IdBlogNetwork

Awas Dokter Online Palsu / Abal-abal !!

Internet (dan social media tentunya) dengan segala kemudahan yang bisa diperoleh membuat masyarakat khususnya netter bisa dengan gampang mengakses informasi kesehatan bahkan berdiskusi dengan ahlinya. Sayang dengan makin berkembangnya teknologi, ada pula yang menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Bukan kesembuhan yang diperoleh penanya, malah bisa-bisa menderita penyakit yang lebih parah. 

Apa yang membedakan situs yang dikelola oleh dokter asli dengan situs yang dikelola “dokter” abal-abal?


Ulasan lengkap mengenai “Waspadai Layanan Kesehatan Online” bisa dibaca pada majalah Intisari yang terbit bulan November 2014 di halaman 146 - 152.

Waspadai Layanan Kesehatan Online. Ada jebakan "betmen" dibalik kemudahan yang diberikan.

Ini daftar Rumah Sakit Indonesia yang telah terakreditasi JCI

Wakil dari RS Dr. Sardjito & RS Awal Bros
berfoto bersama Menteri Kesehatan  & jajarannya
“Rumah sakit kita juga berkualitas kok, tidak kalah dengan luar negeri. Jadi tidak perlulah berobat ke luar negeri, karena sudah ada 18 rumah sakit yang mendapatkan Sertifikat Akreditasi Internasional. Kalau memang sudah terbiasa dan dokternya ada di sana (luar negeri), ya silahkan saja. Tapi kalau baru pikir-pikir mau berobat ke luar negeri, mengapa tidak di sini saja,” ujar Menkes RI Nafsiah Mboi, saat menyerahkan serfikat JCI kepada 1 RSU Negeri (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta) dan 4 RSU Swasta (RSU Awal Bros Bekasi, RSU Awal Bros Tangerang, RSU Awal Bros Pekanbaru, RSU Awal Bros Batam) di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, hari Kamis 16 Oktober 2014 yang lalu.

Memang benar, saat ini telah ada standard pelayanan rumah sakit yang bertaraf internasional. Ini artinya, tidak sembarangan management rumah sakit bisa meng-klaim institusinya sebagai rumah sakit berstandard internasional seperti beberapa waktu yang lalu.

Lalu rumah sakit mana saja yang berhak menyandang rumah sakit internasional tersebut?

Mengacu pada website resmi dari Joint Commission International (link di bagian Referensi), sampai dengan saat ini rumah-rumah sakit Indonesia yang telah berhasil memperoleh sertifikat dari organisasi internasional yang berpusat di Amerika Serikat tersebut adalah:

  1. Awal Bros Hospital Batam
  2. Awal Bros Hospital Bekasi
  3. Awal Bros Hospital Pekanbaru
  4. Awal Bros Hospital Tangerang
  5. Eka Hospital Tangerang
  6. Eka Hospital Pekanbaru
  7. Fatmawati General Hospital
  8. RS Premier Bintaro Tangerang
  9. RS Premier Jatinegara - PT Affinity Health Indonesia Jakarta
  10. RS Premier Surabaya - PT Affinity Health Indonesia Surabaya
  11. RSUP Sanglah Bali
  12. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  13. Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah Jakarta
  14. Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Ditkesad Jakarta
  15. Santosa Hospital Bandung Central (SHBC) Bandung
  16. Siloam Hospitals Lippo Village
  17. DR Sardjito Hospital Yogyakarta (Program RS Pendidikan)
  18. JEC@Kedoya Eye Hospital (Program Rawat Jalan) 
Bagi yang ingin mengetahui lebih detil apa itu JCI, bisa klik ini: http://bit.ly/ApaItuJCI

Sudahkah Anda mengetahui Calling Anda?

 Management Awal Bros Group selesai mengikuti
seminar Calling @Work di RSIA Evasari Jakarta
Hampir setiap hari kita melakukan aktifitas rutin. Pagi-pagi, berangkat ke kantor. Sore/malam hari, kembali ke rumah. Selalu begitu hingga bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
  • Pernahkan kita merasa bosan dengan rutinitas itu?
  • Apakah kita sering merasa gelisah dg perjalanan karir kita?
  • Mengapa karyawan saling menjatuhkan rekan2nya demi karir dan gaji?
  • Mengapa ada orang yang berlomba-lomba mencari uang sehingga tidak pernah ada waktu pribadi dan untuk keluarga?


Hal inilah yang menjadi topik bahasan seminar yang saya ikuti hari ini di RSIA Evasari Jakarta. Seminar yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Calling, more than just a dream. Meraih kesuksesan & kebahagiaan melalui panggilan". Selama kurang lebih 2 jam, dengan sangat bersemangat penulis buku tersebut, Lie Seng Cuan menjelaskan hal-hal apa saja yang bisa membawa kita para peserta seminar menemukan Calling kita masing-masing.

"Kita harus menemukan Calling/panggilan hidup kita, agar bisa bekerja dengan sepenuh hati", jelas pria yang akrab dipanggil Pak Cuan.

Dokter Umum ditingkatkan ketrampilannya dalam penanganan nyeri

dr Dessy Emril Sp.S(K) dari Banda Aceh
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dikenal (dalam bahasa awam) BPJS, memberi dampak besar tidak hanya kepada masyarakat/pasien namun juga terhadap style / gaya pelayanan institusi dan tenaga kesehatan di Indonesia. Mau tidak mau, keduanya harus berbenah diri untuk melayani pasien lebih efisien dan efektif lagi.

Semangat itulah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menyelenggarakan acara yang bertajuk "Workshop Pain Education: Pain Management in Primary Care". Acara yang diselenggarakan di FK Unika Atma Jaya 20 Juni 2014 itu menghadirkan pembicara dokter spesialis penyakit saraf seperti:
- dr. Freddy Sitorus, Sp. S(K) dari FKUI Jakarta
- dr. Yudiyanta, Sp. S(K) dari FK UGM Yogyakarta
- dr. Dessy Emril, Sp.S(K) dari FK UNSYIAH Banda Aceh
- dr. Jimmy Barus, Sp.S dari FK Unika Atma Jaya Jakarta
- dr. Putu Eka Widyadharma Sp.S dari FK UNUD Denpasar

Pertemuan ke-28 KOWAS di Museum Rekor Indonesia Mall of Indonesia Kelapa Gading Jakarta Utara

Jaya Suprana - pendiri MURI
Kali ini para senioren anggota Komunitas Warga Senior (KOWAS) berkesempatan mengikuti pertemuan ke-28 yang berlangsung di Museum Rekor Indonesia a.k.a MURI lantai dasar Mall of Indonesia (MOI) Jakarta Utara.

Acara dimulai dengan menonton film mengenai usaha Pak Jaya Suprana yang tidak kenal lelah mulai mendirikan dan mengelola hingga saat ini Museum Rekor Indonesia. Selesai pemutaran film yang berlangsung sekitar 15 menit, Kowaser langsung memasuki ruangan / aula di mana Pak Jaya sering melakukan pertunjukkannya. Peserta disambut dengan hangat oleh Pak Jaya sendiri yang didampingi oleh Direktur MURI, Ibu Aylawati Sarwono.

Setelah ucapan selamat datang dari Pak Jaya dan sekaligus perkenalan dari Ketua KOWAS, Bpk Indra Gunawan, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir dengan lancarnya.

Sepeda Sungkup: Kemana-mana tapi tidak kemana-mana

Sepeda Sungkup inovasi Halmstad University Sweden
Bosan di rumah, belum ada yang bisa dikerjakan? Yuk kita keliling dunia dengan sepeda. Ha... mana mungkin, pasti sebagian besar dari kita akan menganggap ajakan ini hanya sekedar main-main belaka. Atau kalau pun serius, terbayang betapa banyak beban yang harus kita sertakan dalam bersepeda, misalnya: lampu, kasur, selimut, makanan dan minuman, kompor + bahan bakarnya, kompas, passport, dst.

Tapi...... lupakan kerepotan itu semua. :)

Suatu inovasi yang dibuat oleh Halmstad University Sweden memungkinkan kita ke mana-mana tanpa kemana-mana. Bentuknya seperti sepeda statis, namun dilengkapi dengan semacam peta satelit view (mirip google map / google street view). Jadi sambil mengayuh sepeda statis tersebut, kita bisa dengan santai (atau cepat juga bisa, tapi jika ingin merasakan hembusan angin, perlu ditambahkan kipas angin, sebuah usulan untuk pembuatnya ) menikmati pemandangan yang tersaji via sungkup di depan kita. Menarik bukan?

Pengurusan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading

Mengurus SIM tanpa calo
Setiap 5 tahun, para pengendara harus memperpanjang Surat Ijin Mengemudi a.k.a. SIM. Terima kasih kepada Instansi Pengelolanya (POLDA Metro Jaya), saat ini urusan perpanjangan SIM jadi lebih mudah dan bebas dari penawaran/rayuan para calo. Setidaknya hal itu yang dialami saya saat mengurus perpanjangan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading, Jakarta Utara, beberapa hari yang lalu.

Datang sekitar pkl. 9:30, saya langsung dilayani dengan ramah oleh petugas. Berkas yang perlu diberikan hanya foto kopi KTP  dan SIM Asli. Bagi yang belum sempat meng-fotokopi berkas tersebut, bisa dibantu oleh petugasnya.

Tak lama kemudian (pengalaman saya, sekitar pkl 11:45), saya dipanggil untuk wawancara/ pemeriksaan/ pemotretan. Dan dalam waktu sekitar 2,5 jam saja,  SIM perpanjangan sudah selesai. Total biaya yang dikeluarkan Rp. 150.000 (termasuk asuransi, dll. detilnya bisa dilihat pada tabel di bawah). Lumayan, mengurus SIM di mall, tidak perlu panas-panasan, jauh dari calo dan TIDAK NAMPAK ANTRIAN (bravo untuk POLDA Metro Jaya).

Proses Pendaftaran tanpa antrian

AIPJ mendorong Tilang diselesaikan via Pengadilan Negeri

Teman2 dari PSHK, AIPJ termasuk Craig Ewers, Team Leader  AIPJ.
Penelitian yang dilakukan oleh M. Nur Sholikin dari Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) / Indonesian Center for Low & Policy Studies pada tahun 2014 ini ternyata membuktikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) bisa diacungi jempol. Bayangkan dengan pengurusan ratusan ribu kasus tilang per hari (?) (tahun 2014), banyak masyarakat yang bisa merasakan kemudahan pengurusannya seperti yang bisa di baca di blog2, antara lain di blog saya ini (tahun 2006), Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur .

Untuk itulah pada Selasa 29 April 2014,  saya diundang oleh Austalia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) untuk menceritakan pengalaman yang saya alami sekitar 8 tahun yang lalu dalam satu acara yang diberi tajuk "Konferensi Kemitraan AIPJ".

Selain saya, tampil juga pelaku2 pencari keadilan lainnya dalam kasus: warisan, pernikahan, perceraian, mediasi perceraian, dll. yang menurut saya kasusmya berat-berat dan penuh perjuangan. Jadi nggak enak hati, mesti presentasi di forum yang begitu terhormat. :(  Saya memberanikan diri untuk presentasi karena berharap ke depan situasi peradilan akan semakin membaik seperti yang diceritakan narsum lainnya dalam forum ini. Sayang tidak ada media yang meliput.

Jalannya acara

Indonesia Family Health Care Expo 2014, 2 - 6 April di Jakarta Convention Center

Ada info menarik nih. Minggu depan mulai Rabu, 2 April 2014 hingga Minggu 6 April 2014 akan diselenggarakan Family Health Care Expo bertempat di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Untuk masuk melihat pameran dan beberapa acara yang berlangsung di panggung utama tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Acara-acaranya yaitu: Knowledge Sharing: Menjadi Penerobos, Festival Penulis, Festival Pembaca, Launching Buku, Book Chalenge,Lomba “Ayo Menyanyi”, Miiko Corner, Area si Kecil, Spelling Bee, News Anchor, Kompetisi “Sang Juara”, Cosplay, Dance & Acoustic Band Competition, Stand Up Comedy, Layar Tancep, Seminar & Talk Show Kesehatan, Photo Booth.



Khusus untuk Seminar & Talk Show Kesehatan, beberapa topik menarik antara lain:


  1. Seminar Rahasia Tetap Bugar dan Produktif di Usia Emas
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 09:00 - 12:00 WIB
    • Narsum: Martha Tilaar, Alex Tilaar, dr Handrawan Nadesul
    • Biaya Pendaftaran: Rp. 200.000,-
  2. Talkshow Pasien Pintar, Dokter Bijak
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 09:00 - 11:00 WIB
    • Narsum: Prof DR. Dr.Daldijono, KGEH, Dr. Krismini Dwi Irianti, MARS
    • Lokasi di Panggung (GRATIS)
  3. Talkshow Minum Banyak Air Menjaga GInjal Tetap Sehat: Mitos atau Fakta?
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 13:00 - 16:00 WIB
    • Prof DR. Dr Suhardjono, SpPD-KGH: Mengenal Ginjal dan Fungsinya bagi Tubuh serta Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal 
    • Dr. JC Prihadi, SpU: Batu Ginjal dan Pengaruhnya bagi Kesehatan Ginjal
    • Biaya Pendaftaran: Rp. 100.000
Daftar acara Seminar dan Talkshow Kesehatan selengkapnya, klik ini.

Perlukah Proses Belanja dipelajari? Bgmn dg Sistem Kesehatan Nasional?

Pagi ini sewaktu mengunjungi supermarket langganan, suasana sangat ramai. Tidak biasanya. Ada apa gerangan? Ternyata sekumpulan anak yang sedang belajar berbelanja. Tentu namanya anak-anak, yang menemani pun tidak kalah banyak jumlahnya.

Proses belajar belanja dimulai dari baris ber baris / antri. Kemudian satu per satu dipanggil untuk diberi keranjang.

“Jangan lupa ya, keranjang harus dipegang dengan tangan kiri”, begitu sang instruktur memberi nasehat.

Wah rupanya belanja itu ada tekniknya. Hebat!!

Pasti banyak ilmu2 lainnya yang diajarkan pada saat itu. Sayangnya saya harus berbelanja juga, jadi tidak sempat mengikuti kursus tersebut secara penuh. :)