulah pada tanggal 20 Februari 2013 yang lalu, Komisi bentukan Presiden RI ini mengadakan Sarasehan dengan Kalangan Media yang mengangkat topik Tentang Kesadaran dan Kepedulian terhadap Lansia.

Dalam pemaparannya Dirjen Rehabilitas Sosial Kementerian Sosial RI, Drs Samsudi MM menjelaskan bahwa dari sekitar 18juta lansia di Indonesia 26%-nya masuk golongan rawan terlantar dan 16%-nya bisa digolongkan ke golongan terlantar. Saat ini usaha pemerintah -sehubungan dengan terbatasnya dana- masih difokuskan kepada 16% golongan lansia terlantar.

Benarkah makan cabai bisa menurunkan berat badan?

Mungkinkah mereka makan cabai jadi kurus?

Akhir-akhir ini sering didengung-dengungkan mengenai manfaat cabai sebagai salah satu makanan penurun berat badan. Terakhir seperti artikel yang bisa kita baca di detik.com.

Saya kutip keterangannya:
4. Cabai
Makanan pedas dapat membantu penurunan berat badan. Tubuh akan membakar lemak ketika Anda makan makanan pedas, karena tubuh menjadi panas dan makanan pedas seperti cabai merah mengendalikan nafsu makan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga menurunkan berat badan.

Secara logika memang masuk akal. Bukankah dengan meningkat metabolisme (yang dihasilkan dari panasnya cabai) berarti tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dengan hasilnya akan membuat tubuh lebih kurus?

Talkshow Kesehatan Ginjal di Radio DFM103,4 Jakarta


Mencegah lebih baik dari mengobati. Apalagi kalau ini berhubungan dengan gangguan ginjal yang mana saat menderita membutuhkan biaya / waktu yang tidak sedikit. Seperti diketahui ginjal adalah organ yang sangat low profile. Gangguan sedikit dari ginjal belum akan menunjukkan gejala. Saat gangguan sudah parah barulah gejala itu muncul. Sayangnya pengetahuan akan hal di atas belum tersosialisasi dengan baik.

Untuk itulah Indonesian Kidney Care Club (IKCC)  sebagai organisasi nir laba merasa terpanggil untuk terus menerus mengsosialisasikan hal tersebut. Setiap bulan minimal 1 - 2 acara talkshow / temu pakar dilaksanakan IKCC di rumah-rumah sakit ataupun institusi lainnya.

Beberapa waktu yang lalu, IKCC diwawancarai oleh Radio DFM 103,4 Jakarta. Bagi yang kebetulan tidak sempat mendengarkan, talkshow kesehatan ginjal bersama IKCC di Radio DFM 103,4 Jakarta bisa mendownload file talkshow tersebut di: http://bit.ly/talkshowginjal .

Dalam talkshow ini dibahas mengenai: jenis-jenis penyakit ginjal dan bagaimana cara mendeteksi dini penyakit dari organ yang low profile tersebut.

Semoga bermanfaat dan mari kita jaga kesehatan ginjal kita.